Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

Reformasi Sistem Pendidikan Finlandia Menjadikan Mereka yang Terbaik di Dunia

Reformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan di Finlandia telah dimulai…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia 3 tahun, anak mulai mengerti bahwa pertambahan usia yang dikaitkan dengan sebuah perayaan dari kebiasaan dalam keluarganya. Ulang tahun identik dengan mendapat macam-macam hadiah, kue ulang tahun, tiup lilin, pakai baju baru, berkumpul bersama teman dan saudara. Hal-hal inilah yang dipahami oleh sang anak bila usianya nanti bertambah satu di tahun depannya lagi.

Dengan merayakan ulang tahun anak, berarti memperkenalkan anak untuk mengembangkan inisiatif awal dalam mengkoordinasi pestanya sendiri. Orangtua hendaknya mengerti akan kebutuhan dan keinginan anak sehingga pesta yang diselenggrakan tidak berkesan memaksa kehendak orangtuanya.

Seiring dengan itu juga, anak mulai belajar bahwa pesta itu menyenangkan, sebuah konsep menghibur diri mulai dipelajari anak secara tidak langsung.

Bila Anda mencermati beberapa tulisan pakar anak, beberapa diantara mereka menyebutkan bahwa merayakan ulang tahun anak merupakan hal yang sangat penting bagi perkembangan anak dalam mengembangkan sense of initiative, tidak penting bagi anak apakah pesta itu dirayakan dengan mewah atau sederhana sekali pun. Hal itu sangat tergantung pada background ekonomi keluarga itu sendiri.

Merayakan pesta ulang tahun anak memberikan pembelajaran baru bagi si anak, anak mulai belajar menempatkan dirinya dalam kelompok, belajar menerima orang lain, anak belajar mempersiapkan diri dalam menyusun acara, mendekorasi ruangan, bahkan tentunya anak belajar juga untuk membagi, suatu saat ketika ia juga harus menyediakan kado untuk temannya ketika ia bakal diundang.

Bagi orangtua yang bekeinginanan merayakan ulang tahun anaknya, tidak hanya juga harus memperhatikan hal-hal yang menguntungkan bagi perkembangan si anak juga, namun peran orangtua haruslah dapat memberikan informasi yang bermanfaat dan lebih bermakna dalam merayakan ulang tahun. Artinya, seiring anak diperkenalkan pada acara-acara tersebut, orangtua juga harus dapat menanamkan nilai-nilai emosional dan spiritual dalam diri anak. Sehingga acara perayaan tersebut tidaklah sekedar sebuah pesta hura-hura saja.

Bagi Anda yang ingin merayakan ulang tahun anak, hal-hal life skill seharusnya sudah ditanamkan pada anak;
1. Anak setidaknya sudah diberi pengertian akan disiplin
2. Sedikitnya sudah mengerti akan tanggungjawab
3. Anak sudah dapat mengerti perasaan dan mempunyai empati
4. Anak sudah mengerti sedikitnya mengenai etika

Perayaan pesta ulang tahun anak dapat dilakukan pada usia 3 tahun, pada usia ini anak sudah dapat mengerti pertambahan usia, anak sedang dalam tahap mengembang ide-ide kreatif dan inisiatif, anak juga sudah dianggap mampu membedakan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan. Misalnya saja, anak sudah dapat memahami bahwa harus tertib, menunggu peran dan kapan harus melakukan sesuatu secara bersama, anak tidak dapat menonjolkan dirinya sehingga dapat mengganggu acara pesta.

Maka sangat disarankan kepada orangtua agar menanamkan ketrampilan-ketrampilan diatas terlebih dahulu sebelum merayakan pesta ulang tahun anak, karena pesta itu biasanya akan terus berlanjut sampai usia anak mencapai 17 tahun sebagai puncak kedewasaan. Pesta yang dikenal dengan sweet seventeen biasanya kerab dilakukan hura-hura dan diluar kontrol orangtua, bila anak sejak awal sudah ditanamkan ketrampilan-ketrampilan tersebut maka anak sudah siap dalam mengembangkan self control dengan baik.

Pesta Ulang Tahun yang Berbeda

Sebenarnya banyak hal dalam merayakan ulang tahun dapat dilakukan selain dengan pesta, misalnya saja merayakan ulang tahun di panti asuhan, anak belajar berbagi dengan anak-anak yang tidak mampu, dan menariknya anak belajar memberi dibandingkan menerima, dimana kebanyakan pesta ulang tahun anak menerima kado pemberian dari temannya. Anak belajar berempati dengan anak-anak yang tidak mampu, dan sebuah pelajaran berarti yang diterima anak; ia menangkap pesan-pesan emosi bagaimana anak-anak panti asuhan begitu riang menerima hadiah atau makan bersama-sama dengan menu yang berbeda. Sebuah keindahan dalam berbagi yang tidak ternilai harganya.

Perayaan ulang tahun dapat juga dilakukan dengan jalan-jalan ke hutan, sebuah pesta hutan! Ajak atau undang beberapa anak saja dalam jumlah kecil, ajak menapaki jalan hutan. Sambil berjalan orangtua bercerita bagaimana fungsi hutan sangat berarti bagi kehidupan, anak dapat diajarkan bagaimana cara merawat hutan sejak dini. Anak juga dapat disuguhi cerita atau dongeng tentang hutan yang dapat membangkitkan semangat dalam berinteraksi dengan alam sekitarnya. Sebuah pelajaran yang berharga yang didapat anak dalam sebuah pesta yang menyenangkan!

Penulis :ayed

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Efek Perceraian pada Anak

12 Sep 2013 Sayed Muhammad

Perceraian merupakan mimpi buruk setiap pasangan menikah, namun kenyataan perceraian merupakan pilihan terbaik yang diambil…

Post Traumatic Stress Disorder

08 Sep 2013 pikirdong

Situasi stres pada umumnya menghasilkan reaksi emosional seperti; kecemasan, kemarahan, kekecewaan dan depresi. Kegembiraan juga…

Beberapa Jalan Menetaskan Ide-ide Kreatif Perspektif Psikologi Islami

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Tulisan ini akan menunjukkan proses-proses terjadinya kreativitas dalam perspektif Psikologi Islami. Perspektif psikologi Islami mempercayai…

Dependent Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian dependen (Dependent Personality Disorder; DPD) adalah suatu kondisi karakteristik dimana individu sangat tergantung…

Ungkap Sayang kepada Anak

09 Sep 2013 Sayed Muhammad

Anak merupakan dambaan setiap pasangan yang telah menikah. Kebanyakan orangtua sangat menyayangi anak-anaknya. Anak tumbuh…

Post Partum Blues

07 Sep 2013 pikirdong

Post Partum Blues merupakan problem psikis sesudah melahirkan seperti kemunculan kecemasan, labilitas perasaan dan depresi…

Menjadi Diri Anda Sendiri

16 Mar 2007 Sayed Muhammad

Tulisan artikel ini dimulai ketika secara tidak sengaja saya menemukan tulisan Guru Bahasa Inggris ketika…

Identitas Universitas Islam

09 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam kesempatan ini saya ingin membuka kembali wacana tentang Universitas Islam. Persoalan ini penting untuk…

Agenda Sosial Pikirdong

03 Sep 2013 pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi…

Veyourisme – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Voyeurisms atau veyourisme merupakan perilaku penyimpangan seksual dengan cara mengintip orang lain yang sedang mengganti…

The Creative Process of Indonesian Muslim Writers: An…

10 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT   The purpose of this study is to examine the creative process of Indonesian Muslim writers.…

Schizotypal Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian skizotipal (schizotypal personality disorder) adalah suatu kondisi gangguan serius dimana individu hampir tidak…

  • 1
  • 2
  • 3

Kategori Lainnya

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi teman-teman semua yang rela dan…

03 Sep 2013 Agenda Sosial pikirdong No comments

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan kita. Ada hak perempuan, hak…

05 Oct 2016 Artikel Psikologi GIB Psikologi Islami Psikologi Sosial Bagus Riyono Comments (1)

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014