Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

Reformasi Sistem Pendidikan Finlandia Menjadikan Mereka yang Terbaik di Dunia

Reformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan di Finlandia telah dimulai…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Pelecehan Seksual

Pelecehan seksual sering kita jumpai disekeliling kita, bahkan kita sendiri tidak menyadarinya. Pelakunya bisa saja orang yang sangat dekat dengan kita, atau orang yang kita kenal dengan baik, teman, dosen, atasan kerja, suami, pacar bahkan orang tua kita sendiri.   Sayangnya, kasus pelecehan seksual sangat sulit menyeret pelakunya ke penjara, karena kurang kuatnya bukti-bukti yang diperlukan di pengadilan. Kenyataannya, pelakunya tidak akan pernah melakukannya sekali, ia akan terus mengulanginya setiap kali kesempatan itu ada.

Pelaku pelecehan seksual pada umumya melihat adanya kesempatan dari korbannya. Bila tidak ada respon dari korbannya membuat pelaku berani untuk mengulang perbuatannya. Kecuali dalam beberapa kasus pelaku memilih korban yang dianggap tidak mengerti atau dianggap tidak berbahaya karena korban tidak akan membuka mulut, biasanya korbannya adalah anak-anak.

Beberapa bentuk yang dianggap sebagai pelecehan seksual;   

Siulan , biasanya pelakunya adalah beberapa orang, kita temui ketika mereka duduk bergerombol dan melihat korban lewat di depan mereka yang dianggap cantik atau seksi. Walaupun mereka melakukannya dengan dalih iseng tapi ini menimbulkan rasa tidak nyaman pada wanita.

Obrolan atau cerita yang mengarah pada porno, kadang sering kita mendengarkan cerita dari teman, dosen atau orang-orang yang baru kita kenal, ceritanya membuat kita merasa tidak nyaman.

Anekdot atau plesetan yang mengarah pada pornografi , boleh saja bermaksud menghibur tapi perlu diperhatikan tempat dan waktu, tidak semua orang dapat menerima cerita seks yang vulgar apalagi di depan orang banyak.

Meraba . Meraba dengan menyentuh tubuh dapat menimbulkan rangsangan bagi pelakunya, biasanya mereka memanfaatkan situasi-situasi tertentu, misalkan duduk bersebelahan di bis atau kereta api, pelaku melakukannya ketika korban tertidur.

Mencolek atau memukul pantat . Pelaku melakukannya di tempat umum, antrian karcis, ketika lewat berpapasan dan sebagainya. Memukul pantat adalah hal yang tabu dilakukan, walaupun itu teman sendiri. Di beberapa tempat pelakunya dapat dihukum berat.

Syarat yang mengarah pada perilaku seksual . Imingan yang mengarah pada pendekatan seksual. Pelaku memanfaatkan situasi tertentu dimana korban terjepit atau membutuhkan kebutuhan itu. Misalkan promosi kerja, kelulusan mata kuliah, atau kasus casting sabun mandi dapat menjadi pelajaran buat kita.

Percobaan perkosaan .

Pelakunya dapat pacar atau suami sendiri. Pacar yang mengajak hubungan intim secara paksa, sering tidak dilaporkan ke polisi. Dalam beberapa kasus hal ini tidak dilaporkan karena dianggap kurangnya bukti yang kuat untuk dapat menyeret pelaku ke pengadilan, mereka (korban) tidak menyadari bahwa hal yang dialaminya adalah percobaan atau perkosaan. Meskipun pada awalnya perempuan menolak untuk melakukan hubungan seks, pria (pacar) mempunyai dalih bahwa perempuan juga dapat menikmati hubungan intim itu. Hal lainnya kebanyakan korban beranggapan bahwa hubungan seks menandakan bahwa keseriusan hubungan mereka akan semkain serius atau sebab lainnya adalah takut kehilangan pasangannya. Percobaan perkosaan atau bahkan oleh suaminya sendiri dapat terjadi pada pasangan menikah, hal ini dikaitkan dengan kondisi salah satu pasangan yang sebenarnya tidak siap atau enggan dalam menjalin hubungan seksual karena disebabkan oleh kondisi fisik seperti kelelahan atau menderita sakit.

Bercanda dengan menggunakan benda-benda yang dimiliki oleh wanita .

Misalkan bermain atau mempermainkan BH atau tampon di depan orang banyak dengan maksud merendahkan wanita atau berbuat lucu dengan benda tersebut di depan wanita.

Kasus casting iklan sabun yang menimpa beberapa gadis yang muda dan terlihat masih lugu itu merupakan tindakan pelecehan terhadap wanita, kasus ini mencoreng dunia broadcast sendiri. Ironisnya ini terjadi saat Indonesia sedang melawan berbagai tindakan dan pratek yang merendahkan martabat wanita.

Secara personal hal ini terjadi karena remaja sekarang semakin sulit membedakan tindakan yang berpegang pada prinsip benar-salah. Remaja semakin kabur membedakan nilai-nilai kebenaran. Sikap permisifisme yang semakin terbuka, seakan-akan hal itu (membuka baju -red) dalam casting adalah hal yang lumrah dan dapat diterima sebagai ongkos ketenaran bila ia sukses nantinya. Sayangnya hal ini dimanfaatkan sebagai objek pelampiasan hasrat seksual oleh oknum-oknum tertentu.  Come on Girls! Tidak ada seorang pun dapat menyentuh dirimu, siapa pun dia! Tidak ada seorangpun yang dapat merendahkan dirimu, tidak ada alasan yang dapat dibenarkan untuk merendahkan dirimu!

stop-violence-against-women2

Picture : blogs.thenews.com.pk

Antisipasi

1. Peganglah prinsip bahwa tidak ada alasan yang dapat dibenarkan orang lain untuk merendahkan diri Anda, siapapun dia, apapun alasannya.

2. Berpeganglah pada prinsip bahwa tidak ada seorang pun yang dapat menyentuh, meraba atau melihat bagian tubuh Anda untuk keperluan tertentu, kecuali bila Anda merasa nyaman untuk itu.

3. Tidak memakai baju yang mencolok, terlalu seksi atau terbuka di depan orang lain saat berjalan sendirian atau di tempat-tempat gelap karena ini akan menggerakan orang untuk menggoda Anda.

4. Beritahu teman Anda bila Anda tidak menyukai joking– nya yang terlalu melampaui batas. Bila perlu jauhi orang-orang seperti ini.

5. Peringatkan secara langsung bila ada orang berani mencolek pantat Anda.

6. Bila cara nomor 5 tidak berjalan, permalukan dia dengan bicara sedikit agak keras padanya, katakan bahwa Anda tidak suka dengan sikapnya.

7. Peringatkan bahwa tindakannya dapat melanggar hukum dan tolak semua persyaratan yang diajukannya bila Anda merasa dirugikan.

8. Laporkan pada polisi. Jangan terburu-buru untuk melaporkannya, Anda memerlukan bukti-bukti yang kuat untuk menyeretnya ke pengadilan. Usahakan ada orang lain yang melihat situasi Anda, bila ada bukti yang dapat diajukan, jangan dibuang atau hilang

Penulis

ayed
Sayed Muhammad
adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini. Beberapa pengalamannya pernah mengajar di STAIN Malikussaleh untuk bidang studi psikologi pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Bila Anda Mendapat Tawaran Pemotretan Sensual?

08 Sep 2013 Sayed Muhammad

Gadis-gadis Indonesia bugil mulai bermunculan di internet sekitar tahun 1997. Gambar sensual tersebut bermunculan tidak…

Teknik Relaksasi: Mengurangi Stres

04 Sep 2013 pikirdong

Relaksasi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan sendiri oleh individu untuk mengurangi stres, kekalutan…

Katakan Saja Tidak!

29 Oct 2015 Sayed Muhammad

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar untuk mengatakan "tidak" yang memang kita…

Developmental Milestones: Usia 36 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 36 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Menggunakan kalimat dengan sederhana Tingkah laku Berinteraksi dengan orang dewasa dan anak-anak Pekerjaan…

Commitment Phobia

06 Sep 2013 pikirdong

Commitment phobia merupakan bentuk suatu ketakutan (fear) untuk menjalin suatu hubungan yang lebih erat, rasa…

Salah Kaprah tentang HAM

05 Oct 2016 Bagus Riyono

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan…

Ketergantungan Komputer dan Internet: Tips dan Treatment

04 Sep 2013 pikirdong

Ketergantungan pada internet dan komputer memberikan dampak buruk dan perilaku baik secara langsung ataupun secara…

Haruskah Menyontek Jadi Budaya?

08 Sep 2013 Fira Friantini

Budaya menyontek sangat identik dengan dunia pendidikan saat ini. Terlebih ketika ujian sedang berlangsung. Tak…

Autism Disorder

05 Sep 2013 pikirdong

Autisme (autism disorder) merupakan gangguan pada sistem syaraf pusat yang berdampak pada gangguan interaksi sosial,…

Memberi Support pada Anak Gangguan Autis

04 Sep 2013 pikirdong

Saat ini diperkirakan sekitar 35 juta anak di dunia mengalami gangguan autisme, angka ini meningkat…

Edisi Ibukota : Tas Tas Integritas!!

15 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Salam Tarzan Kota! Sudah sampai manakah Tarzan-Tarzan kota menjelajah?? Harapan saya, kita tetap akan bertemu di…

Kekerasan Terhadap Anak

08 Sep 2013 pikirdong

Kekerasan terhadap anak (child abusive) terjadi dalam pelbagai kultur, etnis atau kelompok masyarakat. Kekerasan dapat…

  • 1
  • 2
  • 3

Kategori Lainnya

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi teman-teman semua yang rela dan…

03 Sep 2013 Agenda Sosial pikirdong No comments

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan kita. Ada hak perempuan, hak…

05 Oct 2016 Artikel Psikologi GIB Psikologi Islami Psikologi Sosial Bagus Riyono Comments (1)

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014