TwitterFacebookGoogle+

Paraphilia

Paraphilia adalah istilah klinis yang digunakan untuk menggambarkan penyimpang seksual. Paraphilia merupakan permasalahan menyangkut kontrol terhadap impuls, baik secara langsung dan intens terhadap fantasi seksual, mendesak, dan perilaku yang melibat objek, aktivitas dan situasi tertentu yang tidak lazim. Objek, aktivitas dan situasi merupakan suatu kebutuhan bagi individu sebagai pemenuhan kebutuhan seksualnya.

Catatan:
Artikel ini dibuat berdasarkan saat acuan lama Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) IV yang berlaku sejak tahun 1980-2013. Terbitnya DSM V terbaru telah merubah definisi, pengertian, diagnosa serta simtom dan arti secara umum keseluruhan artikel ini. Perubahan ini dapat dibaca dalam artikel berikut.

Penyimpangan seksual berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) IV;

…dorongan seksual secara berulang-ulang, dorongan seks yang mendesak, atau perilaku yang melibatkan; 1) objek bukan manusia, 2) menimbulkan penderitaan dan nyeri pada seseorang atau pasangannya, atau 3) anak-anak atau orang-orang yang tidak menginginkannya. Gangguan ini setidaknya lebih atau sekurang-kurang 6 bulan.

Paraphilia merupakan penyimpang seksual, dimana individu melakukan aktivitas seksual yang tidak biasa dilakukan oleh orang-orang pada umumnya, melanggar batas norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat.

Sekilas tentang Paraphilia

Paraphilia berasal dari bahasa Yunani, para yang berarti “lebih” dan philia berarti “teman”, atau “bersenang-senang”. Paraphilia merupakan gangguan mental merujuk pada dorongan seksual, atau respon seksual terhadap objek atau situasi yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.

Istilah paraphilia pertama sekali disebutkan oleh seorang psikoterapis bernama Wilhelm Stekel dalam bukunya yang berjudul Sexual Aberrations pada tahun 1925. Pemakaian istilah itu tidak begitu menyebar hingga tahun 1950an dan ketika DSM (1980an) menggunakan istilah tersebut barulah istilah tersebut menjadi sering digunakan dibeberapa media.

Jenis parafilia
302 .4 Eksibisionisme
302 .81 Fetishisme
302 .89 Frotteurism
302 .2 Pedofillia
302 .83 Masokisme seksual
302 .84 Sadisme seksualisme
302 .3 Fetishisme transvestik
302 .82 Veyourisme
302 .9 Parafilia YTT

Sebagian besar paraphilia mengidap pada pria lebih banyak dibandingkan wanita (20:1).

Paraphilia erat kaitannya dengan perilaku agresivitas, perilaku pendiam dan kejahatan. Beberapa jenis paraphila seperti pedophilia, eksibisionisme, veyourisme, sadisme dan frotteurism digolongkan sebagai kejahatan seksual (kriminalitas)

GEJALA UMUM

Perilaku-perilaku tersebut (berdasarkan kriteria DSM diatas) dapat berupa;
1) Objek bukan manusia seperti sepatu, baju dalam, bahan kulit atau karet, binatang, parfum (aroma tertentu), air, cat dan sebagainya.
2) Menimbulkan penderitaan seperti perilaku mencekik, memukul, menyiksa, tetesan lilin dan sebagainya. Perilaku tersebut bertujuan menyakiti pasangannya sehingga individu mendapatkan kepuasan.
3) Anak-anak atau orang yang tidak menginginkan seperti anak-anak kecil, orang yang tidak berdaya atau orang yang tidak mengetahui bahwa dirinya sedang diintip dan sebagainya.
4) Aktivitas dan situasi seperti; bertingkah atau berperilaku menyerupai profesi tertentu, memakai kostum seragam tertentu

Beberapa jenis paraphilia dikategorikan sebagai kejahatan seksual. Beberapa agama (terutama Islam) seks sangat dilarang, secara umumnya orang berpendapat paraphilia juga merupakan dosa.

Seiringan perkembangan psikologi, paraphilia menjadi etiologi penting yang masih terus dipelajari dampak-dampak paraphilia yang mempengaruhi fungsi pribadi individu terhadap fungsi dan situasi sosial. Beberapa jenis paraphilia juga kadang menjadi kontroversi dan perdebatan dalam suatu komunitas tertentu atau masyarakat. Perbedaan pendapat berupa sebagai bentuk penyimpangan seksual atau variasi seksual, atau menjadi hak-hak privasi individu dalam penyaluran seksual. Contoh; perilaku homoseksual dan masturbasi

Pada awalnya perilaku homoseksual tertera sebagai bagian dari paraphilia dalam DSM I dan II, namun pada DSM III dan IV homoseksual sudah tidak ada dalam terdaftar dan sudah tidak dianggap lagi sebagai bentuk penyimpangan seksual.

Masturbasi merupakan hal yang paling sering menjadi pembicaraan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pria dan wanita pernah melakukan masturbasi. Secara psikologis masturbasi memberi pengaruhi yang tidak baik terhadap beberapa orang, masturbasi memberi pengaruh adiktif yang berakibatkan pada gangguan seperti kesulitan berkonsentrasi, kompulsi, dan perasaan bersalah (dosa).

Hanya sembilan kategori paraphilia yang disebutkan oleh DSM yakni; eksibisionisme, fetishisme, frotteurism, pedofillia, masokisme seksual, sadisme seksualisme, fetishisme transvestik, veyourisme dan yang terakhir digolongkan paraphilia yang tidak digolongkan, tidak terdefinisi, lainnya. Jenis-jenis paraphilia lainnya kadang disebutkan oleh beberapa media dengan pengertian yang berbeda-beda, bahkan beberapa diantaranya sengaja diciptakan sebagai bentuk pengungkapan media yang positif.

Mengenai jumlah jenis paraphilia yang ada masih dalam perdebatan para ahli, beberapa jenis paraphilia diantaranya disebutkan dan disebarkan oleh pecandu pornografi yang menyebutkan tingkah-lakunya sebagai bentuk lain dari paraphilia.

FAKTOR PENYEBAB

Faktor penyebab langsung terbentuknya penyimpangan seksual paraphilia tidak diketahui secara pasti, beberapa dugaan kemunculan gangguan ini;
1) Pengalaman pelecehan dan kekerasan seksual dimasa kanak-kanak
2) Keterdekatan dengan situasi atau objek tertentu secara berulang kali dengan aktivitas seksual
3) Hambatan perkembangan dan kesulitan dalam menjalin hubungan dengan beda jenis
4) Kecanduan pornografi, beberapa tayangan nyeleneh (aneh) akan memberikan daya tarik seperti magnet yang dapat mempengaruhi psikologis ketergantungan
5) Pengaruh dari pasangan seksual
6) Pelampiasan stress yang tidak tepat sehingga menimbulkan kebiasaan dan pengulangan secara terus-menerus.
7) Rasa ingin mencoba yang diakibat penyampaian informasi atau persepsi yang salah

TREATMENT

Langkah-langkah yang dapat ditempuh;

• Psikoterapi
Teknik yang dapat dipakai adalah Cognitive Behavioral Therapy (CBT), terapi dapat dilakukan secara individual dan terapi kelompok, latihan yang diberikan adalah meningkatkan ketrampilan sosial, latihan fisik, latihan konsentrasi, mengatasi depresi, dan treatmen hormon

• Medikasi
Pemberian obat antiandrogen yang bertujuan untuk menormalkan level hormon testeron. Obat-obat yang digunakan seperti medroxyprogesterone dan cyproterone
Bila individu juga disertai gangguan kecemasan dan depresi jenis SSRIs (selective serotonin reuptake inhibitors) menjadi obat pilihan dokter; fluoxetine atau fluvoxamine

PENCEGAHAN SENDIRI

Stress reduction secara tepat. Tidak melakukan aktivitas seksual yang aneh-aneh sebagai pelampiasan stres. Lakukan hal-hal positif agar penyaluran stres tidak merusak perilaku dan kebiasaan lainnya, perilaku menyimpang dapat teradiktif bila penyaluran stres dengan aktivitas seksual setiap kali dilakukan bila stress menimpa.
• Perkuatkan iman, bagaimanapun iman merupakan benteng terbaik sebagai pencegahan penyimpangan perilaku.
Self control. Mengontrol dorongan rasa ingin tahu, mencoba atau pengaruh teman ―dengan penuh kesadaran dan pengetahuan akan dampak-dampak buruk dari perilaku tersebut
• Tidak surfing atau melihat pornografi yang bebas bisa di dapat dari internet atau media lainnya.
• Membiasakan hidup sehat untuk mengurang stres, termasuk olahraga teratur, nutrisi yang seimbang dan pengalaman spiritual dan religius.

Leave a Reply

1 Comment on "Paraphilia"

avatar
resti
Guest

Saya sangat membutuhkan buku mengenai paraphilia terutama untuk fetishisme transvestik, saya sedang membahas mengenai crossdresser, bisakah memberi buku2 rujukan mengenai itu? Terimakasih

Artikel Lainnya

Panic Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Panic disorder (gangguan panik) merupakan panik yang terjadi secara tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda kemunculannya seperti…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice…

13 Jul 2017 Sayed Muhammad

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting…

Anak dan Peterporn

14 Jun 2011 Fuad Nashori

Peterporn. Itulah istilah yang digunakan untuk menggambarkan aksi pornografi yang diduga (sangat keras) melibatkan pesohor…

Narcissistic Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsisistik merupakan gangguan mental dimana individu merasa dirinya…

Phobia

06 Sep 2013 pikirdong

Phobia merupakan gangguan kecemasan terhadap stimulus atau situasi tertentu yang pada dasarnya tidak membahayakan bagi…

Menghindar Burnout di Tempat Kerja

08 Sep 2013 pikirdong

Istilah burnout secara psikologis pada awalnya digunakan oleh Freudenberger meminjam istilah yang pada awalnya…

Ciri Iklan Bombastis

03 Sep 2013 pikirdong

Banyak sekali iklan di sekeliling kita, iklan-iklan tersebut dapat kita temukan di pinggir jalan, toko,…

Reformasi Sistem Pendidikan Finlandia Menjadikan Mereka yang Terbaik…

16 Oct 2015 Sayed Muhammad

Reformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan di Finlandia telah dimulai 40 tahun lalu, kini, sekolah-sekolah di…

Alkohol dan Pengaruhnya

10 Sep 2013 pikirdong

Kebanyakan orang mengkonsumsi alkohol sebagai akibat tekanan sosial disekelilingnya, misalnya pada anak laki-laki dianggap sebagai…

Puasa Bicara

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Berbagai hadis Nabi Muhammad memberikan pelajaran pada kita tentang makna puasa. Puasa adalah media bagi…

Restrukturisasi Kognitif melalui Al-Fatihah

04 Sep 2013 pikirdong

Semula, judul tesis saya adalah “Terapi Al-Fatihah”. Namun di kemudian hari, istilah yang lebih tepat…

Peran Keluarga terhadap Keselamatan Anak Saat Terjadi Bencana

08 Sep 2013 Fuad Nashori

Anak-anak adalah bagian dari masyarakat yang paling rentan terhadap bencana (tsunami, gempa, banjir, longsor, penculikan,…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan Comments (1)

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014