DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic…

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Pacaran, Adakah Pengaruh Buruknya?

Pacaran adalah kata yang tidak asing lagi di pendengaran kita. Apalagi di kalangan remaja. Istilah pacaran sudah ada sejak jaman dulu. Cuma porsinya masih terbatas pada perkenalan (ghitbah) sebelum melanjutkan ke jenjang pernikahan. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pacaran mengandung arti kekasih atau teman lawan jenis yang tetap dalam sebuah hubungan cinta kasih.

Dalam menjalin hubungan ada yang dilakukan secara terang-terangan karena telah mendapat lampu hijau dari orang tua, namun ada juga yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi (backstreet) supaya tidak ketahuan. Penyebabnya ya karena ortu tidak memberi restu  Praktek pacaran yang terjadi dewasa ini telah telah melampau batas kewajaran. Pasangan muda-mudi tidak lagi merasa canggung bila harus bergandengan tangan, berboncengan dengan mesra, berangkulan sampai perbuatan yang lebih dahsyat lagi. Bahkan, di rumah orang tua mereka sendiri ―mereka bebas mengungkapkan kasih sayang dan melakukan hal-hal yang tidak senonoh. Na’uzubillah.

Sebagian besar remaja membuat pengakuan bahwa pacaran bisa bikin fun. Buat mereka pacaran dapat mengubah hidup lebih dewasa dan bergairah. Dengan pacaran juga dapat memotivasi semangat belajar seseorang. Bisa jadi, bagi yang dulu ogah-ogahan untuk buka buku pelajaran malah bersemangat ’45 dalam mengejar ketinggalan di sekolah atau kampus. Semua itu dimaksudkan agar pacarnya merasa senang dan bangga padanya karena soulmate yang pinter. Siapa seeh yang mau pacaran sama orang stupid?

Ada juga yang bilang dengan seseorang kekasih kita bisa curhat, diskusi segala macam bahkan support dari pacar rasanya lebih gimana getu, Ketimbang dukungan orang tua dan teman. Tentu hal itu akan semakin mempererat hubungan karena mereka menemukan seseorang yang mau mengerti, bisa diajak kompromi dan saling berbagi alias take and give.  Namun, apakah dengan pacaran remaja akan terus mengalami masa-masa indah dan menyenangkan sepanjang hidupnya? Pasti ada saja kerikil tajam yang menyertai langkah pasangan yang tengah dimabuk cinta. Banyak hal yang dapat terjadi dan merusak hubungan yang selama ini baik-baik saja. Jika hubungan harus berakhir ditengah jalan bukan tidak mungkin masih ada yang sakit hati dan menyimpan dendam. Ditambah lagi hubungan dengan keluarga pacara yang semula harmonis jadi runyam.. nyam. Enggak enak khan kalo tiap ketemu kita, bapak atau ibunya pasang tampang masam gara-gara sebel sama kita. Duh, kacian banget.

Begitu banyak pengaruh buruk dari hubungan pacaran:

1. Konsentrasi kita menjadi lemah dan pikiran jadi bercabang.

Penyebabnya adalah terlalu seringnya kita memikirkan pacar dan keindahan-keindahan yang dilalui bersama. Remaja menjadi malas belajar atau melakukan aktivitas lain dan membiarkan jiwa terbang ke khayalan tingkat tinggi (Woii!! Awas jatuh!!) atau karena banyaknya waktu yang dihabiskan bersama pacar sehingga waktu belajar tergadaikan. Yang ada dipikiran cuma si doi. Yang lain? Lewat bo…   

2. Pacaran dapat membuat jiwa menjadi resah, bingung bahkan putus asa.

Seseorang yang sedang pacaran pasti selalu mengharapkan kehadiran pujaan hati di sisinya. Minimal jika tidak bisa berkunjung, ya dengan menelpon atau setidaknya kirim sms-lah. Tapi bila suatu ketika doski lupa pada janjinya, rasa cemas sudah pasti langsung bersarang di hati. Akhirnya muncul deh prasangka-prasangka buruk terhadap pacar.

3. Menghabiskan banyak uang.

Enggak mungkin kan tiap haringajak pacar jalan kaki doang ( bisa pegel tuh! ). Atau cuma nongkrong di rumah aja. Bosan banget! So, kita harus punya gocek yang cukup untuk ngajak pacar jalan-jalan naik motor, traktir makan di salah satu kafe, nonton di bioskop, dan sebagainya. Terkadang kita juga ingin menghadiahkan sesuatu untuk pacar tersayang. Pulsa juga membengkak lantaran ingin komunikasi terus sama yayang. Nah, kalau dikalkulasikan berapa uang yang sudah dikeluarkan untuk menyenangkan pacar? Kalau dia setia dan jadi menikah dengan kita, okelah. Tapi kalau doi malah berpaling, apa enggak pusing mikirin duit yang sudah terbuang percuma. Sudah bela-belain jadi pacar yang baik malah dapat kado kecewa. Tekor abiss..

4. Pacaran menyita waktu dan perhatian .

Seperti pada poin pertama, pacaran bawaannya selalu bareng-bareng. Istilah nempel terus kayak perangko memang pas banget untuk menggambarkan kondisi tersebut. Padahal masih banyak hal-hal positif yang bisa kita lakuin. Misalnya, dengan membantu ortu di rumah, belajar, ikut pengajian, mengikuti berbagai pelatihan dan perlombaan, akan memberikan kontribusi yang sangat besar bagi perkembangan kita.

5. Hubungan pacaran mengajarkan seseorang untuk jadi pembohong .

Mulanya, bohong dilakukan karena dituntut oleh keadaan, biar jangan berantem sama pacar. Lambat laun, jadi keasyikan tersendiri. Bilang saja ada acara keluarga atau apalah, yang penting pacar percaya dan enggak uring-uringan lagi. Sementara kita sendiri sedang enjoy main PS, main bola kaki dengan teman-teman atau malah lagi nge-date sama gacoan baru. Wah, wah..

6. Hal terburuk dari pacaran, yaitu memperkenalkan pola hidup freesex .    Bagaimana tidak, dalam pacaran tentulah ada keinginan untuk melampiaskan hawa nafsu. Diawali dengan pandang-pandangan, terus pegangan tangan, lalu berpelukan sampai akhirnya menjurus ke hal-hal yang lebih jauh lagi. Mulanya masih malu-malu kucing tapi lama-kelamaan jadi terbiasa seiring berjalan waktu. Kalau enggak ada adegan seperti itu bukan pacaran namanya, demikian para penyanjung cinta mempromosikan.  Pacaran dapat menjauhkan seseorang dari Allah SWT, karena hatinya telah diselimuti cinta yang begitu besar terhadap kekasihnya. Sungguh kita sangat naif, mengharapkan kenikmatan duniawi, sementara Allah telah menunjukkan kenikmatan-kenikmatan yang tiada tara andaikata kita mau menaati-Nya. Tapi kebanyakan kita lebih suka melanggar sesuatu yang sudah dilarang karena hal itu dianggap sebagai sebuah tantangan.  Oleh karena itu, mari kita merenung selama masih mempunyai iman dan beriman kepada Sang Penguasa Alam Semesta, bahwa mudharat pacaran lebih banyak daripada manfaat yang di dapat. Menyesal dahulu pendapat menyesal kemudian tiada berguna.

Semoga Allah membukakan jalan bagi kita untuk bertobat.

Penulis

firaFira Friantini . Lahir di Bireuen pada tanggal 10 Februari 1981, Fira Friantini yang hobby membaca, menulis dan jalan-jalan ini sedang menyelesaikan kuliah di Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di STAIN Lhokseumawe. Ia pernah menjadi pegawai bakti pada SMUN 1 Bireuen (1999-2003). Saat ini ia juga bekerja sebagai pegawai honorer pada SKB Bireuen sejak tahun 2004.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Menyikapi Hasil UN

19 Jul 2010 Fuad Nashori

Hari-hari menjelang pengumuman hasil ujian nasional (UN) menjadi hari-hari yang penuh tekanan dan kecemasan bagi…

Developmental Milestones: Usia 3 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 3 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Menangis ketika mengompol Mendekut bila merasa nyaman Tingkah laku Tersenyum bila ada orang…

Fatal-Flaws

09 Sep 2013 pikirdong

Selama masa pacaran atau pendekatan dilakukan, banyak pasangan sebenarnya telah menangkap tanda-tanda “ketidakberesan” perilaku pada…

Euthanasia

04 Sep 2015 Sayed Muhammad

Eutanasia (euthanasia) merupakan suatu cara atau tindakan mengakhiri hidup yang dilakukan pada orang sakit atau…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

26 Jul 2016 pikirdong

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus untuk pejalan kaki (pedestrian), jalur ini…

Peran Keluarga terhadap Keselamatan Anak Saat Terjadi Bencana

08 Sep 2013 Fuad Nashori

Anak-anak adalah bagian dari masyarakat yang paling rentan terhadap bencana (tsunami, gempa, banjir, longsor, penculikan,…

Edisi Ibukota : Tas Tas Integritas!!

15 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Salam Tarzan Kota! Sudah sampai manakah Tarzan-Tarzan kota menjelajah?? Harapan saya, kita tetap akan bertemu di…

Dyslexia

03 Sep 2013 pikirdong

Membaca dengan lancar bagi seseorang mungkin sangat mudah setelah melalui proses belajar dari sejak kecil,…

Mencapai Pribadi Yang Sukses

18 Oct 2013 pikirdong

Siapa kita ? Kita adalah makhluk ciptaan Allah (baca:manusia) yang terlahir ke dunia ini dalam keadaan…

Pedofillia – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Hal yang paling meresahkan dunia saat ini adalah meningkatnya kasus pedofillia secara merata di seluruh…

Social Phobia

08 Sep 2013 pikirdong

Sosial fobia (social phobia) atau dikenal juga dengan istilah social anxiety disorder (SAD) merupakan gangguan…

Masalah lagi… Masalah lagi…

08 Sep 2013 pikirdong

Aduh…! Pusing banget nich. Lagi banyak masalah”, atau “Kenapa sich masalah selalu dateng hampirin aku!”,…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders yang ke V terjadi perubahan…

30 Aug 2017 Artikel Psikologi Psikologi Klinis pikirdong No comments

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan juga, diambil langkah untuk rawat…

24 Aug 2017 Kolom Sayed Muhammad Sayed Muhammad No comments

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014