DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic…

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Phobia

Phobia merupakan gangguan kecemasan terhadap stimulus atau situasi tertentu yang pada dasarnya tidak membahayakan bagi orang secara umum, akan tetapi individu tersebut mengalami peningkatan kecemasan yang tidak lazim dibandingkan orang lain yang menhadapi situasi atau stimulus yang sama. Individu menyadari bahwa rasa atkutnya itu tidak rasional akan tetapi ketika menghadapi situasi tersebut terjadi peningkatan rasa khawatir yang kuat bahkan kadang menimbulkan serangan panik.

Banyak orang menyebut dirinya menderita phobia spesifik seperti ketakutan terhadap ular (ophidiophobia, snakephobia), laba-laba (arachnophobia), ketinggian (acrophobia) dan sebagainya padahal rasa takut tersebut merupakan hal yang lumrah yang dapat terjadi pada siapa pun. Disebut mengalami phobia bila ketakutan tersebut mempengaruhi kehidupan dan aktivitas sehari-harinya.

Menurut DSM IV (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders) gangguan phobia dikategorikan dalam 3 garis besar; yakni gangguan phobia spesifik (terisolasi), fobia sosial dan agoraphobia.

Beberapa jenis phobia spesifik diantara adalah;

Arachnophobia – phobia pada laba-laba
Acrophobia – phobia pada ketinggian
Aerophobia – phobia pada pesawat, melakukan perjalanan via pesawat,
Brontophobia – phobia pada suara dan kilat petir
Carcinophobia – ketakutan pada munculnya kanker dalam diri (cancerophobia)
Cat Phobia – phobia pada kucing (ailurophobia)
Caligynephobia – phobia pada wanita cantik
Claustrophobia – phobia apda ruangan sempit
Clown Phobia – phobia pada badut (coulrophobia)
Commitment phobia – takut pada atau berkomitmen, terikat dengan pasangannya  (baca)
Dendrophobia – phobia pada pepohonan
Dog Phobia – phobia pada anjing atau rabies (cynophobia)
Driving Phobia – phobia mengendarai mobil (amaxophobia)
Enissophobia – phobia melakukan dosa, melanggar komit
Erythrophobia – phobia pada warna merah pada pipi, warna merah (ereuthophobia)
Glossophobia – phobia untuk berbicara atau memulai pembicaraan di depan publik
Hydrophobia – ketakutan pada air, termasuk air liur anjing yang memungkinkan rabies
Necrophobia – ketakutan pada kematian atau kehilangan sesuatu (mati)
Needle Phobia – ketakutan pada benda runcing, jarum (aichmophobia)
Nudophobia – takut telanjang, melihat orang telanjang
Olfactophobia – phobia pada rasa bau-bauan yang menyengat
Ornithophobia – phobia pada burung-burung
Ponophobia – takut pada kerja keras yang dapat menimbulkan rasa sakit
Pupaphobia – phobia pada boneka
Thalassophobia – phobia pada laut
Trichophobia – phobia pada rambut (chaetophobia, hypertrichophobia)
Zoophobia – phobia pada hewan

Individu yang mengalami gangguan spesifik phobia kadang disertai dengan serangan panik, pada individu dewasa mereka menyadari bahwa ketakutan tersebut tidak beralasan dan tidak rasional, akan tetapi mereka tidak berkemampuan untuk menghilangkan rasa kecemasannya. Pada situasi tertentu penderita phobia tidak merasa cemas ketika dihadapkan pada kondisi yang berbeda, misalnya pada penderita acrophobia (phobia pada ketinggian) tidak merasa takut mendaki gunung tinggi tapi kecemasannya muncul ketika ia berada pada lantai gedung yang tinggi.

Simtom

Simtom yang muncul pada penderita phobia secara umum hampir sama dengan gejala kecemasan, akan tetapi simtom-simtom yang ada terarah pada situasi dan kondisi tertentu saja (tidak menyeluruh). Beberapa simtom yang ditemukan pada penderita gangguan phobia:
1) Sering sakit kepala, migrain.
2) Ingin tidur lebih lama.
3) Berkeringat secara berlebihan.
4) Otot menegang.
5) Rasa ingin muntah.
6) Peningkatan rasa cemas
7) Berpikir secara tidak realistis, takut dan membayangkan sesuatu bakal terjadi.
8) Sulit berkonsentrasi.
9) Mudah merasa capai atau letih.
10) Gemetar.
11) Kewaspadaan secara berlebihan (overt alertness)
12) Phobia erat kaitannya dengan pengalaman trauma sebelumnya
13) Takut terhadap sesuatu kondisi atau situasi tertentu yang menimbulkan kecemasan akan tetapi kecemasan itu berkurang bila situasi atau objek yang ditakuti itu tidak berada disekitar individu

Treatment

1) Terapi obat-obatan
Neurotransmiter utama terhadap gangguan kecemasan dengan melihat hasil laboratorium dengan mencheck peningkatan norepinefrin, serotonin dan gamma aminobutryc acid (GABA). Dengan positron emission tomography (PET) juga ditemukan kelainan (disregulasi) pembuluh darah serebral.

Biasanya untuk kecemasan dokter menganjurkan penggunaan obat psikoleptik, yaitu benzodiazepines dalam dosis rendah. Jenis obat-obat ini adalah Diazepam, Klordiazepoksid, Lorazepam, Klobazam, Bromazepam, Oksazolam, Klorazepat, Alprazolam atau Prazepam. Treatment phobia pada umumnya hampir sama dengan pemberian treatment pada kecemasan

2) Psikoterapi
Cognitive-behavioural therapy (CBT)
Terapi yang paling sering digunakan dalam perawatan kecemasan adalah cognitive-behavioural therapy (CBT). Pada CBT diberikan teknik pelatihan pernafasan atau meditasi ketika kecemasan muncul, teknik ini diberikan untuk penderita kecemasan yang disertai dengan serangan panik.

Support group juga diberikan dalam CBT, individu ditempatkan dalam group support yang mendukung proses treatment. Group support dapat berupa sekelompok orang yang memang telah dipersiapkan oleh konselor/terapis untuk mendukung proses terapi atau keluarga juga dapat diambil sebagai group support ini.

Dalam CBT, individu yang mengalami phobia spesifik akan diberikan terapi pendekatan dengan sumber kecemasan yang dirasakan oleh individu tersebut, misalnya penderita arachnophobia, individu akan dihadapkan pada laba-laba secara langsung, dilatih untuk mengontrol kecemasan.

Talk therapy
Metode klasik ini sangat jarang dipakai lagi. Pada terapi ini individu menemui terapis dan duduk menceritakan segala permasalahan kecemasan yang dialaminya. Terapis mendengarkan, mencatat dan menyusun strategi tertentu untuk pasien yang sesuai agar melakukan beberapa terapi perilaku tertentu untuk dilaksanakan oleh penderita gangguan kecemasan. Terapis ini beranggapan bahwa kecemasan akan menurun bila individu semakin banyak bercerita dan akan beradaptasi secara tidak langsung ketika kecemasan trauma diulang secara terus-menerus. Kelemahan dalam terapi ini adalah membutuhkan waktu yang relatif lebih lama, dan beberapa kemungkinan kemunculan perilaku maladaptif baru yang tidak terkontrol.

Neuro-Linguistic Programming (NLP)
Teknik NLP dapat dilakukan oleh siapapun dengan atau tanpa bimbingan terapis. Teknik ini tidak memiliki efek negatif dibandingkan teknik lainnya, selain harga yang murah, teknik ini dapat dilakukan sendiri. NLP dilakukan dengan mengembangkan imajinasi positif mengenai kemampuan yang dimiliki individu, mensugesti diri terhadap kemampuan diri dalam adaptasi kecemasan, menggali kemampuan dan pikiran positif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Menyikapi Hasil UN

19 Jul 2010 Fuad Nashori

Hari-hari menjelang pengumuman hasil ujian nasional (UN) menjadi hari-hari yang penuh tekanan dan kecemasan bagi…

Developmental Milestones: Usia 3 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 3 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Menangis ketika mengompol Mendekut bila merasa nyaman Tingkah laku Tersenyum bila ada orang…

Fatal-Flaws

09 Sep 2013 pikirdong

Selama masa pacaran atau pendekatan dilakukan, banyak pasangan sebenarnya telah menangkap tanda-tanda “ketidakberesan” perilaku pada…

Euthanasia

04 Sep 2015 Sayed Muhammad

Eutanasia (euthanasia) merupakan suatu cara atau tindakan mengakhiri hidup yang dilakukan pada orang sakit atau…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

26 Jul 2016 pikirdong

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus untuk pejalan kaki (pedestrian), jalur ini…

Peran Keluarga terhadap Keselamatan Anak Saat Terjadi Bencana

08 Sep 2013 Fuad Nashori

Anak-anak adalah bagian dari masyarakat yang paling rentan terhadap bencana (tsunami, gempa, banjir, longsor, penculikan,…

Edisi Ibukota : Tas Tas Integritas!!

15 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Salam Tarzan Kota! Sudah sampai manakah Tarzan-Tarzan kota menjelajah?? Harapan saya, kita tetap akan bertemu di…

Dyslexia

03 Sep 2013 pikirdong

Membaca dengan lancar bagi seseorang mungkin sangat mudah setelah melalui proses belajar dari sejak kecil,…

Mencapai Pribadi Yang Sukses

18 Oct 2013 pikirdong

Siapa kita ? Kita adalah makhluk ciptaan Allah (baca:manusia) yang terlahir ke dunia ini dalam keadaan…

Pedofillia – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Hal yang paling meresahkan dunia saat ini adalah meningkatnya kasus pedofillia secara merata di seluruh…

Social Phobia

08 Sep 2013 pikirdong

Sosial fobia (social phobia) atau dikenal juga dengan istilah social anxiety disorder (SAD) merupakan gangguan…

Masalah lagi… Masalah lagi…

08 Sep 2013 pikirdong

Aduh…! Pusing banget nich. Lagi banyak masalah”, atau “Kenapa sich masalah selalu dateng hampirin aku!”,…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders yang ke V terjadi perubahan…

30 Aug 2017 Artikel Psikologi Psikologi Klinis pikirdong No comments

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan juga, diambil langkah untuk rawat…

24 Aug 2017 Kolom Sayed Muhammad Sayed Muhammad No comments

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014