TwitterFacebookGoogle+

Pacaran, Adakah Pengaruh Buruknya?

Pacaran adalah kata yang tidak asing lagi di pendengaran kita. Apalagi di kalangan remaja. Istilah pacaran sudah ada sejak jaman dulu. Cuma porsinya masih terbatas pada perkenalan (ghitbah) sebelum melanjutkan ke jenjang pernikahan. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pacaran mengandung arti kekasih atau teman lawan jenis yang tetap dalam sebuah hubungan cinta kasih.

Dalam menjalin hubungan ada yang dilakukan secara terang-terangan karena telah mendapat lampu hijau dari orang tua, namun ada juga yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi (backstreet) supaya tidak ketahuan. Penyebabnya ya karena ortu tidak memberi restu  Praktek pacaran yang terjadi dewasa ini telah telah melampau batas kewajaran. Pasangan muda-mudi tidak lagi merasa canggung bila harus bergandengan tangan, berboncengan dengan mesra, berangkulan sampai perbuatan yang lebih dahsyat lagi. Bahkan, di rumah orang tua mereka sendiri ―mereka bebas mengungkapkan kasih sayang dan melakukan hal-hal yang tidak senonoh. Na’uzubillah.

Sebagian besar remaja membuat pengakuan bahwa pacaran bisa bikin fun. Buat mereka pacaran dapat mengubah hidup lebih dewasa dan bergairah. Dengan pacaran juga dapat memotivasi semangat belajar seseorang. Bisa jadi, bagi yang dulu ogah-ogahan untuk buka buku pelajaran malah bersemangat ’45 dalam mengejar ketinggalan di sekolah atau kampus. Semua itu dimaksudkan agar pacarnya merasa senang dan bangga padanya karena soulmate yang pinter. Siapa seeh yang mau pacaran sama orang stupid?

Ada juga yang bilang dengan seseorang kekasih kita bisa curhat, diskusi segala macam bahkan support dari pacar rasanya lebih gimana getu, Ketimbang dukungan orang tua dan teman. Tentu hal itu akan semakin mempererat hubungan karena mereka menemukan seseorang yang mau mengerti, bisa diajak kompromi dan saling berbagi alias take and give.  Namun, apakah dengan pacaran remaja akan terus mengalami masa-masa indah dan menyenangkan sepanjang hidupnya? Pasti ada saja kerikil tajam yang menyertai langkah pasangan yang tengah dimabuk cinta. Banyak hal yang dapat terjadi dan merusak hubungan yang selama ini baik-baik saja. Jika hubungan harus berakhir ditengah jalan bukan tidak mungkin masih ada yang sakit hati dan menyimpan dendam. Ditambah lagi hubungan dengan keluarga pacara yang semula harmonis jadi runyam.. nyam. Enggak enak khan kalo tiap ketemu kita, bapak atau ibunya pasang tampang masam gara-gara sebel sama kita. Duh, kacian banget.

Begitu banyak pengaruh buruk dari hubungan pacaran:

1. Konsentrasi kita menjadi lemah dan pikiran jadi bercabang.

Penyebabnya adalah terlalu seringnya kita memikirkan pacar dan keindahan-keindahan yang dilalui bersama. Remaja menjadi malas belajar atau melakukan aktivitas lain dan membiarkan jiwa terbang ke khayalan tingkat tinggi (Woii!! Awas jatuh!!) atau karena banyaknya waktu yang dihabiskan bersama pacar sehingga waktu belajar tergadaikan. Yang ada dipikiran cuma si doi. Yang lain? Lewat bo…   

2. Pacaran dapat membuat jiwa menjadi resah, bingung bahkan putus asa.

Seseorang yang sedang pacaran pasti selalu mengharapkan kehadiran pujaan hati di sisinya. Minimal jika tidak bisa berkunjung, ya dengan menelpon atau setidaknya kirim sms-lah. Tapi bila suatu ketika doski lupa pada janjinya, rasa cemas sudah pasti langsung bersarang di hati. Akhirnya muncul deh prasangka-prasangka buruk terhadap pacar.

3. Menghabiskan banyak uang.

Enggak mungkin kan tiap haringajak pacar jalan kaki doang ( bisa pegel tuh! ). Atau cuma nongkrong di rumah aja. Bosan banget! So, kita harus punya gocek yang cukup untuk ngajak pacar jalan-jalan naik motor, traktir makan di salah satu kafe, nonton di bioskop, dan sebagainya. Terkadang kita juga ingin menghadiahkan sesuatu untuk pacar tersayang. Pulsa juga membengkak lantaran ingin komunikasi terus sama yayang. Nah, kalau dikalkulasikan berapa uang yang sudah dikeluarkan untuk menyenangkan pacar? Kalau dia setia dan jadi menikah dengan kita, okelah. Tapi kalau doi malah berpaling, apa enggak pusing mikirin duit yang sudah terbuang percuma. Sudah bela-belain jadi pacar yang baik malah dapat kado kecewa. Tekor abiss..

4. Pacaran menyita waktu dan perhatian .

Seperti pada poin pertama, pacaran bawaannya selalu bareng-bareng. Istilah nempel terus kayak perangko memang pas banget untuk menggambarkan kondisi tersebut. Padahal masih banyak hal-hal positif yang bisa kita lakuin. Misalnya, dengan membantu ortu di rumah, belajar, ikut pengajian, mengikuti berbagai pelatihan dan perlombaan, akan memberikan kontribusi yang sangat besar bagi perkembangan kita.

5. Hubungan pacaran mengajarkan seseorang untuk jadi pembohong .

Mulanya, bohong dilakukan karena dituntut oleh keadaan, biar jangan berantem sama pacar. Lambat laun, jadi keasyikan tersendiri. Bilang saja ada acara keluarga atau apalah, yang penting pacar percaya dan enggak uring-uringan lagi. Sementara kita sendiri sedang enjoy main PS, main bola kaki dengan teman-teman atau malah lagi nge-date sama gacoan baru. Wah, wah..

6. Hal terburuk dari pacaran, yaitu memperkenalkan pola hidup freesex .    Bagaimana tidak, dalam pacaran tentulah ada keinginan untuk melampiaskan hawa nafsu. Diawali dengan pandang-pandangan, terus pegangan tangan, lalu berpelukan sampai akhirnya menjurus ke hal-hal yang lebih jauh lagi. Mulanya masih malu-malu kucing tapi lama-kelamaan jadi terbiasa seiring berjalan waktu. Kalau enggak ada adegan seperti itu bukan pacaran namanya, demikian para penyanjung cinta mempromosikan.  Pacaran dapat menjauhkan seseorang dari Allah SWT, karena hatinya telah diselimuti cinta yang begitu besar terhadap kekasihnya. Sungguh kita sangat naif, mengharapkan kenikmatan duniawi, sementara Allah telah menunjukkan kenikmatan-kenikmatan yang tiada tara andaikata kita mau menaati-Nya. Tapi kebanyakan kita lebih suka melanggar sesuatu yang sudah dilarang karena hal itu dianggap sebagai sebuah tantangan.  Oleh karena itu, mari kita merenung selama masih mempunyai iman dan beriman kepada Sang Penguasa Alam Semesta, bahwa mudharat pacaran lebih banyak daripada manfaat yang di dapat. Menyesal dahulu pendapat menyesal kemudian tiada berguna.

Semoga Allah membukakan jalan bagi kita untuk bertobat.

Penulis

firaFira Friantini . Lahir di Bireuen pada tanggal 10 Februari 1981, Fira Friantini yang hobby membaca, menulis dan jalan-jalan ini sedang menyelesaikan kuliah di Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di STAIN Lhokseumawe. Ia pernah menjadi pegawai bakti pada SMUN 1 Bireuen (1999-2003). Saat ini ia juga bekerja sebagai pegawai honorer pada SKB Bireuen sejak tahun 2004.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Research : The Creative Process of Indonesian Muslim…

07 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT The purpose of this study is to examine the creative process of Indonesian Muslim writers.…

Veyourisme – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Voyeurisms atau veyourisme merupakan perilaku penyimpangan seksual dengan cara mengintip orang lain yang sedang mengganti…

Post Partum Blues

07 Sep 2013 pikirdong

Post Partum Blues merupakan problem psikis sesudah melahirkan seperti kemunculan kecemasan, labilitas perasaan dan depresi…

Spirit Kepemimpinan Profetik

08 Sep 2013 Ardiman Adami

Pernah suatu malam Khalifah Umar bin Khattab berjalan menyusuri lorong-lorong kota Madinah. Bersama seorang pembantunya,…

Phobia

06 Sep 2013 pikirdong

Phobia merupakan gangguan kecemasan terhadap stimulus atau situasi tertentu yang pada dasarnya tidak membahayakan bagi…

Sinopsis: Internet Addiction Disorder

04 Sep 2013 pikirdong

Revolusi komputer dan internet pada saat ini memungkinkan setiap orang untuk melakukan beberapa aktivitas di…

Developmental Milestones: Usia 12 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 12 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Mulai belajar meniru suara pembicaraan Menggunakan kata-kata tunggal yang sederhana Tingkah laku Mulai…

Memaafkan dan Meminta Maaf

13 Sep 2015 Fuad Nashori

Salah satu kekurangan manusia adalah suka berbuat salah dan dosa. Manusia membutuhkan cara untuk menutupi…

Mencapai Puncak Prestasi dengan Meningkatkan Kualitas Tidur dan…

09 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam sejarah peradaban Islam dan peradaban Barat ada orang yang sangat brilian. Mereka adalah Ibnu…

Eksibisionisme – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Eksibisionisme (exhibitionism atau sering disebut dengan istilah flashing) merupakan dorongan fantasi seksual secara terus-menerus…

Social Phobia

08 Sep 2013 pikirdong

Sosial fobia (social phobia) atau dikenal juga dengan istilah social anxiety disorder (SAD) merupakan gangguan…

Dimensi Sosial Puasa

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Puasa merupakan salah satu ibadah penting umat beragama, terutama umat Islam. Dalam Islam, sebagian puasa…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan Comments (1)

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014

WARNING! Semua artikel dan data di website ini merupakan data lama dan tidak diupdate lagi berdasarkan revisi artikel!