Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

Reformasi Sistem Pendidikan Finlandia Menjadikan Mereka yang Terbaik di Dunia

Reformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan di Finlandia telah dimulai…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Pemicu Munculnya Stres

Beberapa faktor yang dianggap sebagai pemicu timbulnya stres (stressor):

A. Faktor fisik-biologis

1) Genetika
Banyak ahli beranggapan bahwa masa kehamilan mempunyai keakraban dengan kemungkinan kerentanan stres pada anak yang dilahirkan, kondisi-kondisi tersebut berupa ibu hamil perokok, ibu hamil yang alkoholik, penggunaan obat-obatan yang dilarang dipakai pada masa kehamilan seperti; aspirin dan jenis obat-obatan analgesik

2) Case History
Beberapa riwayat penyakit dimasa lalu yang mempunyai efek psikologis di masa depan, dapat berupa penyakit dimasa kecil seperti demam tinggi yang mempengaruhi kerusakan gendang telinga dsb, kecelakaan yang mengakibatkan kehilangan organ atau bagian tubuh (cacat), patah tulang dan sebagainya.

3) Pengalaman hidup
Mencakup case history dan juga pengalaman-pengalaman hidup yang mempengaruhi perasaan independen dan juga menyangkut kematangan organ-organ seksual pada masa remaja. Contoh; pada anak remaja yang mengalami keterlambatan pertumbuhan payudara dibandingkan dengan kelompok bermainnya akan mempengaruhi perilakunya, atau pada anak laki-laki yang merasa minder karena pertumbuhan phalus yang terlambat dibandingkan kelompok bermainnya akan mendapat ejekan dari teman-temannya yang mempengaruhi rasa percaya diri ketika akan menikah.

4) Tidur
Istirahat yang cukup akan memberikan energi pada kegiatan yang sedang dilakukannya, kebutuhan tidur akan mempengaruhi terhadap konsentrasi, semangat dan gairah terhadap pekerjaan yang dilakoninya. Penderita insomnia mempunyai kerentanan terhadap stres yang lebih berat.

5) Diet
Diet yang berlebihan dapat mengakibatkan stres berat. Pelaku diet penderita obesitas yang melakukan diet ketat yang berlebihan mempunyai resiko kematian yang tinggi, di Amerika Serikat diperkirakan 6 diantara 10 orang yang melakukan diet ketat ini menyebabkan kematian. Diet secara berlebihan memungkinkan munculnya sindrom anoreksia.

6) Postur tubuh
Dalam beberapa kasus, postur tubuh dapat berperan sebagai stressor, misalnya individu yang berkeinginan untuk menjadi polisi atau tentara, batasan tinggi badan dapat menjadi kendala bila bersangkutan tidak mencapai taraf yang telah ditentukan, Individu yang memiliki kelainan bentuk tubuh, cacat bawaan, dan penggunaan stereoid juga dapat memicu munculnya stres pada indvidu yang telah teradiksi.

7) Penyakit
Beberapa penyakit dapat menjadi stressor pada individu berupa; tuberculosis (TBC), kanker, impotensi yang disebabkan oleh penyakit diabetes mellitus, dan berbagai penyakit lainnya. Penyakit anemia dapat menimbulkan individu cepat merasa lelah sehingga dapat menimbulkan rasa stres sehingga individu kurang dapat bekerja secara maksimal.

B. Faktor psikologis

1) Persepsi
Kadar stres dalam suatu peristiwa sangat tergantung bagaimana individu bereaksi terhadap stres tersebut, hal ini sangat tergantung bagaimana individu berpersepsi terhadap stressor yang muncul. Kadar stress tersebut sangat bergantung pada:
– Kontrol terhadap stres
Individu dapat mengontrol stres yang muncul, misalnya individu tersebut keluar dari lingkungan dan pemikiran-pemikiran yang dapat merusak pemikiran positif.
– Stres yang dapat diprediksi
Individu yang mempunyai kesiapan terhadap hal-hal pekerjaan yang mengandung resiko stres akan lebih baik dibandngkan individu yang tak siap samasekali. Individu yang dapat memprediksi akan lebih ringan kadar stresnya dibandingkan individu yang langsung berhadapan dengan stressor yang tak pernah ia duga sebelumnya.
– Kemampuan melawan batas
Individu yang beranggapan bahwa stres sebagai tantangan yang mengasyikan akan mempengaruhi kadar stres yang rendah, biasanya individu tersebut tetap enerjik dengan semua apa yang dilakukan sebagai tantangan, hal ini akan berbeda pada individu yang merasa terpaksa melakukannya.

2) Emosi
Emosi merupakan hal sangat penting dan sangat kompleks dalam diri individu, perbedaan kemampuan untuk mengenal dan membedakan setiap perasaan emosi sangat berpengaruh terhadap stres yang sedang dialaminya. Stress dan emosi mempunyai keterikatan yang saling mempengaruhi keduanya yakni; kecemasan, rasa bersalah, khawatir, ekspresi marah, rasa takut, sedih, cemburu

3) Situasi psikologis
Hal-hal yang mempengaruhi konsep berpikir (kognisi) dan penilaian terhadap situasi-situasi yang mempengaruhinya. Situasi tersebut berupa konflik, frustrasi serta situasi atau kondisi tertentu yang dapat mempengaruhi penilaian yang memberikan ancaman bagi individu, misalnya tingkat kejahatan yang semakin meningkat akan memberikan rasa kecemasan (stres)

4) Pengalaman hidup
Pengalaman hidup merupakan keseluruhan kejadian yang memberikan pengaruh psikologis bagi individu. Kejadian tersebut memberikan dampak implikasi psikologis dan memungkinkan kemunculan stres bagi individu. Beberapa kejadian tersebut adalah;

a) Perubahan hidup
Termasuk didalamnya berbagai kejadian yang memberikan perubahan hidup secara mendadak
seperti perkawinan, perceraian, pindah tempat kerja, jadwal kerja yang padat dan sebagainya
b) Masa transisi (life passages)
Perubahan-perubahan waktu yang signifikan terhadap perubahan perilaku
Hal-hal tersebut termasuk masa pubertas, masa pra pensiun
c) Krisis kehidupan
Perubahan status radikal dalam kehidupan seseorang
Kejadian-kejadian yang menyangkut krisis kehidupan adalah pemecatan (PHK), bangkrut, hutang akibat gagal panen dan sebagainya.

C. Faktor Lingkungan

1) Lingkungan Fisik
Hal-hal kondisi atau pun kejadian yang berhubungan dengan keadaan sekeliling individu yang dapat memicu stres, hal tersebut dapat berupa bencana alam (disaster syndrome) berupa gempa bumi, topan, badai, dan sebgainya. Hal-hal lain yang dapat menjadi stressor adalah kondisi cuaca (terlalu panas/dingin), kondisi lingkungan yang padat (over crowded), kemacetan, lingkungan kerja yang kotor, dan sebagainya

2) Lingkungan Biotik
Gangguan yang berasal dari makhluk microscopic berupa virus atau bakteri. Penderita alergi misalnya dapat menjadi stres bila lingkungan tempat tinggalnya dapat menjadi pemicu munculnya alergi bila berada di dalamnya

3) Lingkungan Sosial
Hubungan yang buruk dengan orangtua, bos atau rekan kerja adalah hal-hal yang berhubungan affiliasi dengan orang lain yang tidak berjalan dengan baik akan menjadi stressor bagi individu yang tidak dapat memperbaiki hubungannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Orientasi Nilai Budaya dan Pemaafan pada Mahasiswa

05 Sep 2015 Fuad Nashori

Abstract The aim of this research is to find out relationship between Javanese cultural value orientation…

Kenakalan Remaja

10 Sep 2013 pikirdong

Bila kita menemukan kata “kenakalan remaja” maka terlintas dalam benak kita, apakah ada yang disebut…

Developmental Milestones: Usia 9 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 9 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Menggunakan bunyi tertentu untuk tanda berlainan Tingkah laku Mulai mengerti dengan merespon…

Menopause

09 Sep 2013 pikirdong

Menopause merupakan proses biologis yang alami terjadi pada wanita pada usia 40-60 tahun (pada umumnya…

Schizoid Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian skizoid (schizoid personality disorder) merupakan suatu karakter yang sifatnya menetap dalam diri individu…

Puasa Bicara

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Berbagai hadis Nabi Muhammad memberikan pelajaran pada kita tentang makna puasa. Puasa adalah media bagi…

Haruskah Menyontek Jadi Budaya?

08 Sep 2013 Fira Friantini

Budaya menyontek sangat identik dengan dunia pendidikan saat ini. Terlebih ketika ujian sedang berlangsung. Tak…

Sinopsis: Internet Addiction Disorder

04 Sep 2013 pikirdong

Revolusi komputer dan internet pada saat ini memungkinkan setiap orang untuk melakukan beberapa aktivitas di…

Agenda Sosial Pikirdong

03 Sep 2013 pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi…

Efek Perceraian pada Anak

12 Sep 2013 Sayed Muhammad

Perceraian merupakan mimpi buruk setiap pasangan menikah, namun kenyataan perceraian merupakan pilihan terbaik yang diambil…

Beberapa Jalan Menetaskan Ide-ide Kreatif Perspektif Psikologi Islami

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Tulisan ini akan menunjukkan proses-proses terjadinya kreativitas dalam perspektif Psikologi Islami. Perspektif psikologi Islami mempercayai…

Hukuman Mati untuk Koruptor

10 Sep 2011 Fuad Nashori

Di tengah maraknya kasus markus yang terjadi di negeri ini, rasanya patut bagi kita untuk…

  • 1
  • 2
  • 3

Kategori Lainnya

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi teman-teman semua yang rela dan…

03 Sep 2013 Agenda Sosial pikirdong No comments

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan kita. Ada hak perempuan, hak…

05 Oct 2016 Artikel Psikologi GIB Psikologi Islami Psikologi Sosial Bagus Riyono Comments (1)

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014