TwitterFacebookGoogle+

Panic Disorder

Panic disorder (gangguan panik) merupakan panik yang terjadi secara tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda kemunculannya seperti teror yang diakibatkan oleh akumulasi kecemasan. Serangan panik yang muncul disebabkan kemunculan perasaan-perasaan (cemas) dan rasa takut berlebihan, akhirnya individu merasakan dirinya akan mati.

Serangan panik dapat terjadi pada individu yang mengalami kecemasan umum atau menyeluruh (generalized anxiety disorder) dimana individu mengalami suatu episode ketakutan yang berat dan mendadak. Panic disorder dipisahkan berdasarkan situasi-situasi sosial tertentu terhadap kemunculan serangan panik yang disertai dengan gangguan agoraphobia atau tanpa agoraphobia.

Individu yang mengalami kecemasan umum dan gangguan panik kadang tidak mengetahui secara pasti mengapa mereka merasakan ketakutan. Kondisi ini dinamakan sebagai free-floating, disebut demikian karena serangan panik itu tidak dipicu oleh peristiwa tertentu, namun terjadi dalam pelbagai situasi tertentu kadang tidak berhubungan samasekali dengan dirinya. Gambaran hal ini dapat disimak dibawah pada petikan berikut;

Ketika tsunami terjadi di Aceh tahun 2004, banyak sekali korban bergelimpangan di sudut-sudut kota. Ani (16 tahun) adalah salah satu orang yang selamat dalam musibah tersebut. Ia mengalami trauma hebat. Setahun kemudian terjadi perubahan dalam diri Ani, ia menderita gangguan kecemasan menyeluruh (GAD). Suatu ketika ia mendengar berita kematian dan kerumunan orang yang melayat, secara tiba-tiba tubuhnya menjadi gemetar, berkeringat, mual, jantung berdebar keras dan tubuhnya menjadi lemas. Ia ketakutan dan menangis keras. Panik. Ia mengatakan bahwa dirinya akan mati juga ―mungkin besok harinya. Ia menjadi ketakutan hebat, dadanya terasa sesak, gemetar dan terduduk lemas di lantai. Peristiwa ini terus berulang dengan atau tanpa sebab sekalipun

Serangan panik dapat terjadi setiap saat, waktu relatif singkat selama panik berlangsung yakni 10 – 30 menit, paling lama adalah 1 jam namun sangat jarang terjadi. Selama panik berlangsung individu menunjukkan pikiran-pikiran yang tidak realistik, takut akan hukuman yang diperoleh ataupun kehilangan kontrol. Banyak orang menduga ketika serangan panik terjadi ―individu seperti mengalami serangan jantung, kehilangan pikiran (panik) dan perasaan seperti akan mati. Serangan panik tidak dapat diduga, beberapa episode kemunculan panik dengan kemunculan berikutnya tidak dapat diprediksi secara tepat, hal ini tergantung pada tingkat kecemasan yang dirasakan oleh individu itu sendiri.

Bila seseorang pernah mengalami serangan panik pada suatu kondisi atau tempat tertentu, individu akan merasakan kecemasan berulang ketika berhadapan dengan situasi atau tempat yang sama, dan kemungkinan serangan panik kembali dapat muncul. Misalnya saja serangan panik yang muncul ketika individu berada dalam lift yang macet, terkurung di dalamnya selama beberapa jam. Individu tersebut akan merasa cemas dan takut untuk menggunakan lift untuk sementara atau dalam jangka waktu tertentu. Bila serangan panik itu terus berkembang karena peristiwa itu (terkurung di dalam lift atau elevator) membuatnya takut untuk keluar rumah untuk berbelanja atau ketempat umum yang menggunakan elevator maka kecemasan itu berkembang pada pembentukan agoraphobia (agoraphobia dengan riwayat panik / serangan panik dengan agoraphobia).

[ew_style_box stype=”gray”]Gejala Umum Serangan Panik

– Jantung berdebar-debar secara mendadak
– Berkeringat secara berlebihan
– Gemetar anggota badan
– Perasaan cemas dan rasa sesak (nyeri) pada dada
– Tubuh menggigil disertai keringat dingin
– Perasaan akan mati
– Pikiran tidak terkendali (seperti gila mendadak)
– Perasaan seperti tercekik atau sesak nafas
– Mual dan gangguan perut
– Parestasi (mati rasa) dan kadang disertai dengan pingsan [/ew_style_box]

 

Treatment

Pemberian treatment secara dini dapat mencegah serangan panik berkembang menjadi agoraphobia yang lebih buruk. Namun kebanyakan penderita yang mengalami serangan panik berkali-kali pun tetap lebih sering dibawa ke Unit Gawat Darurat sebagai pertolongan pertama dan tidak ada kelanjutan untuk pengobatan berupa kunjungan ke psikiater atau terapis. Akibatnya, kondisi lebih buruk dikemudian hari ditemukan pada penderita serangan panik berulang ini.

Kecemasan dapat menurun bila mempunyai keinginan untuk sembuh dengan pengobatan sendiri atau bergabung dalam komunitas sharing yang sama-sama memiliki gangguan kecemasan. Komunitas ini dapat dibentuk melalui internet, baik dengan forum, chatting dan sebagainya

1) Pengobatan Medis

Gangguan panik dapat diketahui dengan infus laktat, PET scan (positron emission tomography) dan prolaps valvula yang diyakini sebagai penyebab kemunculan panik scara biologis. Panikogen merupakan penyebab stimulasi respirasi dan pergeseran keseimbangan asam-basa.

Obat yang menjadi acuan dalam serangan panik dalam medis sering digunakan adalah imipramin. Obat-obatan yang digunakan dalam treatment serangan panik adalah jenis trisiklik (Imipramin, Klomipramin), jenis benzodiazepines (Alprazolam), RIMA (Reversible Inhibitors of Monoamine Oxydase-A, seperti Moklobemid), dan SSRI (Selective Serotonin-Reuptake Inhibitors)- seperti fluoxetine (prozac), sertraline (zoloft), Paroksetin dan Fluvoksamin.

Penggunaan obat-obatan tersebut haruslah dibawah kontrol ketat dokter bersangkutan, obat-obatn tersebut seperti jenis trisiklik mempunyai beberapa efek samping seperti;
– Antihistamin (sedasi, mengantuk, kewaspadaan berkurang, kinerja psikomotorik dan kognitif menurun)
– Antikolinergik (mulut kering, retensi urin, sinus takikardi, gangguan visual)
– Antiadrenergik alfa (perubahan EKG, hipotensi)
– Neurotoksis (tremor halus, kejang, agitasi atau insomnia)
– Pemberian obat secara berlebihan pada penderita gangguan panik yang disertai gejala depresi dengan simtom bunuh diri akan meningkat mewujudkan keinginan tersebut

2) Psikoterapi

Terapi yang paling sering digunakan dalam perawatan kecemasan adalah cognitive-behavioural therapy (CBT). Pada CBT diberikan teknik pelatihan pernafasan atau meditasi ketika kecemasan muncul, teknik ini diberikan untuk penderita kecemasan yang disertai dengan serangan panik.

Support group juga diberikan dalam CBT, individu ditempatkan dalam group support yang mendukung proses treatment. Group support dapat berupa sekelompok orang yang memang telah dipersiapkan oleh konselor/terapis untuk mendukung proses terapi atau keluarga juga dapat diambil sebagai group support ini.

 

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Teman Berselingkuh

27 Feb 2018 pikirdong

Suatu hari ketika Anda sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, Anda melihat teman sekantor Anda sedang…

Narkoba

10 Sep 2013 pikirdong

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat berbahaya. Narkotika berasal dari bahasa Yunani narkotikos yang…

Identitas Universitas Islam

09 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam kesempatan ini saya ingin membuka kembali wacana tentang Universitas Islam. Persoalan ini penting untuk…

Sindrom Menstruasi (PMS)

10 Sep 2013 pikirdong

Menstruasi adalah peristiwa unik yang terjadi pada ovarium wanita, peristiwa ini terjadi karena tidak terjadinya…

Kado Terindah

09 Sep 2013 pikirdong

Kado dalam bentuk apapun pasti akan mendatangkan kebahagiaan baik bagi si penerima maupun pemberinya. Kado…

Social Phobia

08 Sep 2013 pikirdong

Sosial fobia (social phobia) atau dikenal juga dengan istilah social anxiety disorder (SAD) merupakan gangguan…

Haruskah Menyontek Jadi Budaya?

08 Sep 2013 Fira Friantini

Budaya menyontek sangat identik dengan dunia pendidikan saat ini. Terlebih ketika ujian sedang berlangsung. Tak…

Menanamkan Disiplin pada Anak

04 Sep 2013 Sayed Muhammad

Menerapkan disiplin pada anak merupakan keinginan dari semua orangtua, namun beberapa aturan keluarga dan punishment…

Borderline Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian borderline merupakan taksologi yang terdapat pada DSM IV sementara pada ICD disebut sebagai…

Kleptomania

06 Sep 2013 pikirdong

Kleptomania merupakan gangguan kebiasaan dan impuls (impulse control disorder) yang mengakibatkan dampak-dampak negatif bagi perkembangan…

Edisi Ibukota : Integritas & Solusi Cara

15 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Kita sudah mengetahui fenomena , pandangan dan pengertian dari integritas pada notes sebelumnya. Sekarang mari…

Spirit Kepemimpinan Profetik

08 Sep 2013 Ardiman Adami

Pernah suatu malam Khalifah Umar bin Khattab berjalan menyusuri lorong-lorong kota Madinah. Bersama seorang pembantunya,…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan Comments (1)

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014