TwitterFacebookGoogle+

Pemicu Munculnya Stres

Beberapa faktor yang dianggap sebagai pemicu timbulnya stres (stressor):

A. Faktor fisik-biologis

1) Genetika
Banyak ahli beranggapan bahwa masa kehamilan mempunyai keakraban dengan kemungkinan kerentanan stres pada anak yang dilahirkan, kondisi-kondisi tersebut berupa ibu hamil perokok, ibu hamil yang alkoholik, penggunaan obat-obatan yang dilarang dipakai pada masa kehamilan seperti; aspirin dan jenis obat-obatan analgesik

2) Case History
Beberapa riwayat penyakit dimasa lalu yang mempunyai efek psikologis di masa depan, dapat berupa penyakit dimasa kecil seperti demam tinggi yang mempengaruhi kerusakan gendang telinga dsb, kecelakaan yang mengakibatkan kehilangan organ atau bagian tubuh (cacat), patah tulang dan sebagainya.

3) Pengalaman hidup
Mencakup case history dan juga pengalaman-pengalaman hidup yang mempengaruhi perasaan independen dan juga menyangkut kematangan organ-organ seksual pada masa remaja. Contoh; pada anak remaja yang mengalami keterlambatan pertumbuhan payudara dibandingkan dengan kelompok bermainnya akan mempengaruhi perilakunya, atau pada anak laki-laki yang merasa minder karena pertumbuhan phalus yang terlambat dibandingkan kelompok bermainnya akan mendapat ejekan dari teman-temannya yang mempengaruhi rasa percaya diri ketika akan menikah.

4) Tidur
Istirahat yang cukup akan memberikan energi pada kegiatan yang sedang dilakukannya, kebutuhan tidur akan mempengaruhi terhadap konsentrasi, semangat dan gairah terhadap pekerjaan yang dilakoninya. Penderita insomnia mempunyai kerentanan terhadap stres yang lebih berat.

5) Diet
Diet yang berlebihan dapat mengakibatkan stres berat. Pelaku diet penderita obesitas yang melakukan diet ketat yang berlebihan mempunyai resiko kematian yang tinggi, di Amerika Serikat diperkirakan 6 diantara 10 orang yang melakukan diet ketat ini menyebabkan kematian. Diet secara berlebihan memungkinkan munculnya sindrom anoreksia.

6) Postur tubuh
Dalam beberapa kasus, postur tubuh dapat berperan sebagai stressor, misalnya individu yang berkeinginan untuk menjadi polisi atau tentara, batasan tinggi badan dapat menjadi kendala bila bersangkutan tidak mencapai taraf yang telah ditentukan, Individu yang memiliki kelainan bentuk tubuh, cacat bawaan, dan penggunaan stereoid juga dapat memicu munculnya stres pada indvidu yang telah teradiksi.

7) Penyakit
Beberapa penyakit dapat menjadi stressor pada individu berupa; tuberculosis (TBC), kanker, impotensi yang disebabkan oleh penyakit diabetes mellitus, dan berbagai penyakit lainnya. Penyakit anemia dapat menimbulkan individu cepat merasa lelah sehingga dapat menimbulkan rasa stres sehingga individu kurang dapat bekerja secara maksimal.

B. Faktor psikologis

1) Persepsi
Kadar stres dalam suatu peristiwa sangat tergantung bagaimana individu bereaksi terhadap stres tersebut, hal ini sangat tergantung bagaimana individu berpersepsi terhadap stressor yang muncul. Kadar stress tersebut sangat bergantung pada:
– Kontrol terhadap stres
Individu dapat mengontrol stres yang muncul, misalnya individu tersebut keluar dari lingkungan dan pemikiran-pemikiran yang dapat merusak pemikiran positif.
– Stres yang dapat diprediksi
Individu yang mempunyai kesiapan terhadap hal-hal pekerjaan yang mengandung resiko stres akan lebih baik dibandngkan individu yang tak siap samasekali. Individu yang dapat memprediksi akan lebih ringan kadar stresnya dibandingkan individu yang langsung berhadapan dengan stressor yang tak pernah ia duga sebelumnya.
– Kemampuan melawan batas
Individu yang beranggapan bahwa stres sebagai tantangan yang mengasyikan akan mempengaruhi kadar stres yang rendah, biasanya individu tersebut tetap enerjik dengan semua apa yang dilakukan sebagai tantangan, hal ini akan berbeda pada individu yang merasa terpaksa melakukannya.

2) Emosi
Emosi merupakan hal sangat penting dan sangat kompleks dalam diri individu, perbedaan kemampuan untuk mengenal dan membedakan setiap perasaan emosi sangat berpengaruh terhadap stres yang sedang dialaminya. Stress dan emosi mempunyai keterikatan yang saling mempengaruhi keduanya yakni; kecemasan, rasa bersalah, khawatir, ekspresi marah, rasa takut, sedih, cemburu

3) Situasi psikologis
Hal-hal yang mempengaruhi konsep berpikir (kognisi) dan penilaian terhadap situasi-situasi yang mempengaruhinya. Situasi tersebut berupa konflik, frustrasi serta situasi atau kondisi tertentu yang dapat mempengaruhi penilaian yang memberikan ancaman bagi individu, misalnya tingkat kejahatan yang semakin meningkat akan memberikan rasa kecemasan (stres)

4) Pengalaman hidup
Pengalaman hidup merupakan keseluruhan kejadian yang memberikan pengaruh psikologis bagi individu. Kejadian tersebut memberikan dampak implikasi psikologis dan memungkinkan kemunculan stres bagi individu. Beberapa kejadian tersebut adalah;

a) Perubahan hidup
Termasuk didalamnya berbagai kejadian yang memberikan perubahan hidup secara mendadak
seperti perkawinan, perceraian, pindah tempat kerja, jadwal kerja yang padat dan sebagainya
b) Masa transisi (life passages)
Perubahan-perubahan waktu yang signifikan terhadap perubahan perilaku
Hal-hal tersebut termasuk masa pubertas, masa pra pensiun
c) Krisis kehidupan
Perubahan status radikal dalam kehidupan seseorang
Kejadian-kejadian yang menyangkut krisis kehidupan adalah pemecatan (PHK), bangkrut, hutang akibat gagal panen dan sebagainya.

C. Faktor Lingkungan

1) Lingkungan Fisik
Hal-hal kondisi atau pun kejadian yang berhubungan dengan keadaan sekeliling individu yang dapat memicu stres, hal tersebut dapat berupa bencana alam (disaster syndrome) berupa gempa bumi, topan, badai, dan sebgainya. Hal-hal lain yang dapat menjadi stressor adalah kondisi cuaca (terlalu panas/dingin), kondisi lingkungan yang padat (over crowded), kemacetan, lingkungan kerja yang kotor, dan sebagainya

2) Lingkungan Biotik
Gangguan yang berasal dari makhluk microscopic berupa virus atau bakteri. Penderita alergi misalnya dapat menjadi stres bila lingkungan tempat tinggalnya dapat menjadi pemicu munculnya alergi bila berada di dalamnya

3) Lingkungan Sosial
Hubungan yang buruk dengan orangtua, bos atau rekan kerja adalah hal-hal yang berhubungan affiliasi dengan orang lain yang tidak berjalan dengan baik akan menjadi stressor bagi individu yang tidak dapat memperbaiki hubungannya.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Menopause

09 Sep 2013 pikirdong

Menopause merupakan proses biologis yang alami terjadi pada wanita pada usia 40-60 tahun (pada umumnya…

The Creative Process of Indonesian Muslim Writers: An…

10 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT   The purpose of this study is to examine the creative process of Indonesian Muslim writers.…

Avoidant Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian menghindar (avoidant personality disorder; AvPD/APD) adalah suatu kondisi karakteristik dimana individu mengalami hambatan-hambatan…

Melejitkan Moral-Spiritual Anak

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Ada sejumlah langkah untuk melejitkan moral-spiritual anak, yaitu dengan meningkatkan stimulasi pendengaran, penglihatan dan perabaan…

Developmental Milestones: Usia 3 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 3 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Menangis ketika mengompol Mendekut bila merasa nyaman Tingkah laku Tersenyum bila ada orang…

Halusinasi

07 Sep 2013 pikirdong

Halusinasi merupakan persepsi yang abnormal pada individu dimana ia sadar dan terjaga akan tetapi tanpa…

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

28 Apr 2018 Fuad Nashori

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang…

Ciri Iklan Bombastis

03 Sep 2013 pikirdong

Banyak sekali iklan di sekeliling kita, iklan-iklan tersebut dapat kita temukan di pinggir jalan, toko,…

Dunia Pendidikan : Menjalin Rasa Simpati dan Pengertian

12 Sep 2013 Sayed Muhammad

Anak-anak yang merasa, atau dibuat tidak merasa, tidak diterima dan tidak kompeten akan lambat memulihkan…

Frotteurism – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Frotteurism merupakan salah satu jenis paraphilia, istilah ini digunakan untuk menggambarkan dorongan seksual yang kuat…

Arti Sebuah Persahabatan

18 Aug 2008 Sayed Muhammad

Sabahat adalah orang terdekat dengan kita, kebanyakan dari kita selalu mengangap bahwa orang-orang yang kita…

ADHD Pada Orang Dewasa

05 Sep 2013 pikirdong

ADHD tidak saja mengidap pada anak-anak, sebagian besar gangguan tersebut tetap dibawa sampai dewasa. Secara…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan Comments (1)

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014