TwitterFacebookGoogle+

Simtom dan Dampak dari Internet Adiktif

Bagaimana yang disebut sebagai adiktif internet dan komputer? Bagaimana pula yang disebut dengan menggunakan komputer yang sehat? Tidaklah mudah untuk menentukan jawaban dari pertanyaan diatas karena perbedaan kepentingan setiap individu dalam penggunaan internet tidaklah sama. Bahkan bagi beberapa orang menggunakan komputer melebihi waktu 18 jam dalam seminggu tidak memberikan pengaruh buruk baginya.

Bagi beberapa orang tidak mungkin melepaskan kebiasaan menggunakan komputer, misalnya menyangkut pekerjaan yang ditekuninya. Designer, penulis buku atau pekerjaan lainnya yang mengharuskan dirinya berada di depan monitor dan menghabiskan 8 jam setiap harinya. Bagi beberapa orang juga melakukan registrasi pada website social networking karena jauh dari keluarga atau teman, website dan email menjadi salah cara untuk mendekatkan mereka.

Menghabiskan banyak waktu di depan komputer dan internet, bagi beberapa orang tidak menjadi masalah, akan tetapi bila muncul-muncul permasalahan yang berlanjut dalam kehidupan nyata selama penggunaan komputer dan internet secara berlebihan maka kemungkinannya ada gangguan adiktif. Bila permasalahan nyata dalam kehidupan muncul seperti terjadi penolakan dari orang lain, pekerjaan, atau hal lain dalam tugas-tugas, atau menjadi ketidakseimbangan antara kehidupan nyata maka dapat dipastikan individu seperti ini mengalami perilaku kencanduan kompulsif terhadap komputer dan internet

Menurut Kimberly Young. PhD, yang telah meneliti begitu lama mengenai permasalahan perilaku adiktif komputer dan internet ini dan ia merupakan salah satu direksi dari Center for On-line Addiction yang didirikan pada tahun 1995, kriteria IAD (internet addictive Disorder) menurutnya dapat ditandai dengan menjawab beberapa pertanyaan dibawah ini;

1. Apakah Anda merasakan asyik ketika sedang menggunakan komputer atau selama menggunakan internet dan membayangkan kembali setelah offline (berhenti), atau memikirkan strategi selanjutnya? (hal-hal yang ingin Anda lakukan dalam kesempatan selanjutnya)
2. Apakah Anda banyak menghabiskan waktu dengan internet, atau memerlukan waktu yang lebih banyak lagi untuk mendapatkan kesenangan?
3. Apakah Anda sering mengalami kegagalan dalam mengendalikan dorongan untuk menggunakan komputer dan internet?
4. Apakah Anda merasakan tidak enak, bad mood, depresi, gelisah ketika berhenti aktivitas internet?
5. Apakah ketika Anda merasakan hal-hal yang menyangkut mood seperti depresi, merasa bersalah, membutuhkan pertolongan, Anda menggunakan internet sebagai pelampiasan atau melarikan diri dari kondisi tersebut?
6. Apakah Anda sering mendapat teguran dari orang-orang terdekat, orangtua, saudara dan teman dalam berlaku aktivitas menggunakan internet terlalu lama?
7. Apakah Anda lebih banyak menghabiskan waktu di internet dibandingkan beraktivitas dalam kehidupan nyata?
8. Apakah Anda mengalami permasalahan dalam hubungan interpersonal, pekerjaan, atau pendidikan selama Anda menggunakan internet?
9. Apakah Anda menghabiskan banyak uang untuk menggunakan internet? (setidaknya Anda menghabiskan Rp. 500.000,- untuk setiap bulannya?)
10. Apakah Anda menarik diri dari pergaulan selama menggunakan internet?

Bila jawaban YA untuk 5 pertanyaan diatas maka dipastikan ada kecenderungan perilaku adiktif komputer dan internet. Young (1996) berpendapat bahwa individu yang beranggapan bahwa internet merupakan hal yang penting bagi kehidupannya dalam menjalin hubungan secara online mempunyai resiko mengalami perilaku adiktif terbesar.

Penggunaan Komputer yang Tidak Sehat

Dibawah ini merupakan tanda-tanda yang dapat diketahui penggunaan komputer dan internet yang tidak sehat

  • Tidak bisa berhenti menggunakan komputer
  • Menggunakan komputer melebihi waktu yang telah dijadwalkan
  • Menggunakan komputer secara tersembunyi agar tidak diketahui oleh boss ditempat kerja, atau sahabat, keluarga yang mengeluh tentang perilaku Anda dalam menggunakan komputer atau internet
  • Menggunakan komputer secara berulang ketika merasa sedih, tidak senang atau adanya dorongan seksual
  • Merasa gelisah, tertekan bila berhenti menggunakan internet atau komputer
  • Selalu memikirkan hal-hal menyangkut internet, termasuk didalamnya perencanaan hal-hal yang akan dilakukan ketika online nantinya disaat tidak menggunakan internet
  • Meningkatkan permasalahan yang muncul berkenaan dengan tugas-tugas, pekerjaan, dan hubungan interpersonal selama penggunaan komputer berlebihan
  • Perasaan senang berlebihan secara berulang ketika menggunakan internet dan diikuti penyesalan setelah mengakhiri online karena banyak waktu yang terbuang dari semestinya waktu yang bisa digunakan untuk pekerjaan yang lain.
  • Tetap berada di depan komputer atau internet meskipun sudah tidak ada hal yang dapat dilakukan lagi oleh individu atau berkenaan dengan aktivitas di internet.

Dampak Penggunaan Komputer dan Internet Secara Adiktif

Kecanduan komputer dan internet memberikan beberapa dampak langsung atau tidak langsung kepada individu, namun dampak tersebut sifatnya sangat variatif antar satu personal dengan personal yang lain.

1. Makan menjadi tidak teratur
Bermain internet berjam-jam menimbulkan keasyikan tersendiri, perasaan senang secara berlebihan membuat seseorang menunda makan, atau makan menjadi tidak teratur.
2. Tidur menjadi tidak teratur
Bermain internet melebih 8 jam dalam sehari akan menyita banyak waktu, apalagi bila waktu online di mulai malam hari akan menyita waktu tidur.
3. Kelelahan fisik
Bermain internet dan komputer beberapa jam akan menimbulkan kelelahan, apalagi bila melebihi 8 jam setiap harinya. Beberapa penelitian mengenai pengaruh komputer terhadap kesehatan secara berlebihan masih dalam penelitian lebih lanjut, sakit kepala, kelelahan pada mata, sakit pada sendi tangan, pegal, dsb merupakan keluhan-keluhan yang sering ditemukan pada pengguna komputer. Gangguan ini sering disebut dengan Computer Vision Syndrome (CVS)
4. Kegagalan dalam mengatur waktu
Banyak individu yang teradiktif mengatakan akan bermain online hanya sebentar saja, namun mereka justru online sampai beberapa jam atau hampir setengah hari, akibatnya banyak waktu yang terbuang, sementara beberapa pekerjaan lain yang semestinya dapat selesai dikerjakan akan terpakai untuk menggunakan komputer.
5. Kegagalan dalam menyelesaikan tugas
Banyak individu yang menggunakan fasilitas kantor untuk mengakses website yang sebenarnya tidak berhubungan dengan pekerjaannya selama jam kantor, akibatnya banyak pekerjaan menjadi tertangguhkan atau dikerjakan secara tidak maksimal karena waktu terpakai lebih banyak dalam menggunakan internet.
6. Kegagalan dalam pendidikan atau pekerjaan
Beberapa laporan menyebutkan bahwa internet adiktif telah membuat beberapa mahasiswa gagal dalam memperoleh nilai (grade) yang memuaskan, beberapa diantaranya gagal samasekali, sama halnya dengan karyawan, penurunan produktivitas kerja membuat beberapa diantara mengalami PHK
7. Kegagalan dalam perkawinan atau menjalin hubungan
Penggunaan internet tanpa batas waktu menjadi ancaman retaknya sebuah hubungan, bagaimana tidak, beberapa individu lebih tertarik dengan dunia maya dibandingkan menjalin hubungan yang nyata dengan pasangannya. Beberapa laporan menyebutkan bahwa penyebab retaknya sebuah hubungan disebabkan pasangan yang lebih asyik mendownload atau mengakses situs porno sementara pasangan tidur sendirian
8. Gangguan psikologis
Seorang psikiater dari New York University, Dr. Joel Gold, menemukan adanya gangguan kejiwaan pada individu yang teradiktif internet, ia menyebutnya sebagai Truman Show Delusion, beberapa ahli lain menyebutnya sebagai internet delusion. Perilaku ini seperti gangguan delusi pada umumnya, individu seperti merasa dimatai-matai, berbicara sendiri menyangkut internet, pikiran yang tenggelam dengan dunia maya.

 

Bagaimana yang disebut sebagai adiktif internet dan komputer? Bagaimana pula yang disebut dengan menggunakan komputer yang sehat? Tidaklah mudah untuk menentukan jawaban dari pertanyaan diatas karena perbedaan kepentingan setiap individu dalam penggunaan internet tidaklah sama. Bahkan bagi beberapa orang menggunakan komputer melebihi waktu 18 jam dalam seminggu tidak memberikan pengaruh buruk baginya.

Bagi beberapa orang tidak mungkin melepaskan kebiasaan menggunakan komputer, misalnya menyangkut pekerjaan yang ditekuninya. Designer, penulis buku atau pekerjaan lainnya yang mengharuskan dirinya berada di depan monitor dan menghabiskan 8 jam setiap harinya. Bagi beberapa orang juga melakukan registrasi pada website social networking karena jauh dari keluarga atau teman, website dan email menjadi salah cara untuk mendekatkan mereka.

Menghabiskan banyak waktu di depan komputer dan internet, bagi beberapa orang tidak menjadi masalah, akan tetapi bila muncul-muncul permasalahan yang berlanjut dalam kehidupan nyata selama penggunaan komputer dan internet secara berlebihan maka kemungkinannya ada gangguan adiktif. Bila permasalahan nyata dalam kehidupan muncul seperti terjadi penolakan dari orang lain, pekerjaan, atau hal lain dalam tugas-tugas, atau menjadi ketidakseimbangan antara kehidupan nyata maka dapat dipastikan individu seperti ini mengalami perilaku kencanduan kompulsif terhadap komputer dan internet

Menurut Kimberly Young. PhD, yang telah meneliti begitu lama mengenai permasalahan perilaku adiktif komputer dan internet ini dan ia merupakan salah satu direksi dari Center for On-line Addiction yang didirikan pada tahun 1995, kriteria IAD (internet addictive Disorder) menurutnya dapat ditandai dengan menjawab beberapa pertanyaan dibawah ini;

1. Apakah Anda merasakan asyik ketika sedang menggunakan komputer atau selama menggunakan internet dan membayangkan kembali setelah offline (berhenti), atau memikirkan strategi selanjutnya? (hal-hal yang ingin Anda lakukan dalam kesempatan selanjutnya)
2. Apakah Anda banyak menghabiskan waktu dengan internet, atau memerlukan waktu yang lebih banyak lagi untuk mendapatkan kesenangan?
3. Apakah Anda sering mengalami kegagalan dalam mengendalikan dorongan untuk menggunakan komputer dan internet?
4. Apakah Anda merasakan tidak enak, bad mood, depresi, gelisah ketika berhenti aktivitas internet?
5. Apakah ketika Anda merasakan hal-hal yang menyangkut mood seperti depresi, merasa bersalah, membutuhkan pertolongan, Anda menggunakan internet sebagai pelampiasan atau melarikan diri dari kondisi tersebut?
6. Apakah Anda sering mendapat teguran dari orang-orang terdekat, orangtua, saudara dan teman dalam berlaku aktivitas menggunakan internet terlalu lama?
7. Apakah Anda lebih banyak menghabiskan waktu di internet dibandingkan beraktivitas dalam kehidupan nyata?
8. Apakah Anda mengalami permasalahan dalam hubungan interpersonal, pekerjaan, atau pendidikan selama Anda menggunakan internet?
9. Apakah Anda menghabiskan banyak uang untuk menggunakan internet? (setidaknya Anda menghabiskan Rp. 500.000,- untuk setiap bulannya?)
10. Apakah Anda menarik diri dari pergaulan selama menggunakan internet?

Bila jawaban YA untuk 5 pertanyaan diatas maka dipastikan ada kecenderungan perilaku adiktif komputer dan internet. Young (1996) berpendapat bahwa individu yang beranggapan bahwa internet merupakan hal yang penting bagi kehidupannya dalam menjalin hubungan secara online mempunyai resiko mengalami perilaku adiktif terbesar.

Artikel yang berhubungan

 

Sinopsis: Internet Addiction Disorder

Bagi beberapa orang tidak mungkin melepaskan kebiasaan menggunakan komputer, misalnya menyangkut pekerjaan yang ditekuninya. Designer, penulis buku atau pekerjaan lainnya yang mengharuskan dirinya berada di depan monitor dan menghabiskan 8 jam setiap harinya.

 

Ketergantungan Komputer dan Internet
Tips dan Treatment

Masih terjadi perdebatan mengenai jumlah waktu yang ideal untuk menggunakan komputer dan internet sampai sekarang ini. Para ahli menyimpulkan bahwa tidak ada waktu yang disebut normal atau abnormal dalam penggunaan internet, hal ini sangat tergantung pada setiap individu

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Teknik Relaksasi: Mengurangi Stres

04 Sep 2013 pikirdong

Relaksasi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan sendiri oleh individu untuk mengurangi stres, kekalutan…

Asperger Syndrome

05 Sep 2013 pikirdong

Gangguan Asperger atau dikenal dengan istilah Asperger syndrome (AS), juga disebut sebagai Asperger disorder merupakan…

Hospice: Tempat Perawatan Orang yang Hampir Meninggal

03 Sep 2013 Sayed Muhammad

Beberapa tahun lalu, tetangga saya mengidap kanker payudara, setelah melakukan operasi di tanah air sebelumnya,…

Orientasi Nilai Budaya dan Pemaafan pada Mahasiswa

05 Sep 2015 Fuad Nashori

Abstract The aim of this research is to find out relationship between Javanese cultural value orientation…

Mencapai Pribadi Yang Sukses

18 Oct 2013 pikirdong

Siapa kita ? Kita adalah makhluk ciptaan Allah (baca:manusia) yang terlahir ke dunia ini dalam keadaan…

Tersenyumlah!

09 Sep 2013 Sayed Muhammad

Tertawa dan belajarlah, sebab kita semua membuat kesalahan (Weston Dunlap ) Abe adalah seorang anak dalam…

Histrionic Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian histrionik (histrionic personality disorder) adalah gangguan kepribadian dengan karakter emosi yang meluap-luap…

Identitas Universitas Islam

09 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam kesempatan ini saya ingin membuka kembali wacana tentang Universitas Islam. Persoalan ini penting untuk…

Commitment Phobia

06 Sep 2013 pikirdong

Commitment phobia merupakan bentuk suatu ketakutan (fear) untuk menjalin suatu hubungan yang lebih erat, rasa…

Edisi Ibukota : Sikap "Inilah Waktunya!"

04 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Salam Tarzan Kota!  Seberapa sering hal ini terjadi pada diri kita : Anda duduk dalam pertemuan staf…

Hukuman Mati untuk Koruptor

10 Sep 2011 Fuad Nashori

Di tengah maraknya kasus markus yang terjadi di negeri ini, rasanya patut bagi kita untuk…

Kompetensi Interpersonal Mahasiswa Ditinjau dari Jenis Kelamin

06 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi interpersonal antara mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan. Hipotesis…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan No comments

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

Teman Berselingkuh

Suatu hari ketika Anda sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, Anda melihat teman sekantor Anda sedang berjalan mesra dengan seseorang yang…

27 Feb 2018 Obrolan pikirdong Comments (3)

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014