TwitterFacebookGoogle+

Post Traumatic Stress Disorder

Situasi stres pada umumnya menghasilkan reaksi emosional seperti; kecemasan, kemarahan, kekecewaan dan depresi. Kegembiraan juga merupakan salah satu reaksi emosional positif yang muncul bila peristiwa yang dianggap sebagai pemicu stres dapat ditangani dan dikontrol secara baik oleh individu.

Respon pada umumnya terhadap suatu stresor adalah kecemasan. Kecemasan merupakan emosi tidak menyenangkan yang ditandai dengan perasaan-perasaan yang muncul dalam diri seperti rasa kuatir, prihatin, tegang dan rasa ketakutan yang berbeda pada setiap individu.

Orang yang mengalami peristiwa yang luar biasa dalam dirinya kadang mengalami suatu kumpulan gejala berat yang berkaitan dengan kecemasan, kompleksitas gangguan kecemasan ini dikenal sebagai gangguan stres pasca-traumatik (Post Traumatic Stress Disorder, PTSD)

Beberapa kejadian yang dianggap sebagai pemicu munculnya gangguan stres paca-traumatik adalah bencana alam, korban pemerkosaan, penculikan, korban kekerasan secara seksual, konflik bersenjata, perang dan sebagainya. Pada umumnya adalah individu yang terlibat secara langsung atau tidak langsung terhadap peristiwa-peristiwa yang dianggap diluar rentang penderitaan manusia.

Gangguan stres paca-traumatik dapat terjadi dengan segera, hal ini dapat dilihat langsung pada bencana alam, pengalaman seseorang terhadap reaksi dari trauma tersebut merespon kejadian yang baru dialaminya diluar kontrol dirinya, menangis, hilang ingatan sesaat, menjerit-jerit, histeria dan sebagainya. Gangguan stres paca-traumatik juga dapat disebabkan oleh stres ringan yang pada awalnya akan tetapi berlangsung secara kontinyu, stres tersebut berlangsung sampai berminggu-minggu, bulan dan bahkan tahunan.

Penelitian terhadap korban yang selamat dalam kamp NAZI menemukan bahwa 97% dari korban masih terganggu dengan kecemasan sampai 20 tahun setelah ia dibebaskan dari kamp tersebut. Banyak dari mereka yang membayangkan trauma hukuman mati di dalam mimpi mereka dan merasa takut bahwa sesuatu dapat terjadi pada pasangan atau anak-anak saat tidak terlihat (Krystal, 1968)

Suatu survei yang menyangkut veteran Vietnam disebutkan bahwa 15% dari veteran tersebut mengalami gangguan stres paca-traumatik sejak kepulangan mereka (Centers Disease Control, 1988), sementara penelitian lain menyebutkan bahwa reaksi stres terhadap horor perang juga ditemukan pada perang dunia I yang disebut dengan shell shock syndrome dan combat fatigue pada perang dunia II

Gejala utama

Gejala utama dari gangguan ini adalah;
a) hilangnya minat terhadap aktivitas dahulu
b) hilangnya gairah terhadap lingkungan sekitarnya
c) mengulang kembali kenangan dan mimpi yang berhubungan dengan pengalaman traumnya
d) gangguan tidur
e) sulit berkonsentrasi
f) kesiagaan berlebihan (over alertness)
g) merasa bersalah karena selamat sementara orang-orang terdekatnya tidak
h) mengalami depresi
i) mudah merasa panik, marah, apati dan kegelisahan secara berlebihan
Individu yang rentan terhadap gangguan stres paca-traumatik terhadap stres berkelanjutan:

1. Pada umumnya adalah individu yang terlibat secara langsung terhadap peristiwa traumatik
Mereka melihat secara langsung, mengalami, atau berada dalam lokasi kejadian
2. Mereka adalah individu yang terlibat secara langsung, kehilangan harta benda, kehilangan orang-orang terdekat, terluka, atau melihat orang lain/orang terdekat tewas.
3. Individu yang berulang kali berhadapan dengan bahaya atau bahkan pernah menghadapi peristiwa traumatis sebelumnya, kehilangan, atau mempunyai beban emosi dan fisik yang berlebihan
4. Individu yang mempunyai beban hidup berat sebelumnya, seperti tingkat sosial ekonomi yang lemah, tuna wisma, pengangguran dan sebagainya
5. Sedang atau pernah menghadapi beban emosional yang berat seperti menjadi orangtua tunggal, tulang punggung keluarga.
6. Memiliki penyakit kronis atau gangguan psikologis sebelumnya.

Leave a Reply

1 Comment on "Post Traumatic Stress Disorder"

avatar
Yunita
Guest

Halo admin, saya Yunita mahasiswa hukum tahun ketiga.
Apakah bisa saya berkonsultasi ttg masalah psikologi dikaitkan dgn hukum?
Saya sdh melakukan riset untuk mata kuliah praktek pidana.
Yang ingin. Saya tanyakan adalah apakah bisa sesorang yg didakwakan melakukan pembunuhan berencana didalilkan tdk dpt di pertanggungjawabkan perbuatannya krn diletahui mengidap PTSD
Mgkn bisa sebagai contoh di kasus Margaret yang membunuh anaknya angeline di Bali yg berdalih bahwa dia sebenarnya sakit jiwa.
Jawaban admin akan sgt membantu saya dlm tgs ini, terima kasih sebelumnya

Artikel Lainnya

Teknik Relaksasi: Mengurangi Stres

04 Sep 2013 pikirdong

Relaksasi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan sendiri oleh individu untuk mengurangi stres, kekalutan…

Asperger Syndrome

05 Sep 2013 pikirdong

Gangguan Asperger atau dikenal dengan istilah Asperger syndrome (AS), juga disebut sebagai Asperger disorder merupakan…

Hospice: Tempat Perawatan Orang yang Hampir Meninggal

03 Sep 2013 Sayed Muhammad

Beberapa tahun lalu, tetangga saya mengidap kanker payudara, setelah melakukan operasi di tanah air sebelumnya,…

Orientasi Nilai Budaya dan Pemaafan pada Mahasiswa

05 Sep 2015 Fuad Nashori

Abstract The aim of this research is to find out relationship between Javanese cultural value orientation…

Mencapai Pribadi Yang Sukses

18 Oct 2013 pikirdong

Siapa kita ? Kita adalah makhluk ciptaan Allah (baca:manusia) yang terlahir ke dunia ini dalam keadaan…

Tersenyumlah!

09 Sep 2013 Sayed Muhammad

Tertawa dan belajarlah, sebab kita semua membuat kesalahan (Weston Dunlap ) Abe adalah seorang anak dalam…

Histrionic Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian histrionik (histrionic personality disorder) adalah gangguan kepribadian dengan karakter emosi yang meluap-luap…

Identitas Universitas Islam

09 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam kesempatan ini saya ingin membuka kembali wacana tentang Universitas Islam. Persoalan ini penting untuk…

Commitment Phobia

06 Sep 2013 pikirdong

Commitment phobia merupakan bentuk suatu ketakutan (fear) untuk menjalin suatu hubungan yang lebih erat, rasa…

Edisi Ibukota : Sikap "Inilah Waktunya!"

04 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Salam Tarzan Kota!  Seberapa sering hal ini terjadi pada diri kita : Anda duduk dalam pertemuan staf…

Hukuman Mati untuk Koruptor

10 Sep 2011 Fuad Nashori

Di tengah maraknya kasus markus yang terjadi di negeri ini, rasanya patut bagi kita untuk…

Kompetensi Interpersonal Mahasiswa Ditinjau dari Jenis Kelamin

06 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi interpersonal antara mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan. Hipotesis…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan No comments

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

Teman Berselingkuh

Suatu hari ketika Anda sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, Anda melihat teman sekantor Anda sedang berjalan mesra dengan seseorang yang…

27 Feb 2018 Obrolan pikirdong Comments (3)

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014