Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

Reformasi Sistem Pendidikan Finlandia Menjadikan Mereka yang Terbaik di Dunia

Reformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan di Finlandia telah dimulai…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Post Traumatic Stress Disorder

Situasi stres pada umumnya menghasilkan reaksi emosional seperti; kecemasan, kemarahan, kekecewaan dan depresi. Kegembiraan juga merupakan salah satu reaksi emosional positif yang muncul bila peristiwa yang dianggap sebagai pemicu stres dapat ditangani dan dikontrol secara baik oleh individu.

Respon pada umumnya terhadap suatu stresor adalah kecemasan. Kecemasan merupakan emosi tidak menyenangkan yang ditandai dengan perasaan-perasaan yang muncul dalam diri seperti rasa kuatir, prihatin, tegang dan rasa ketakutan yang berbeda pada setiap individu.

Orang yang mengalami peristiwa yang luar biasa dalam dirinya kadang mengalami suatu kumpulan gejala berat yang berkaitan dengan kecemasan, kompleksitas gangguan kecemasan ini dikenal sebagai gangguan stres pasca-traumatik (Post Traumatic Stress Disorder, PTSD)

Beberapa kejadian yang dianggap sebagai pemicu munculnya gangguan stres paca-traumatik adalah bencana alam, korban pemerkosaan, penculikan, korban kekerasan secara seksual, konflik bersenjata, perang dan sebagainya. Pada umumnya adalah individu yang terlibat secara langsung atau tidak langsung terhadap peristiwa-peristiwa yang dianggap diluar rentang penderitaan manusia.

Gangguan stres paca-traumatik dapat terjadi dengan segera, hal ini dapat dilihat langsung pada bencana alam, pengalaman seseorang terhadap reaksi dari trauma tersebut merespon kejadian yang baru dialaminya diluar kontrol dirinya, menangis, hilang ingatan sesaat, menjerit-jerit, histeria dan sebagainya. Gangguan stres paca-traumatik juga dapat disebabkan oleh stres ringan yang pada awalnya akan tetapi berlangsung secara kontinyu, stres tersebut berlangsung sampai berminggu-minggu, bulan dan bahkan tahunan.

Penelitian terhadap korban yang selamat dalam kamp NAZI menemukan bahwa 97% dari korban masih terganggu dengan kecemasan sampai 20 tahun setelah ia dibebaskan dari kamp tersebut. Banyak dari mereka yang membayangkan trauma hukuman mati di dalam mimpi mereka dan merasa takut bahwa sesuatu dapat terjadi pada pasangan atau anak-anak saat tidak terlihat (Krystal, 1968)

Suatu survei yang menyangkut veteran Vietnam disebutkan bahwa 15% dari veteran tersebut mengalami gangguan stres paca-traumatik sejak kepulangan mereka (Centers Disease Control, 1988), sementara penelitian lain menyebutkan bahwa reaksi stres terhadap horor perang juga ditemukan pada perang dunia I yang disebut dengan shell shock syndrome dan combat fatigue pada perang dunia II

Gejala utama

Gejala utama dari gangguan ini adalah;
a) hilangnya minat terhadap aktivitas dahulu
b) hilangnya gairah terhadap lingkungan sekitarnya
c) mengulang kembali kenangan dan mimpi yang berhubungan dengan pengalaman traumnya
d) gangguan tidur
e) sulit berkonsentrasi
f) kesiagaan berlebihan (over alertness)
g) merasa bersalah karena selamat sementara orang-orang terdekatnya tidak
h) mengalami depresi
i) mudah merasa panik, marah, apati dan kegelisahan secara berlebihan
Individu yang rentan terhadap gangguan stres paca-traumatik terhadap stres berkelanjutan:

1. Pada umumnya adalah individu yang terlibat secara langsung terhadap peristiwa traumatik
Mereka melihat secara langsung, mengalami, atau berada dalam lokasi kejadian
2. Mereka adalah individu yang terlibat secara langsung, kehilangan harta benda, kehilangan orang-orang terdekat, terluka, atau melihat orang lain/orang terdekat tewas.
3. Individu yang berulang kali berhadapan dengan bahaya atau bahkan pernah menghadapi peristiwa traumatis sebelumnya, kehilangan, atau mempunyai beban emosi dan fisik yang berlebihan
4. Individu yang mempunyai beban hidup berat sebelumnya, seperti tingkat sosial ekonomi yang lemah, tuna wisma, pengangguran dan sebagainya
5. Sedang atau pernah menghadapi beban emosional yang berat seperti menjadi orangtua tunggal, tulang punggung keluarga.
6. Memiliki penyakit kronis atau gangguan psikologis sebelumnya.

1 comment

  1. Yunita Reply

    Halo admin, saya Yunita mahasiswa hukum tahun ketiga.
    Apakah bisa saya berkonsultasi ttg masalah psikologi dikaitkan dgn hukum?
    Saya sdh melakukan riset untuk mata kuliah praktek pidana.
    Yang ingin. Saya tanyakan adalah apakah bisa sesorang yg didakwakan melakukan pembunuhan berencana didalilkan tdk dpt di pertanggungjawabkan perbuatannya krn diletahui mengidap PTSD
    Mgkn bisa sebagai contoh di kasus Margaret yang membunuh anaknya angeline di Bali yg berdalih bahwa dia sebenarnya sakit jiwa.
    Jawaban admin akan sgt membantu saya dlm tgs ini, terima kasih sebelumnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Orientasi Nilai Budaya dan Pemaafan pada Mahasiswa

05 Sep 2015 Fuad Nashori

Abstract The aim of this research is to find out relationship between Javanese cultural value orientation…

Kenakalan Remaja

10 Sep 2013 pikirdong

Bila kita menemukan kata “kenakalan remaja” maka terlintas dalam benak kita, apakah ada yang disebut…

Developmental Milestones: Usia 9 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 9 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Menggunakan bunyi tertentu untuk tanda berlainan Tingkah laku Mulai mengerti dengan merespon…

Menopause

09 Sep 2013 pikirdong

Menopause merupakan proses biologis yang alami terjadi pada wanita pada usia 40-60 tahun (pada umumnya…

Schizoid Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian skizoid (schizoid personality disorder) merupakan suatu karakter yang sifatnya menetap dalam diri individu…

Puasa Bicara

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Berbagai hadis Nabi Muhammad memberikan pelajaran pada kita tentang makna puasa. Puasa adalah media bagi…

Haruskah Menyontek Jadi Budaya?

08 Sep 2013 Fira Friantini

Budaya menyontek sangat identik dengan dunia pendidikan saat ini. Terlebih ketika ujian sedang berlangsung. Tak…

Sinopsis: Internet Addiction Disorder

04 Sep 2013 pikirdong

Revolusi komputer dan internet pada saat ini memungkinkan setiap orang untuk melakukan beberapa aktivitas di…

Agenda Sosial Pikirdong

03 Sep 2013 pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi…

Efek Perceraian pada Anak

12 Sep 2013 Sayed Muhammad

Perceraian merupakan mimpi buruk setiap pasangan menikah, namun kenyataan perceraian merupakan pilihan terbaik yang diambil…

Beberapa Jalan Menetaskan Ide-ide Kreatif Perspektif Psikologi Islami

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Tulisan ini akan menunjukkan proses-proses terjadinya kreativitas dalam perspektif Psikologi Islami. Perspektif psikologi Islami mempercayai…

Hukuman Mati untuk Koruptor

10 Sep 2011 Fuad Nashori

Di tengah maraknya kasus markus yang terjadi di negeri ini, rasanya patut bagi kita untuk…

  • 1
  • 2
  • 3

Kategori Lainnya

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi teman-teman semua yang rela dan…

03 Sep 2013 Agenda Sosial pikirdong No comments

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan kita. Ada hak perempuan, hak…

05 Oct 2016 Artikel Psikologi GIB Psikologi Islami Psikologi Sosial Bagus Riyono Comments (1)

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014