DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic…

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Panic Disorder

Panic disorder (gangguan panik) merupakan panik yang terjadi secara tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda kemunculannya seperti teror yang diakibatkan oleh akumulasi kecemasan. Serangan panik yang muncul disebabkan kemunculan perasaan-perasaan (cemas) dan rasa takut berlebihan, akhirnya individu merasakan dirinya akan mati.

Serangan panik dapat terjadi pada individu yang mengalami kecemasan umum atau menyeluruh (generalized anxiety disorder) dimana individu mengalami suatu episode ketakutan yang berat dan mendadak. Panic disorder dipisahkan berdasarkan situasi-situasi sosial tertentu terhadap kemunculan serangan panik yang disertai dengan gangguan agoraphobia atau tanpa agoraphobia.

Individu yang mengalami kecemasan umum dan gangguan panik kadang tidak mengetahui secara pasti mengapa mereka merasakan ketakutan. Kondisi ini dinamakan sebagai free-floating, disebut demikian karena serangan panik itu tidak dipicu oleh peristiwa tertentu, namun terjadi dalam pelbagai situasi tertentu kadang tidak berhubungan samasekali dengan dirinya. Gambaran hal ini dapat disimak dibawah pada petikan berikut;

Ketika tsunami terjadi di Aceh tahun 2004, banyak sekali korban bergelimpangan di sudut-sudut kota. Ani (16 tahun) adalah salah satu orang yang selamat dalam musibah tersebut. Ia mengalami trauma hebat. Setahun kemudian terjadi perubahan dalam diri Ani, ia menderita gangguan kecemasan menyeluruh (GAD). Suatu ketika ia mendengar berita kematian dan kerumunan orang yang melayat, secara tiba-tiba tubuhnya menjadi gemetar, berkeringat, mual, jantung berdebar keras dan tubuhnya menjadi lemas. Ia ketakutan dan menangis keras. Panik. Ia mengatakan bahwa dirinya akan mati juga ―mungkin besok harinya. Ia menjadi ketakutan hebat, dadanya terasa sesak, gemetar dan terduduk lemas di lantai. Peristiwa ini terus berulang dengan atau tanpa sebab sekalipun

Serangan panik dapat terjadi setiap saat, waktu relatif singkat selama panik berlangsung yakni 10 – 30 menit, paling lama adalah 1 jam namun sangat jarang terjadi. Selama panik berlangsung individu menunjukkan pikiran-pikiran yang tidak realistik, takut akan hukuman yang diperoleh ataupun kehilangan kontrol. Banyak orang menduga ketika serangan panik terjadi ―individu seperti mengalami serangan jantung, kehilangan pikiran (panik) dan perasaan seperti akan mati. Serangan panik tidak dapat diduga, beberapa episode kemunculan panik dengan kemunculan berikutnya tidak dapat diprediksi secara tepat, hal ini tergantung pada tingkat kecemasan yang dirasakan oleh individu itu sendiri.

Bila seseorang pernah mengalami serangan panik pada suatu kondisi atau tempat tertentu, individu akan merasakan kecemasan berulang ketika berhadapan dengan situasi atau tempat yang sama, dan kemungkinan serangan panik kembali dapat muncul. Misalnya saja serangan panik yang muncul ketika individu berada dalam lift yang macet, terkurung di dalamnya selama beberapa jam. Individu tersebut akan merasa cemas dan takut untuk menggunakan lift untuk sementara atau dalam jangka waktu tertentu. Bila serangan panik itu terus berkembang karena peristiwa itu (terkurung di dalam lift atau elevator) membuatnya takut untuk keluar rumah untuk berbelanja atau ketempat umum yang menggunakan elevator maka kecemasan itu berkembang pada pembentukan agoraphobia (agoraphobia dengan riwayat panik / serangan panik dengan agoraphobia).

[ew_style_box stype=”gray”]Gejala Umum Serangan Panik

– Jantung berdebar-debar secara mendadak
– Berkeringat secara berlebihan
– Gemetar anggota badan
– Perasaan cemas dan rasa sesak (nyeri) pada dada
– Tubuh menggigil disertai keringat dingin
– Perasaan akan mati
– Pikiran tidak terkendali (seperti gila mendadak)
– Perasaan seperti tercekik atau sesak nafas
– Mual dan gangguan perut
– Parestasi (mati rasa) dan kadang disertai dengan pingsan [/ew_style_box]

 

Treatment

Pemberian treatment secara dini dapat mencegah serangan panik berkembang menjadi agoraphobia yang lebih buruk. Namun kebanyakan penderita yang mengalami serangan panik berkali-kali pun tetap lebih sering dibawa ke Unit Gawat Darurat sebagai pertolongan pertama dan tidak ada kelanjutan untuk pengobatan berupa kunjungan ke psikiater atau terapis. Akibatnya, kondisi lebih buruk dikemudian hari ditemukan pada penderita serangan panik berulang ini.

Kecemasan dapat menurun bila mempunyai keinginan untuk sembuh dengan pengobatan sendiri atau bergabung dalam komunitas sharing yang sama-sama memiliki gangguan kecemasan. Komunitas ini dapat dibentuk melalui internet, baik dengan forum, chatting dan sebagainya

1) Pengobatan Medis

Gangguan panik dapat diketahui dengan infus laktat, PET scan (positron emission tomography) dan prolaps valvula yang diyakini sebagai penyebab kemunculan panik scara biologis. Panikogen merupakan penyebab stimulasi respirasi dan pergeseran keseimbangan asam-basa.

Obat yang menjadi acuan dalam serangan panik dalam medis sering digunakan adalah imipramin. Obat-obatan yang digunakan dalam treatment serangan panik adalah jenis trisiklik (Imipramin, Klomipramin), jenis benzodiazepines (Alprazolam), RIMA (Reversible Inhibitors of Monoamine Oxydase-A, seperti Moklobemid), dan SSRI (Selective Serotonin-Reuptake Inhibitors)- seperti fluoxetine (prozac), sertraline (zoloft), Paroksetin dan Fluvoksamin.

Penggunaan obat-obatan tersebut haruslah dibawah kontrol ketat dokter bersangkutan, obat-obatn tersebut seperti jenis trisiklik mempunyai beberapa efek samping seperti;
– Antihistamin (sedasi, mengantuk, kewaspadaan berkurang, kinerja psikomotorik dan kognitif menurun)
– Antikolinergik (mulut kering, retensi urin, sinus takikardi, gangguan visual)
– Antiadrenergik alfa (perubahan EKG, hipotensi)
– Neurotoksis (tremor halus, kejang, agitasi atau insomnia)
– Pemberian obat secara berlebihan pada penderita gangguan panik yang disertai gejala depresi dengan simtom bunuh diri akan meningkat mewujudkan keinginan tersebut

2) Psikoterapi

Terapi yang paling sering digunakan dalam perawatan kecemasan adalah cognitive-behavioural therapy (CBT). Pada CBT diberikan teknik pelatihan pernafasan atau meditasi ketika kecemasan muncul, teknik ini diberikan untuk penderita kecemasan yang disertai dengan serangan panik.

Support group juga diberikan dalam CBT, individu ditempatkan dalam group support yang mendukung proses treatment. Group support dapat berupa sekelompok orang yang memang telah dipersiapkan oleh konselor/terapis untuk mendukung proses terapi atau keluarga juga dapat diambil sebagai group support ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Emosi

08 Sep 2013 pikirdong

Emosi adalah gejolak yang ada pada organisme yang disertai oleh respon terhadap suatu rangsang, di…

5 Kalimat yang Dapat Merusak Cinta Anda

07 Sep 2013 pikirdong

Di dalam menjalin hubungan interpersonal yang mendalam, kadang beberapa orang menggunakan kalimat-kalimat yang dapat membangkitkan…

Pacaran, Adakah Pengaruh Buruknya?

08 Sep 2013 Fira Friantini

Pacaran adalah kata yang tidak asing lagi di pendengaran kita. Apalagi di kalangan remaja. Istilah…

Alkohol dan Pengaruhnya

10 Sep 2013 pikirdong

Kebanyakan orang mengkonsumsi alkohol sebagai akibat tekanan sosial disekelilingnya, misalnya pada anak laki-laki dianggap sebagai…

Salah Kaprah tentang HAM

05 Oct 2016 Bagus Riyono

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan…

Commitment Phobia

06 Sep 2013 pikirdong

Commitment phobia merupakan bentuk suatu ketakutan (fear) untuk menjalin suatu hubungan yang lebih erat, rasa…

Agresivitas dalam Pendidikan: Masalah dan Solusinya

09 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam konteks ke-Indonesiaan saat ini, apa yang dilihat oleh warga negara Indonesia melalui media massa…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice…

13 Jul 2017 Sayed Muhammad

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting…

Edisi Ibukota: Gairah Bercita

04 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Dalam sebuah sesi wawancara kerja, seorang pimpinan bertanya pada saya. " Apa sih sebenernya passion kamu?…

Gangguan Delusi

04 Sep 2013 pikirdong

Gangguan delusi merupakan suatu kondisi dimana pikiran terdiri dari satu atau lebih delusi. ―Delusi diartikan…

Terjebak Penyalahgunaan Narkoba

09 Sep 2013 pikirdong

Beberapa faktor kondisional yang mempengaruhi individu untuk menggunakan narkoba dan terjebak di dalam lingkaran setan…

Kekerasan Terhadap Anak

08 Sep 2013 Sayed Muhammad

Kekerasan terhadap anak (child abusive) terjadi dalam pelbagai kultur, etnis atau kelompok masyarakat. Kekerasan dapat…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders yang ke V terjadi perubahan…

30 Aug 2017 Artikel Psikologi Psikologi Klinis pikirdong No comments

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan juga, diambil langkah untuk rawat…

24 Aug 2017 Kolom Sayed Muhammad Sayed Muhammad No comments

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014