DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic…

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Pemicu Munculnya Stres

Beberapa faktor yang dianggap sebagai pemicu timbulnya stres (stressor):

A. Faktor fisik-biologis

1) Genetika
Banyak ahli beranggapan bahwa masa kehamilan mempunyai keakraban dengan kemungkinan kerentanan stres pada anak yang dilahirkan, kondisi-kondisi tersebut berupa ibu hamil perokok, ibu hamil yang alkoholik, penggunaan obat-obatan yang dilarang dipakai pada masa kehamilan seperti; aspirin dan jenis obat-obatan analgesik

2) Case History
Beberapa riwayat penyakit dimasa lalu yang mempunyai efek psikologis di masa depan, dapat berupa penyakit dimasa kecil seperti demam tinggi yang mempengaruhi kerusakan gendang telinga dsb, kecelakaan yang mengakibatkan kehilangan organ atau bagian tubuh (cacat), patah tulang dan sebagainya.

3) Pengalaman hidup
Mencakup case history dan juga pengalaman-pengalaman hidup yang mempengaruhi perasaan independen dan juga menyangkut kematangan organ-organ seksual pada masa remaja. Contoh; pada anak remaja yang mengalami keterlambatan pertumbuhan payudara dibandingkan dengan kelompok bermainnya akan mempengaruhi perilakunya, atau pada anak laki-laki yang merasa minder karena pertumbuhan phalus yang terlambat dibandingkan kelompok bermainnya akan mendapat ejekan dari teman-temannya yang mempengaruhi rasa percaya diri ketika akan menikah.

4) Tidur
Istirahat yang cukup akan memberikan energi pada kegiatan yang sedang dilakukannya, kebutuhan tidur akan mempengaruhi terhadap konsentrasi, semangat dan gairah terhadap pekerjaan yang dilakoninya. Penderita insomnia mempunyai kerentanan terhadap stres yang lebih berat.

5) Diet
Diet yang berlebihan dapat mengakibatkan stres berat. Pelaku diet penderita obesitas yang melakukan diet ketat yang berlebihan mempunyai resiko kematian yang tinggi, di Amerika Serikat diperkirakan 6 diantara 10 orang yang melakukan diet ketat ini menyebabkan kematian. Diet secara berlebihan memungkinkan munculnya sindrom anoreksia.

6) Postur tubuh
Dalam beberapa kasus, postur tubuh dapat berperan sebagai stressor, misalnya individu yang berkeinginan untuk menjadi polisi atau tentara, batasan tinggi badan dapat menjadi kendala bila bersangkutan tidak mencapai taraf yang telah ditentukan, Individu yang memiliki kelainan bentuk tubuh, cacat bawaan, dan penggunaan stereoid juga dapat memicu munculnya stres pada indvidu yang telah teradiksi.

7) Penyakit
Beberapa penyakit dapat menjadi stressor pada individu berupa; tuberculosis (TBC), kanker, impotensi yang disebabkan oleh penyakit diabetes mellitus, dan berbagai penyakit lainnya. Penyakit anemia dapat menimbulkan individu cepat merasa lelah sehingga dapat menimbulkan rasa stres sehingga individu kurang dapat bekerja secara maksimal.

B. Faktor psikologis

1) Persepsi
Kadar stres dalam suatu peristiwa sangat tergantung bagaimana individu bereaksi terhadap stres tersebut, hal ini sangat tergantung bagaimana individu berpersepsi terhadap stressor yang muncul. Kadar stress tersebut sangat bergantung pada:
– Kontrol terhadap stres
Individu dapat mengontrol stres yang muncul, misalnya individu tersebut keluar dari lingkungan dan pemikiran-pemikiran yang dapat merusak pemikiran positif.
– Stres yang dapat diprediksi
Individu yang mempunyai kesiapan terhadap hal-hal pekerjaan yang mengandung resiko stres akan lebih baik dibandngkan individu yang tak siap samasekali. Individu yang dapat memprediksi akan lebih ringan kadar stresnya dibandingkan individu yang langsung berhadapan dengan stressor yang tak pernah ia duga sebelumnya.
– Kemampuan melawan batas
Individu yang beranggapan bahwa stres sebagai tantangan yang mengasyikan akan mempengaruhi kadar stres yang rendah, biasanya individu tersebut tetap enerjik dengan semua apa yang dilakukan sebagai tantangan, hal ini akan berbeda pada individu yang merasa terpaksa melakukannya.

2) Emosi
Emosi merupakan hal sangat penting dan sangat kompleks dalam diri individu, perbedaan kemampuan untuk mengenal dan membedakan setiap perasaan emosi sangat berpengaruh terhadap stres yang sedang dialaminya. Stress dan emosi mempunyai keterikatan yang saling mempengaruhi keduanya yakni; kecemasan, rasa bersalah, khawatir, ekspresi marah, rasa takut, sedih, cemburu

3) Situasi psikologis
Hal-hal yang mempengaruhi konsep berpikir (kognisi) dan penilaian terhadap situasi-situasi yang mempengaruhinya. Situasi tersebut berupa konflik, frustrasi serta situasi atau kondisi tertentu yang dapat mempengaruhi penilaian yang memberikan ancaman bagi individu, misalnya tingkat kejahatan yang semakin meningkat akan memberikan rasa kecemasan (stres)

4) Pengalaman hidup
Pengalaman hidup merupakan keseluruhan kejadian yang memberikan pengaruh psikologis bagi individu. Kejadian tersebut memberikan dampak implikasi psikologis dan memungkinkan kemunculan stres bagi individu. Beberapa kejadian tersebut adalah;

a) Perubahan hidup
Termasuk didalamnya berbagai kejadian yang memberikan perubahan hidup secara mendadak
seperti perkawinan, perceraian, pindah tempat kerja, jadwal kerja yang padat dan sebagainya
b) Masa transisi (life passages)
Perubahan-perubahan waktu yang signifikan terhadap perubahan perilaku
Hal-hal tersebut termasuk masa pubertas, masa pra pensiun
c) Krisis kehidupan
Perubahan status radikal dalam kehidupan seseorang
Kejadian-kejadian yang menyangkut krisis kehidupan adalah pemecatan (PHK), bangkrut, hutang akibat gagal panen dan sebagainya.

C. Faktor Lingkungan

1) Lingkungan Fisik
Hal-hal kondisi atau pun kejadian yang berhubungan dengan keadaan sekeliling individu yang dapat memicu stres, hal tersebut dapat berupa bencana alam (disaster syndrome) berupa gempa bumi, topan, badai, dan sebgainya. Hal-hal lain yang dapat menjadi stressor adalah kondisi cuaca (terlalu panas/dingin), kondisi lingkungan yang padat (over crowded), kemacetan, lingkungan kerja yang kotor, dan sebagainya

2) Lingkungan Biotik
Gangguan yang berasal dari makhluk microscopic berupa virus atau bakteri. Penderita alergi misalnya dapat menjadi stres bila lingkungan tempat tinggalnya dapat menjadi pemicu munculnya alergi bila berada di dalamnya

3) Lingkungan Sosial
Hubungan yang buruk dengan orangtua, bos atau rekan kerja adalah hal-hal yang berhubungan affiliasi dengan orang lain yang tidak berjalan dengan baik akan menjadi stressor bagi individu yang tidak dapat memperbaiki hubungannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Mengenal Dyslexia Pada Anak

13 Oct 2015 pikirdong

Dyslexia (disleksia) merupakan ketidakmampuan belajar (learning disability) yang dialami oleh seseorang dimana individu tidak mampu…

Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Paraphilia adalah istilah klinis yang digunakan untuk menggambarkan penyimpang seksual. Paraphilia merupakan permasalahan menyangkut kontrol…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

15 Oct 2015 Sayed Muhammad

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia 3 tahun, anak mulai mengerti bahwa…

Narcissistic Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsisistik merupakan gangguan mental dimana individu merasa dirinya…

Kompetensi Interpersonal Mahasiswa Ditinjau dari Jenis Kelamin

06 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi interpersonal antara mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan. Hipotesis…

Menjadi Survivor yang Baik

09 Dec 2008 Fuad Nashori

Survivor adalah orang yang terluput dari bencana, orang yang selamat. Dalam tulisan ini, digunakan istilah…

Masalah lagi… Masalah lagi…

08 Sep 2013 pikirdong

Aduh…! Pusing banget nich. Lagi banyak masalah”, atau “Kenapa sich masalah selalu dateng hampirin aku!”,…

Defense Mechanism

06 Sep 2013 pikirdong

Ketika timbul suatu dorongan atau kebutuhan, manusia yang normal akan cenderung untuk menghilangkan atau mengurangi…

Halusinasi

07 Sep 2013 pikirdong

Halusinasi merupakan persepsi yang abnormal pada individu dimana ia sadar dan terjaga akan tetapi tanpa…

Dependent Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian dependen (Dependent Personality Disorder; DPD) adalah suatu kondisi karakteristik dimana individu sangat tergantung…

Ciri-ciri Keluarga Bahagia

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Keluarga yang diidealkan setiap manusia adalah keluarga yang memiliki ciri-ciri mental sehat demikian: sakinah (perasaan…

Simtom dan Dampak dari Internet Adiktif

04 Sep 2013 pikirdong

Bagaimana yang disebut sebagai adiktif internet dan komputer? Bagaimana pula yang disebut dengan menggunakan komputer…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders yang ke V terjadi perubahan…

30 Aug 2017 Artikel Psikologi Psikologi Klinis pikirdong No comments

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan juga, diambil langkah untuk rawat…

24 Aug 2017 Kolom Sayed Muhammad Sayed Muhammad No comments

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014