TwitterFacebookGoogle+

Sindrom Menstruasi (PMS)

Menstruasi adalah peristiwa unik yang terjadi pada ovarium wanita, peristiwa ini terjadi karena tidak terjadinya kehamilan ketika sel telur yang berkembang pada ovarium -yang diproduksi oleh kista (kantung) folikel, mengalami pengisutan setelah mengalami masa “penantian sperma yang tidak berkunjung datang”

Indung telur yang terletak pada kedua sisi rahim merupakan pabrik yang tiap bulannya melepaskan sel telur (ovum), peristiwa ini dinamai dengan masa ovulasi. Sel-sel folikel dirangsang untuk untuk memproduksi estrogen karena pengaruh dari FSH (folikel stimulating hormone) dan LH (luteinizing hormone).

Kenaikan kadar estrogen selama siklus menstruasi sangat mempengaruhi struktur endometrium (lapisan terdalam dari rahim). Lapisan ini menjadi jauh lebih tebal dan sangat kaya akan darah. Selama periode ini, perubahan yang mendalam juga terjadi dalam folikel. Di bawah pengaruh LH, telur yang sedang berkembang menyelesaikan pembelahan meiosisnya. Folikel kemudian mengalami maturasi (kematangan).

Peningkatan kadar LH yang secara mendadak, folikel robek dan melepaskan telur yang matang dan haploid. Telur tersebut bergerak dengan cepat kemulut tuba fallopii dan mulai bergerak turun dengan lambat sepanjang tubanya.  Setelah melepaskan telurnya, tidak berarti tugas folikel telah selesai, ia berubah menjadi korpus luteum karena pengaruh LH. Korpus luteum juga suatu kelenjar endokrin, mensekresi hormon stereoid progesteron. Untuk kira-kira 10 hari setelah ovulasi, kadar progesteron yang tinggi dalam darah mempersiapkan uterus untuk memungkinkan hamil, menghambat kontraksi uterus, dan menghambat perkembangan folikel baru.

Bila tidak terjadi fertilisasi produksi progesteron mulai menurun kira-kira pada 26 hari setelah hari siklus tersebut. Korpus luteum berdegenerasi, lapisan uterus yang telah terbentuk tadi mulai hancur, dan pada hari ke 28, mulailah menstruasi lagi. Penurunan progesteron menaikan hambatan, kontraksi uterus (karena itu kram kadang-kadang disangkutpautkan dengan hari pertama atau kedua dari menstruasi).  Pada wanita ketika menjelang menstruasi meningkatnya ketegangan psikologis dan disertai rasa sakit secara fisik, hal ini kira-kira dialami 90% wanita. Tingkat ketegangan ini sifatnya bervariasi. Hal ini dianggap hal yang biasa oleh wanita, karena gejala-gejala yang muncul dapat hilang yaitu selama 7 sampai 14 hari. Ketegangan yang meningkat saat menjelang menstruasi disebut dengan sindrom menjelang menstruasi atau PMS (Premenstrual Syndrome) atau sindrom menstruasi

Gejala-gejala PMS antara lain:

· Sakit kepala atau migrain

· Rasa gelisah dan gugup

· Mudah lelah atau lesu

· Depresi atau keinginan untuk menangis

· Sakit punggung atau bagian panggul

· Adanya penyimpanan cairan dan kembung

· Kecanduan makanan (biasanya coklat, permen atau kue)

· Panas seluruh tubuh

· Perut membesar atau mengalami gangguan perut atau gangguan pada pencernaan

· Lekas marah

· Gangguan kencing dan susah buang air besar

· Pembengkakan dan rasa sensitif pada payudara

· Perubahan suhu tubuh

· Dorongan seks menurun

· Meningkatnya kesalahan dan kecelakaan

· Munculnya alergi atau jerawat/bintik-bintik pada wajah atau tubuh

· Mudah berkeringat dan rasa haus

· Pembengkakan pada kaki

· Ketidak stabilan emosi atau sikap agresif yang mudah meledak-ledak

· Susah berkonsentrasi penuh

Pemicu gejala-gejala tersebut berasal dari dalam tubuh, gejala-gejala tersebut bukanlah yang tidak normal, hal itulah yang menunjukan bahwa hormon tubuh bekerja secara normal, akan tetapi perlu adanya konsultasi pada dokter yang mengerti perihal PMS (tidak semua dokter yang tahu betul dengan gejala ini, mereka kadang menganggapnya sebagai penyakit biasa dan tidak ada hubungannya dengan menstruasi).

AWAS! Ada saat-sat tertentu yang harus diperhatikan yakni terjadinya keterlambatan menstruasi.   Kadang-kadang ovulasi tidak terjadi, dengan begitu folikel didalam ovarium tumbuh membesar, namun tidak juga pecah.(untuk melepaskan sel telur yang telah matang). Pembesaran folikel dapat sebesar bola tenis akan tetapi jarang disadari, satu-satunya tanda yang mungkin dapat disadari adalah datang bulan terlambat. Pembesaran kista ovarium tetapi tidak disertai dengan pelepasan telur adalah merupakan penyebab awal timbulnya kanker ovarium.  Kanker ovarium adalah kanker yang terjadi pada ovarium (indung telur). Kanker ini terjadi karena folikel yang tumbuh pada indung telur tidak mengalami proses ovulasi. Kanker ini bisa juga terjadi karena tidak adanya kesimbangan antara hormon estrogen dan progesteron

Apa yang mesti Anda ketahui tentang ini?

1. Pada wanita subur, pembesaran kista ovarium adalah hal normal akan tetapi bila pembesaran tersebut tidak kunjung pecah (ditandai dengan terlambatnya datang menstruasi) maka yang perlu dilakukan adalah wait and see artinya kista ovarium akan menyusut 2 atau 3 bulan kemudian, tetapi bila diatas waktu tersebut maka bergegaslah untuk memeriksa diri Anda ke ginekolog.

2. Kista ovarium yang terbentuk terdiri dua jenis, jenis jinak yakni jenis fungsional, dapat berfungsi sebagaimana fungsinya dan kedua adalah jenis kanker. Kemungkinan kedua inilah yang perlu diwaspadai karena tidak ada gejala yang jelas.

3. Kanker ovarium bisa muncul pada wanita menjelang menopause karena bisa saja pada masa menjelang ini kista yang terbentuk tidak kunjung pecah sementara folikel menjadi kurang responsif terhadap FSH dan LH dan sedikit sekali mensekresikan estrogen, yang akhirnya kista tersebut hanya terbentuk sebagai kantung yang tidak selesai tugasnya.

4. Pil KB menghalangi pembentukan kista akan tetapi Anda harus memilih yang cocok dan terbaik bagi Anda.

5. Pembedahan laparoskop dianggap lebih aman karena hanya diperlukan sayatan yang lebih kecil. Dengan bantuan alat ini dokter akan memotong perut disesuaikan dengan besarnya tungkai pemotong. Tindakan bedah dapat terbatas pada pengangkatan kista ini pun tergantung pada tingkat penyebaran kanker, apakah indung telur atau pengambilan keseluruhan rahim.

6. Tindakan pencegahan lebih utama, maka rajinlah memeriksa diri Anda ke ginekolog!

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Edisi Ibukota : Tas Tas Integritas!!

15 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Salam Tarzan Kota! Sudah sampai manakah Tarzan-Tarzan kota menjelajah?? Harapan saya, kita tetap akan bertemu di…

Narcissistic Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsisistik merupakan gangguan mental dimana individu merasa dirinya…

Obsessive Compulsive Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian obsesif-kompulsif (Obsessive Compulsive Personality Disorder; OCPD) adalah suatu kondisi karakter dengan gangguan kronis…

Fetishisme – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Fetishisme menggambarkan bentuk penyimpangan seksual dimana individu dalam melakukan aktivitas seksual melibatkan barang-barang tertentu. Bila…

Menghindar Burnout di Tempat Kerja

08 Sep 2013 pikirdong

Istilah burnout secara psikologis pada awalnya digunakan oleh Freudenberger meminjam istilah yang pada awalnya…

Menopause

09 Sep 2013 pikirdong

Menopause merupakan proses biologis yang alami terjadi pada wanita pada usia 40-60 tahun (pada umumnya…

Katakan Saja Tidak!

29 Oct 2015 Sayed Muhammad

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar untuk mengatakan "tidak" yang memang kita…

Agresivitas dalam Pendidikan: Masalah dan Solusinya

09 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam konteks ke-Indonesiaan saat ini, apa yang dilihat oleh warga negara Indonesia melalui media massa…

Memberi Nama yang Baik Untuk Anak Kita

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Salah satu hak anak adalah mempunyai nama yang baik. Hak ini merupakan tanggung jawab orangtua…

Edisi Ibukota : Sikap "Inilah Waktunya!"

04 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Salam Tarzan Kota!  Seberapa sering hal ini terjadi pada diri kita : Anda duduk dalam pertemuan staf…

Kompetensi Interpersonal Mahasiswa Ditinjau dari Jenis Kelamin

06 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi interpersonal antara mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan. Hipotesis…

Pedofillia – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Hal yang paling meresahkan dunia saat ini adalah meningkatnya kasus pedofillia secara merata di seluruh…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan No comments

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

Teman Berselingkuh

Suatu hari ketika Anda sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, Anda melihat teman sekantor Anda sedang berjalan mesra dengan seseorang yang…

27 Feb 2018 Obrolan pikirdong Comments (3)

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014