DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic…

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Post Traumatic Stress Disorder

Situasi stres pada umumnya menghasilkan reaksi emosional seperti; kecemasan, kemarahan, kekecewaan dan depresi. Kegembiraan juga merupakan salah satu reaksi emosional positif yang muncul bila peristiwa yang dianggap sebagai pemicu stres dapat ditangani dan dikontrol secara baik oleh individu.

Respon pada umumnya terhadap suatu stresor adalah kecemasan. Kecemasan merupakan emosi tidak menyenangkan yang ditandai dengan perasaan-perasaan yang muncul dalam diri seperti rasa kuatir, prihatin, tegang dan rasa ketakutan yang berbeda pada setiap individu.

Orang yang mengalami peristiwa yang luar biasa dalam dirinya kadang mengalami suatu kumpulan gejala berat yang berkaitan dengan kecemasan, kompleksitas gangguan kecemasan ini dikenal sebagai gangguan stres pasca-traumatik (Post Traumatic Stress Disorder, PTSD)

Beberapa kejadian yang dianggap sebagai pemicu munculnya gangguan stres paca-traumatik adalah bencana alam, korban pemerkosaan, penculikan, korban kekerasan secara seksual, konflik bersenjata, perang dan sebagainya. Pada umumnya adalah individu yang terlibat secara langsung atau tidak langsung terhadap peristiwa-peristiwa yang dianggap diluar rentang penderitaan manusia.

Gangguan stres paca-traumatik dapat terjadi dengan segera, hal ini dapat dilihat langsung pada bencana alam, pengalaman seseorang terhadap reaksi dari trauma tersebut merespon kejadian yang baru dialaminya diluar kontrol dirinya, menangis, hilang ingatan sesaat, menjerit-jerit, histeria dan sebagainya. Gangguan stres paca-traumatik juga dapat disebabkan oleh stres ringan yang pada awalnya akan tetapi berlangsung secara kontinyu, stres tersebut berlangsung sampai berminggu-minggu, bulan dan bahkan tahunan.

Penelitian terhadap korban yang selamat dalam kamp NAZI menemukan bahwa 97% dari korban masih terganggu dengan kecemasan sampai 20 tahun setelah ia dibebaskan dari kamp tersebut. Banyak dari mereka yang membayangkan trauma hukuman mati di dalam mimpi mereka dan merasa takut bahwa sesuatu dapat terjadi pada pasangan atau anak-anak saat tidak terlihat (Krystal, 1968)

Suatu survei yang menyangkut veteran Vietnam disebutkan bahwa 15% dari veteran tersebut mengalami gangguan stres paca-traumatik sejak kepulangan mereka (Centers Disease Control, 1988), sementara penelitian lain menyebutkan bahwa reaksi stres terhadap horor perang juga ditemukan pada perang dunia I yang disebut dengan shell shock syndrome dan combat fatigue pada perang dunia II

Gejala utama

Gejala utama dari gangguan ini adalah;
a) hilangnya minat terhadap aktivitas dahulu
b) hilangnya gairah terhadap lingkungan sekitarnya
c) mengulang kembali kenangan dan mimpi yang berhubungan dengan pengalaman traumnya
d) gangguan tidur
e) sulit berkonsentrasi
f) kesiagaan berlebihan (over alertness)
g) merasa bersalah karena selamat sementara orang-orang terdekatnya tidak
h) mengalami depresi
i) mudah merasa panik, marah, apati dan kegelisahan secara berlebihan
Individu yang rentan terhadap gangguan stres paca-traumatik terhadap stres berkelanjutan:

1. Pada umumnya adalah individu yang terlibat secara langsung terhadap peristiwa traumatik
Mereka melihat secara langsung, mengalami, atau berada dalam lokasi kejadian
2. Mereka adalah individu yang terlibat secara langsung, kehilangan harta benda, kehilangan orang-orang terdekat, terluka, atau melihat orang lain/orang terdekat tewas.
3. Individu yang berulang kali berhadapan dengan bahaya atau bahkan pernah menghadapi peristiwa traumatis sebelumnya, kehilangan, atau mempunyai beban emosi dan fisik yang berlebihan
4. Individu yang mempunyai beban hidup berat sebelumnya, seperti tingkat sosial ekonomi yang lemah, tuna wisma, pengangguran dan sebagainya
5. Sedang atau pernah menghadapi beban emosional yang berat seperti menjadi orangtua tunggal, tulang punggung keluarga.
6. Memiliki penyakit kronis atau gangguan psikologis sebelumnya.

1 comment

  1. Yunita Reply

    Halo admin, saya Yunita mahasiswa hukum tahun ketiga.
    Apakah bisa saya berkonsultasi ttg masalah psikologi dikaitkan dgn hukum?
    Saya sdh melakukan riset untuk mata kuliah praktek pidana.
    Yang ingin. Saya tanyakan adalah apakah bisa sesorang yg didakwakan melakukan pembunuhan berencana didalilkan tdk dpt di pertanggungjawabkan perbuatannya krn diletahui mengidap PTSD
    Mgkn bisa sebagai contoh di kasus Margaret yang membunuh anaknya angeline di Bali yg berdalih bahwa dia sebenarnya sakit jiwa.
    Jawaban admin akan sgt membantu saya dlm tgs ini, terima kasih sebelumnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Episode Depresi

06 Sep 2013 pikirdong

Episode depresi digolongkan pada rentang waktu kemunculan depresi yang relatif singkat, pada umumnya penderita episode…

General Anxiety Disorder (GAD)

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kecemasan umum (general anxiety disorder; GAD) merupakan bentuk gangguan kecemasan dimana individu secara terus-menerus…

Wanita Lebih Mudah Stres?

10 Sep 2013 Sayed Muhammad

Menurut Georgia Witkin dalam bukunya The Female Stress Syndrome (1991), wanita memiliki penyebab stres yang…

Menjadi Survivor yang Baik

09 Dec 2008 Fuad Nashori

Survivor adalah orang yang terluput dari bencana, orang yang selamat. Dalam tulisan ini, digunakan istilah…

Dependent Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian dependen (Dependent Personality Disorder; DPD) adalah suatu kondisi karakteristik dimana individu sangat tergantung…

Mencapai Puncak Prestasi dengan Meningkatkan Kualitas Tidur dan…

09 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam sejarah peradaban Islam dan peradaban Barat ada orang yang sangat brilian. Mereka adalah Ibnu…

Post Partum Blues

07 Sep 2013 pikirdong

Post Partum Blues merupakan problem psikis sesudah melahirkan seperti kemunculan kecemasan, labilitas perasaan dan depresi…

Obsessive Compulsive Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian obsesif-kompulsif (Obsessive Compulsive Personality Disorder; OCPD) adalah suatu kondisi karakter dengan gangguan kronis…

Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT)

09 Sep 2013 pikirdong

Perkawinan bukanlah suatu pengikat yang memberikan kebebasan untuk saling menyakiti pasangan hidupnya. Hidup merupakan kebebasan…

Putus atau Mempertahankan Cintanya?

09 Sep 2013 pikirdong

Punya pacar berarti kamu harus siap-siap untuk memikirkan hal-hal kedepan menyangkut hubungan kalian berdua. Banyak…

Parafilia Yang Tidak Terdefinisi

06 Sep 2013 pikirdong

Ada banyak jenis paraphilia yang disebut-sebut dalam pelbagai referensi, namun APA (American Psychiatric Association)  tidak…

Bila Anda Mendapat Tawaran Pemotretan Sensual?

08 Sep 2013 Sayed Muhammad

Gadis-gadis Indonesia bugil mulai bermunculan di internet sekitar tahun 1997. Gambar sensual tersebut bermunculan tidak…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders yang ke V terjadi perubahan…

30 Aug 2017 Artikel Psikologi Psikologi Klinis pikirdong No comments

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan juga, diambil langkah untuk rawat…

24 Aug 2017 Kolom Sayed Muhammad Sayed Muhammad No comments

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014