TwitterFacebookGoogle+

Schizoid Personality Disorder

Gangguan kepribadian skizoid (schizoid personality disorder) merupakan suatu karakter yang sifatnya menetap dalam diri individu yang menghindari (withdrawal) kontak dari hubungan sosial. Individu dengan gangguan kepribadian skizoid (SPD) digambarkan sebagai individu yang tidak memiliki emosi dalam merespon pelbagai situasi. Kondisi ini seperti ketidakmampuan dalam menikmati pelbagai pengalaman-pengalaman hidup dalam pelbagai situasi yang terjadi.

Individu dengan SPD dalam hubungan sosial cenderung tidak menunjukkan ekspresi emosi, ia tidak tertarik pada hal-hal tertentu yang terjadi di sekelilingnya. Bermuram dan menjauhkan diri dari yang lain sehingga ia kadang terlihat seperti menyendiri dalam keterasingan.

[ew_style_box stype=”gray”] SINGKAT MENGENAI
Schizoid Personality Disorder

Gejala utama
– Tidak pernah tertarik berhubungan dengan orang lain termasuk anggota keluarga
– Lebih menyukai menyendiri
– Kurang tertarik pada aktivitas seksual
– Sangat jarang untuk memilih waktu untuk bersenang-senang
– Sedikit teman akrab
– Tidak berpengaruh pada pujian dan kritik dari orang lain
– Perilaku “dingin”, emosi datar

[/ew_style_box]

Penyebab pelbagai bentuk penyimpangan kepribadian tidak diketahui secara pasti, pelbagai pendekatan teori dilakukan untuk menjelaskan kondisi gangguan tersebut. Teori biologi mempercayai kelainan kromosom dan kerusakan susunan syaraf diyakini sebagai penyebabnya. Teori sosial menjelaskan respon belajar menjadi salah satu faktor, sementara psikodinamika hambatan perkembangan ego sebagai penyebabnya.

Individu dengan gangguan SPD beranggapan bahwa orang lain sangat mengganggu dan tidak menghargai dirinya. Olah karenanya individu SPD lebih menyukai pekerjaan atau hobby yang tidak melibatkan orang lain.

Cara Berpikir
Beberapa “cara” berpikir individu dengan gangguan skizoid;
• Tidak masalah dengan apa yang dipikirkan orang lain terhadap diriku
Sangat penting bagiku untuk bebas dan tidak tergantung pada orang lain
• Aku sangat menikmati segala sesuatunya tanpa ada orang lain disekitar atau disampingku
• Dalam situasi tertentu aku lebih menyukai melakukannya sendiri atau tanpa orang lain
• Berhubungan dengan orang lain tidak begitu penting bagiku
• Aku menentukan standar dan rencana-rencana untuk diriku
• Aku dapat melakukannya sendiri tanpa perlu bantuan dari orang lain
• Aku sepatutnya tidak perlu bersikap ramah dengan orang lain
• Aku lebih menyukai hal-hal yang sifatnya privasi dibandingkan dekat dengan orang lain
• Aku merasa lebih nyaman tidak terikat dengan orang lain dan hanya ada sedikit masalah bila tidak terlalu dekat dengan orang lain
• Lebih baik aku menjaga jarak dan bersikap biasa-biasa saja dengan orang lain

Mencegah
Mencegah gangguan kepribadian skizoid secara dini diberikan pada anak sebelum mencapai usia dewasa, pembelajaran dan stimulasi emosional adalah hal penting dilatih dan diperkenalkan pada anak-anak. Latih anak untuk peduli dengan orang lain dan lingkungan sekitarnya merupakan salah satu cara.

Meskipun demikian individu dengan gangguan kepribadian SPD yang lebih menyukai menyendiri, akan tetapi tetap menyukai kehidupan sosial, artinya individu tersebut tidak mengurung dirinya dengan menghindari orang lain semata, ia masih tetap keluar ruangan dan tidak bersembunyi ―beda halnya dengan gangguan kepribadian menghindar (Avoidant Personality Disorder; APD) [Dobbert, D. (2007) Understanding Personality Disorders: An Introduction. Greenwood Press]

Beberapa perilaku pada individu dengan gangguan SPD adalah minimnya ekspresi emosi, kebanyakan orang normal akan menganggap bahwa ia tidak tertarik dengan sesuatu hal yang sedang terjadi, kurangnya perhatian dan tidak sensitif. Individu tersebut juga kesulitan untuk menunjukkan ekspresi amarah atau permusuhan dengan orang lain.

Gangguan kepribadian ini (skizoid) tidaklah sama dengan gangguan skizofrenia (schizophrenia) walaupun ada kemiripan pada nama, skizofrenia dikategorikan sebagai gangguan psikotik. Namun demikian SPD sering disebut sebagai gangguan mental “spektrum dari skizofrenia”, beberapa simtom yang ada pada SPD seperti menghindari kontak pribadi dengan orang lain, minimnya ekspresi emosi merupakan simtom yang terdapat pada skizofrenia pula. Bedanya, pada SPD tidak terjadinya penyimpangan persepsi, paranoia dan ilusi dibandingan dengan kepribadian schizotypal maupun pada gangguan psikotik episode dari skizofrenia.

[ew_style_box stype=”red”] Disclaimer

Website pikirdong hanya memberikan informasi semata mengenai beberapa simtom, artikel psikologi, kesehatan, termasuk kemungkinan di dalamnya tersebut nama-nama alat test psikologi atau obat-obatan. Artikel ini tidak boleh dijadikan sebagai rujukan atau acuan untuk diagnosa ke dokter. [/ew_style_box]

 

Untuk bekerja, individu dengan gangguan SPD dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik, kesulitan akan dialami bila individu terlibat dalam hubungan interpersonal dengan rekan kerja atau orang lain. Individu dengan gangguan SPD juga dapat menikah, namun kesulitan akan ditemui dalam penciptaan hubungan lekat (intimacy) dengan pasangannya disamping itu, individu dengan tipe ini menunjukkan ketidaktertarikan pada hubungan seksual.

SIMTOM

Individu dengan gangguan SPD sangat jarang menikah, mereka kadang tergantung pada orangtuanya dan menghindari kontak personal dengan orang lain. Gangguan kepribadian SPD didiagnosa berdasarkan beberapa kriteria berikut;

1. Pola perilaku menetap yang tidak berpengaruh dari bentuk hubungan sosial dan keterbatasan pengungkapan ekspresi emosi dalam pelbagai hubungan antar pribadi pada awal masa dewasa;

a. Tidak pernah tertarik atau menikmati dalam berhubungan dengan orang lain termasuk untuk menjadi bagian dalam keluarga
b. Hampir selalu memilih aktivitas untuk menyendiri
c. Sangat sedikit diantaranya yang tertarik pada aktivitas seksual
d. Sangat jarang untuk memilih waktu untuk bersenang-senang
e. Sedikit mempunyai teman akrab
f. Tidak terpengaruh pada pujian dan kritik dari orang lain
g. Perilaku “dingin”, emosi datar

2. Gangguan kepribadian skizoid tidak muncul yang disebabkan oleh skizofrenia, gangguan mood dengan gejala psikotik dikemudian hari, gangguan psikotik lainnya atau disebbkan oleh gangguan perkembangan termasuk fungsi fisiologis dari dampak langsung pengobatan medis.

TREATMENT

Medikasi

Pengobatan untuk individu dengan gangguan kepribadian skizoid (SPD) tidak begitu diperlukan, kecuali bila dokter beranggapan perlunya obat-obatan bila pasien disertai dengan gangguan kecemasan.

Psikoterapi

Individu dengan gangguan kepribadian skizoid sangat sulit untuk mendapatkan treatment, hal ini disebabkan bahwa individu dengan gangguan SPD beranggapan bahwa dirinya dalam keadaan baik-baik saja, bahkan individu tersebut tidak peduli sama sekali dengan terapi. Ini menjadi alasan treatment dianggap tidak diperlukan bagi individu dengan gangguan kepribadian skizoid. kecuali dalam beberapa kasus dimana individu senagaja datang pada terapis yang diakibatkan adanya gangguan lainnya seperti ketergantungan pada kebiasaan-kebiasaan buruk yang disadari oleh indivdu bersangkutan.

Test Psikologi
Beberapa test psikologi yang dapat mendiagnosa adanya gangguan kepribadian skizoid;
Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI-2)
Millon Clinical Multiaxial Inventory (MCMI-II)
Rorschach Psychodiagnostic Test
Thematic Apperception Test (TAT)

Psikoterapi yang sering digunakan untuk gangguan kepribadian skizoid adalah cognitive-behavioral therapy (CBT), terapi keluarga dan terapi psikodinamika. Bila individu mempunyai pasangan hidup, terapi pasangan (couples therapy) dapat digunakan untuk membentuk komunikasi antar pasangan

Terapi Individu.
Berhasilnya terapi pada individu dengan gangguan SPD membutuhkan waktu yang relatif lama, dibutuhkan kesabaran untuk mengubah persepsi yang salah terhadap cara memandang persahabatan untuk menciptakan hubungan interpersonal yang baik. Pada awal terapi, terapis akan menyuruh pasien/klien untuk mengungkapkan apa yang dibayangkan oleh individu menyangkut sebuah hubungan persahabatan dan ketakutan-ketakutan yang dirasakan oleh individu dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Selanjutnya terapis akan menyusun langkah-langkah kedepan secara bersama dengan klien untuk penyembuhannya.

Terapi Kelompok
Terapi kelompok merupakan salah satu treatment yang paling cepat dan efektif, meskipun demikian terapi kelompok tetap menemui kesulitan ketika individu SPD ikut dalam partisipasi kelompok tersebut. Oleh karenanya individu diberikan kenyamanan dalam grupnya, terapis juga harus menjaga dari kritikan anggota lainnya. Terciptanya keakraban antar sesama anggota merupakan salah satu harapan dari terapi ini dengan menciptakan hubungan-hubungan sosial yang saling mendukung. Terapi kelompok akan memberi pengalaman-pengalaman sosial yang bermanfaat, saling mengerti sesama anggota, berkomunikasi sampai pada memahami orang lain.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Beberapa Jalan Menetaskan Ide-ide Kreatif Perspektif Psikologi Islami

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Tulisan ini akan menunjukkan proses-proses terjadinya kreativitas dalam perspektif Psikologi Islami. Perspektif psikologi Islami mempercayai…

Dampak Penyalahgunaan Narkoba

12 Sep 2013 pikirdong

Beberapa dampak penyalahgunaan narkoba; Dampak biofisiologis 1. Penyebaran HIV, Hepatitis dan beberapa penyakit menular Lainnya  Penyalahgunaan narkoba…

Spirit Kepemimpinan Profetik

08 Sep 2013 Ardiman Adami

Pernah suatu malam Khalifah Umar bin Khattab berjalan menyusuri lorong-lorong kota Madinah. Bersama seorang pembantunya,…

Gangguan Delusi

04 Sep 2013 pikirdong

Gangguan delusi merupakan suatu kondisi dimana pikiran terdiri dari satu atau lebih delusi. ―Delusi diartikan…

Identitas Universitas Islam

09 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam kesempatan ini saya ingin membuka kembali wacana tentang Universitas Islam. Persoalan ini penting untuk…

Agama Dan Lingkungan: Menjadikan Agama Sebagai Dasar Pijakan…

10 Sep 2013 Herdiyan Maulana

Dengan Nama Allah, Maha Pengasih dan Maha Penyayang” “Telah tampak kerusakan di bumi dan di laut…

Edisi Ibukota : Integritas & Solusi Cara

15 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Kita sudah mengetahui fenomena , pandangan dan pengertian dari integritas pada notes sebelumnya. Sekarang mari…

Bila Pacar Mengajak Berhubungan Seks?

09 Sep 2013 Sayed Muhammad

Ketika memasuki masa remaja, kebanyakan remaja mulai memiliki perasaan cinta dan dorongan seksual. Diantara mereka…

Pelecehan Seksual

09 Sep 2013 pikirdong

Pelecehan seksual sering kita jumpai disekeliling kita, bahkan kita sendiri tidak menyadarinya. Pelakunya bisa saja…

Gangguan Tidur (Sleep Disorder)

08 Sep 2013 pikirdong

Gangguan tidur (sleep disorder) merupakan permasalahan yang dihadapi menjelang atau di saat tidur dapat berupa,…

Simtom dan Dampak dari Internet Adiktif

04 Sep 2013 pikirdong

Bagaimana yang disebut sebagai adiktif internet dan komputer? Bagaimana pula yang disebut dengan menggunakan komputer…

Mengembangkan Empati pada Anak

08 Sep 2013 Sayed Muhammad

Sekelompok anak kecil sedang meneriaki, bahkan melempar batu-batu kecil kepada orang gila yang kebetulan lewat…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan Comments (1)

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014