Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

Reformasi Sistem Pendidikan Finlandia Menjadikan Mereka yang Terbaik di Dunia

Reformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan di Finlandia telah dimulai…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Paraphilia

Paraphilia adalah istilah klinis yang digunakan untuk menggambarkan penyimpang seksual. Paraphilia merupakan permasalahan menyangkut kontrol terhadap impuls, baik secara langsung dan intens terhadap fantasi seksual, mendesak, dan perilaku yang melibat objek, aktivitas dan situasi tertentu yang tidak lazim. Objek, aktivitas dan situasi merupakan suatu kebutuhan bagi individu sebagai pemenuhan kebutuhan seksualnya.

Penyimpangan seksual berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM);

…dorongan seksual secara berulang-ulang, dorongan seks yang mendesak, atau perilaku yang melibatkan; 1) objek bukan manusia, 2) menimbulkan penderitaan dan nyeri pada seseorang atau pasangannya, atau 3) anak-anak atau orang-orang yang tidak menginginkannya. Gangguan ini setidaknya lebih atau sekurang-kurang 6 bulan.

Paraphilia merupakan penyimpang seksual, dimana individu melakukan aktivitas seksual yang tidak biasa dilakukan oleh orang-orang pada umumnya, melanggar batas norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat.

Sekilas tentang Paraphilia

Paraphilia berasal dari bahasa Yunani, para yang berarti “lebih” dan philia berarti “teman”, atau “bersenang-senang”. Paraphilia merupakan gangguan mental merujuk pada dorongan seksual, atau respon seksual terhadap objek atau situasi yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.

Istilah paraphilia pertama sekali disebutkan oleh seorang psikoterapis bernama Wilhelm Stekel dalam bukunya yang berjudul Sexual Aberrations pada tahun 1925. Pemakaian istilah itu tidak begitu menyebar hingga tahun 1950an dan ketika DSM (1980an) menggunakan istilah tersebut barulah istilah tersebut menjadi sering digunakan dibeberapa media.

 

Jenis parafilia
302 .4 Eksibisionisme
302 .81 Fetishisme
302 .89 Frotteurism
302 .2 Pedofillia
302 .83 Masokisme seksual
302 .84 Sadisme seksualisme
302 .3 Fetishisme transvestik
302 .82 Veyourisme
302 .9 Parafilia YTT

Sebagian besar paraphilia mengidap pada pria lebih banyak dibandingkan wanita (20:1).

Paraphilia erat kaitannya dengan perilaku agresivitas, perilaku pendiam dan kejahatan. Beberapa jenis paraphila seperti pedophilia, eksibisionisme, veyourisme, sadisme dan frotteurism digolongkan sebagai kejahatan seksual (kriminalitas)

 

GEJALA UMUM

Perilaku-perilaku tersebut (berdasarkan kriteria DSM diatas) dapat berupa;
1) Objek bukan manusia seperti sepatu, baju dalam, bahan kulit atau karet, binatang, parfum (aroma tertentu), air, cat dan sebagainya.
2) Menimbulkan penderitaan seperti perilaku mencekik, memukul, menyiksa, tetesan lilin dan sebagainya. Perilaku tersebut bertujuan menyakiti pasangannya sehingga individu mendapatkan kepuasan.
3) Anak-anak atau orang yang tidak menginginkan seperti anak-anak kecil, orang yang tidak berdaya atau orang yang tidak mengetahui bahwa dirinya sedang diintip dan sebagainya.
4) Aktivitas dan situasi seperti; bertingkah atau berperilaku menyerupai profesi tertentu, memakai kostum seragam tertentu

Beberapa jenis paraphilia dikategorikan sebagai kejahatan seksual. Beberapa agama (terutama Islam) seks sangat dilarang, secara umumnya orang berpendapat paraphilia juga merupakan dosa.

Seiringan perkembangan psikologi, paraphilia menjadi etiologi penting yang masih terus dipelajari dampak-dampak paraphilia yang mempengaruhi fungsi pribadi individu terhadap fungsi dan situasi sosial. Beberapa jenis paraphilia juga kadang menjadi kontroversi dan perdebatan dalam suatu komunitas tertentu atau masyarakat. Perbedaan pendapat berupa sebagai bentuk penyimpangan seksual atau variasi seksual, atau menjadi hak-hak privasi individu dalam penyaluran seksual. Contoh; perilaku homoseksual dan masturbasi

Pada awalnya perilaku homoseksual tertera sebagai bagian dari paraphilia dalam DSM I dan II, namun pada DSM III dan IV homoseksual sudah tidak ada dalam terdaftar dan sudah tidak dianggap lagi sebagai bentuk penyimpangan seksual.

Masturbasi merupakan hal yang paling sering menjadi pembicaraan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pria dan wanita pernah melakukan masturbasi. Secara psikologis masturbasi memberi pengaruhi yang tidak baik terhadap beberapa orang, masturbasi memberi pengaruh adiktif yang berakibatkan pada gangguan seperti kesulitan berkonsentrasi, kompulsi, dan perasaan bersalah (dosa).

Hanya sembilan kategori paraphilia yang disebutkan oleh DSM yakni; eksibisionisme, fetishisme, frotteurism, pedofillia, masokisme seksual, sadisme seksualisme, fetishisme transvestik, veyourisme dan yang terakhir digolongkan paraphilia yang tidak digolongkan, tidak terdefinisi, lainnya. Jenis-jenis paraphilia lainnya kadang disebutkan oleh beberapa media dengan pengertian yang berbeda-beda, bahkan beberapa diantaranya sengaja diciptakan sebagai bentuk pengungkapan media yang positif.

Mengenai jumlah jenis paraphilia yang ada masih dalam perdebatan para ahli, beberapa jenis paraphilia diantaranya disebutkan dan disebarkan oleh pecandu pornografi yang menyebutkan tingkah-lakunya sebagai bentuk lain dari paraphilia.

FAKTOR PENYEBAB

Faktor penyebab langsung terbentuknya penyimpangan seksual paraphilia tidak diketahui secara pasti, beberapa dugaan kemunculan gangguan ini;
1) Pengalaman pelecehan dan kekerasan seksual dimasa kanak-kanak
2) Keterdekatan dengan situasi atau objek tertentu secara berulang kali dengan aktivitas seksual
3) Hambatan perkembangan dan kesulitan dalam menjalin hubungan dengan beda jenis
4) Kecanduan pornografi, beberapa tayangan nyeleneh (aneh) akan memberikan daya tarik seperti magnet yang dapat mempengaruhi psikologis ketergantungan
5) Pengaruh dari pasangan seksual
6) Pelampiasan stress yang tidak tepat sehingga menimbulkan kebiasaan dan pengulangan secara terus-menerus.
7) Rasa ingin mencoba yang diakibat penyampaian informasi atau persepsi yang salah

TREATMENT

Langkah-langkah yang dapat ditempuh;

• Psikoterapi
Teknik yang dapat dipakai adalah Cognitive Behavioral Therapy (CBT), terapi dapat dilakukan secara individual dan terapi kelompok, latihan yang diberikan adalah meningkatkan ketrampilan sosial, latihan fisik, latihan konsentrasi, mengatasi depresi, dan treatmen hormon

• Medikasi
Pemberian obat antiandrogen yang bertujuan untuk menormalkan level hormon testeron. Obat-obat yang digunakan seperti medroxyprogesterone dan cyproterone
Bila individu juga disertai gangguan kecemasan dan depresi jenis SSRIs (selective serotonin reuptake inhibitors) menjadi obat pilihan dokter; fluoxetine atau fluvoxamine

PENCEGAHAN SENDIRI

Stress reduction secara tepat. Tidak melakukan aktivitas seksual yang aneh-aneh sebagai pelampiasan stres. Lakukan hal-hal positif agar penyaluran stres tidak merusak perilaku dan kebiasaan lainnya, perilaku menyimpang dapat teradiktif bila penyaluran stres dengan aktivitas seksual setiap kali dilakukan bila stress menimpa.
• Perkuatkan iman, bagaimanapun iman merupakan benteng terbaik sebagai pencegahan penyimpangan perilaku.
Self control. Mengontrol dorongan rasa ingin tahu, mencoba atau pengaruh teman ―dengan penuh kesadaran dan pengetahuan akan dampak-dampak buruk dari perilaku tersebut
• Tidak surfing atau melihat pornografi yang bebas bisa di dapat dari internet atau media lainnya.
• Membiasakan hidup sehat untuk mengurang stres, termasuk olahraga teratur, nutrisi yang seimbang dan pengalaman spiritual dan religius.

1 comment

  1. resti Reply

    Saya sangat membutuhkan buku mengenai paraphilia terutama untuk fetishisme transvestik, saya sedang membahas mengenai crossdresser, bisakah memberi buku2 rujukan mengenai itu? Terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Orientasi Nilai Budaya dan Pemaafan pada Mahasiswa

05 Sep 2015 Fuad Nashori

Abstract The aim of this research is to find out relationship between Javanese cultural value orientation…

Kenakalan Remaja

10 Sep 2013 pikirdong

Bila kita menemukan kata “kenakalan remaja” maka terlintas dalam benak kita, apakah ada yang disebut…

Developmental Milestones: Usia 9 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 9 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Menggunakan bunyi tertentu untuk tanda berlainan Tingkah laku Mulai mengerti dengan merespon…

Menopause

09 Sep 2013 pikirdong

Menopause merupakan proses biologis yang alami terjadi pada wanita pada usia 40-60 tahun (pada umumnya…

Schizoid Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian skizoid (schizoid personality disorder) merupakan suatu karakter yang sifatnya menetap dalam diri individu…

Puasa Bicara

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Berbagai hadis Nabi Muhammad memberikan pelajaran pada kita tentang makna puasa. Puasa adalah media bagi…

Haruskah Menyontek Jadi Budaya?

08 Sep 2013 Fira Friantini

Budaya menyontek sangat identik dengan dunia pendidikan saat ini. Terlebih ketika ujian sedang berlangsung. Tak…

Sinopsis: Internet Addiction Disorder

04 Sep 2013 pikirdong

Revolusi komputer dan internet pada saat ini memungkinkan setiap orang untuk melakukan beberapa aktivitas di…

Agenda Sosial Pikirdong

03 Sep 2013 pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi…

Efek Perceraian pada Anak

12 Sep 2013 Sayed Muhammad

Perceraian merupakan mimpi buruk setiap pasangan menikah, namun kenyataan perceraian merupakan pilihan terbaik yang diambil…

Beberapa Jalan Menetaskan Ide-ide Kreatif Perspektif Psikologi Islami

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Tulisan ini akan menunjukkan proses-proses terjadinya kreativitas dalam perspektif Psikologi Islami. Perspektif psikologi Islami mempercayai…

Hukuman Mati untuk Koruptor

10 Sep 2011 Fuad Nashori

Di tengah maraknya kasus markus yang terjadi di negeri ini, rasanya patut bagi kita untuk…

  • 1
  • 2
  • 3

Kategori Lainnya

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi teman-teman semua yang rela dan…

03 Sep 2013 Agenda Sosial pikirdong No comments

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan kita. Ada hak perempuan, hak…

05 Oct 2016 Artikel Psikologi GIB Psikologi Islami Psikologi Sosial Bagus Riyono Comments (1)

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014