Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

Reformasi Sistem Pendidikan Finlandia Menjadikan Mereka yang Terbaik di Dunia

Reformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan di Finlandia telah dimulai…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Peran Keluarga terhadap Keselamatan Anak Saat Terjadi Bencana

Anak-anak adalah bagian dari masyarakat yang paling rentan terhadap bencana (tsunami, gempa, banjir, longsor, penculikan, dsb). Sebagian mereka tidak paham dengan berbagai bencana yang mungkin mengganggu kehidupan mereka. Sebagian yang lain, sekalipun paham, namun kemampuannya dalam menyelamatkan diri masih rendah. Salah satu contoh yang segar dalam ingatan kita adalah tiga bersaudara yang sedang berkunjung ke rumah neneknya pada idul fitri kemarin bermain-main di sungai. Ternyata sungai inilah yang menjadi ’kuburan’ bagi mereka. Entah apa yang terjadi, tiga bersaudara yang semuanya laki-laki itu tewas di sungai ini.

Dalam bencana gempa di Yogyakarta (2006) dan Sumatra Barat (2009), banyak anak yang menjadi survivor bencana. Sejumlah anak terluka parah berada di bawah reruntuhan rumahnya dan mereka meninggal di bawah reruntuhan itu. Kita bertanya: apa yang tak dilakukan keluarganya sehingga tiga bersaudara ini tewas di sungai yang tidak sedang deras itu?

Menjadikan Anak Paham dengan Ancaman Bencana

Anak-anak Indonesia perlu memperoleh support informasi bahwa mereka tinggal di negara yang rawan bencana. Indonesia berada dalam pertemuan-pertemuan lempengan bumi. Bila lempengan-lempengan itu bergeser atau bergerak, maka muncullah gempa. Gempa itu mungkin akan diikuti oleh tsunami, longsor, hingga kebakaran. Semua bencana tersebut mengancam keselamatan mereka.

Anak-anak Indonesia juga perlu juga disadarkan bahwa mereka berada di dalam lingkungan sosial yang rawan, seperti adanya human trafficking (penjualan manusia), kekerasan dalam pendidikan, kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan oleh penjahat (penodong, perampok, dsb).

Bahaya-bahaya yang berasal dari alam juga perlu disampaikan kepada anak-anak, seperti binatang buas, binatang tidak buas tapi bisa menularkan penyakit (kucing, anjing, kecoak, dan sebagainya). Bahaya dari alam ghaib juga tidak kalah bahayanya, salah satu yang kongkrit adalah gangguan jin dalam bentuk kesurupan.

Bahaya-bahaya itu perlu dijelaskan kepada anak dalam konteks ada sesuatu yang dapat menghambat mereka dalam menggapai cita-cita atau masa depan yang gemilang. Dalam rangkan menggapai cita-cita ada yang menjadi pendorong/pelancar, tapi ada yang menghambat. Konteks dari penyebutan bahaya-bahaya adalah sesuatu yang dapat menggagalkan cita-cita. Setiap bahaya harus diatasi agar tidak mengganggu pencapaian cita-cita kita.

Menjadikan Anak Mampu Menghindar Bahaya

Anak-anak perlu disiapkan agar merela mampu terhindar dan keluar dari bencana. Anak-anak berusia di bawa lima tahun perlu disiapkan untuk mampu menyebut siapa bapak dan ibunya serta tempat tinggalnya, sehingga ketika terpisah dari keluarga (misalnya di super market, di lapangan saat menonton pertunjukan, di tempat wisata, dsb) ia dapat kembali ke pangkuan keluarga.

  • Anak-anak perlu mampu berenang sehingga ketika ada banjir atau terjerembab ke sungai atau pantai ia dapat meloloskan diri dari tenggelam.
  • Anak-anak perlu memiliki kemampuan teknis ketika gempa datang. Mereka harus tahu bahwa harus segera bergerak keluar dari ruangan dengan meletakkan alat-alat tertentu (seperti tas) di atas kepalanya atau ia tetap memilih dalam rumah sambil berlindung di bawah meja yang kokoh dan sebagainya.
  • Anak-anak harus bisa menolak ketika orang-orang yang mereka kenal atau tidak mereka kenal bermaksud jahat kepada mereka, menjebak mereka, dan memperjualbelikan mereka.
  • Anak-anak (terutama perempuan) perlu mengetahui tempat-tempat yang berbahaya untuk ruhani mereka, tempat yang dapat mengganggu keseimbangan jiwa mereka karena di situ tempat-tempat makhluk halus bertahta dan beraksi yang menyebabkan anak-anak kesurupan.

Ketrampilan yang utama adalah anak mampu menmbantu diri sendiri dalam menggapai keselamatan. Sejauh memungkinkan, mereka diharapkan membantu orang lain untuk selamat. Ketika mereka melihat rumah mereka yang bergoyang terkena gempa, mereka juga mampu berteriak: Ada gempa! Bapak, Ibu, Kakak, Adik segera Keluar!!!

Pertanyaan yang dapat diajukan, siapakah yang harus melakukan semua itu? Harapan terbesar adalah keluarga. Bapak dan Ibulah yang paling diharapkan mempersiapkan anak-anak dapat menyelamatkan diri dari bahaya-bahaya yang mengancam kehidupan mereka. Pihak Sekolah juga diharapkan peran sertanya. Masyarakat, melalui LSM atau komunitas-komunitas tertentu, diharapkan juga dapat membantu orangtua mempersiapkan anak menghadapi bencana.

Sebuah Lembaga yang Peduli terhadap Keselamatan Keluarga

Di tengah masyarakat sebaiknya ada sebuah lembaga yang peduli terhadap upaya penyelamatan keluarga. Lembaga ini melatih ayah dan ibu, juga bapak dan ibu guru, untuk memiliki kepedulian terhadap keselamatan anak-anak mereka. Aktivitas lembaga ini adalah melakukan riset, seminar, dan pelatihan-pelatihan yang semuanya berfokus pada upaya penyelamatan keluarga dari bencana yang mungkin datang. Dengan pekerjaan yang dilakukannya, lembaga ini akan menghasilkan pasangan suami istri sebagai pasangan yang benar-benar peduli terhadap keselamatan keluarga.

Beberapa isu yang dapat diangkat lembaga ini adalah anak adalah amanat yang harus dijaga orangtua secara optimum, menjadikan anak-anak sadar terhadap bencana yang ada di sekitar mereka, menjadikan anak mampu menolong diri sendiri dan orang lain saat dan pasca bencana, dan sebagainya.

Demikian. Bagaimana menurut Anda?

Penulis:

fuad
Fuad Nashori  adalah salah seorang pelopor dan ahli di bidang Psikologi Islami, sehari-hari beliau menjabat sebagai Ketua Umum PP Asosiasi Psikologi Islami Indonesia dan Dekan Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia, (UII) Yogyakarta. Fuad Nashori adalah penulis tetap untuk rubrik Psikologi Islami di website ini

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Bila Anda Mendapat Tawaran Pemotretan Sensual?

08 Sep 2013 Sayed Muhammad

Gadis-gadis Indonesia bugil mulai bermunculan di internet sekitar tahun 1997. Gambar sensual tersebut bermunculan tidak…

Teknik Relaksasi: Mengurangi Stres

04 Sep 2013 pikirdong

Relaksasi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan sendiri oleh individu untuk mengurangi stres, kekalutan…

Katakan Saja Tidak!

29 Oct 2015 Sayed Muhammad

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar untuk mengatakan "tidak" yang memang kita…

Developmental Milestones: Usia 36 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 36 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Menggunakan kalimat dengan sederhana Tingkah laku Berinteraksi dengan orang dewasa dan anak-anak Pekerjaan…

Commitment Phobia

06 Sep 2013 pikirdong

Commitment phobia merupakan bentuk suatu ketakutan (fear) untuk menjalin suatu hubungan yang lebih erat, rasa…

Salah Kaprah tentang HAM

05 Oct 2016 Bagus Riyono

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan…

Ketergantungan Komputer dan Internet: Tips dan Treatment

04 Sep 2013 pikirdong

Ketergantungan pada internet dan komputer memberikan dampak buruk dan perilaku baik secara langsung ataupun secara…

Haruskah Menyontek Jadi Budaya?

08 Sep 2013 Fira Friantini

Budaya menyontek sangat identik dengan dunia pendidikan saat ini. Terlebih ketika ujian sedang berlangsung. Tak…

Autism Disorder

05 Sep 2013 pikirdong

Autisme (autism disorder) merupakan gangguan pada sistem syaraf pusat yang berdampak pada gangguan interaksi sosial,…

Memberi Support pada Anak Gangguan Autis

04 Sep 2013 pikirdong

Saat ini diperkirakan sekitar 35 juta anak di dunia mengalami gangguan autisme, angka ini meningkat…

Edisi Ibukota : Tas Tas Integritas!!

15 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Salam Tarzan Kota! Sudah sampai manakah Tarzan-Tarzan kota menjelajah?? Harapan saya, kita tetap akan bertemu di…

Kekerasan Terhadap Anak

08 Sep 2013 pikirdong

Kekerasan terhadap anak (child abusive) terjadi dalam pelbagai kultur, etnis atau kelompok masyarakat. Kekerasan dapat…

  • 1
  • 2
  • 3

Kategori Lainnya

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi teman-teman semua yang rela dan…

03 Sep 2013 Agenda Sosial pikirdong No comments

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan kita. Ada hak perempuan, hak…

05 Oct 2016 Artikel Psikologi GIB Psikologi Islami Psikologi Sosial Bagus Riyono Comments (1)

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014