DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic…

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Sinopsis: Internet Addiction Disorder

Revolusi komputer dan internet pada saat ini memungkinkan setiap orang untuk melakukan beberapa aktivitas di dunia maya, komunikasi, belajar, bermain, atau bahkan bekerja. Begitu banyak fasilitas dan informasi yang tersedia membuat beberapa orang ketagihan oleh karenanya. Komputer dan internet menjadi candu layaknya kebutuhan yang harus dipenuhi.

sponsor1Banyak hal yang dapat dilakukan dengan komputer dan internet, seperti bermain games, surfing, chatting, atau bahkan bermain judi melalui internet. Bagi beberapa orang, mereka dapat duduk di depan komputer berjam-jam lamanya dan tidak merasa jenuh atau bahkan menghabiskan waktu seharian penuh bersama komputer.

Bila perilaku yang telah menjadi kebiasaan ini dapat mempengaruhi psikologis seseorang maka akan menimbulkan pertanyaan; seberapa dampak buruk yang diakibatkan? Seberapa lamakah waktu yang ideal untuk menggunakan komputer? Apakah ada yang disebut dengan kecanduan komputer atau internet?

Kecanduan Komputer dan Internet

Sejak ditemukan pertama sekali dan sampai sejauh ini, komputer mengalami perubahan yang pesat, baik secara hardware maupun software. Perubahan tersebut menjadi daya tarik sendiri yang mempengaruhi jutaan manusia untuk mengenal komputer, ―saat ini internet mewabah setiap kalangan muda dan orangtua.

Dahulu, orang untuk mendapatkan berita haruslah menunggu keesokan harinya melalui surat kabar, sejak internet muncul orang tidak perlu lagi menunggu besok untuk mendapatkan berita terbaru, beberapa website update setiap menitnya.

Melalui internet orang dapat melakukan komunikasi dengan orang lain atau bahkan dengan beberapa komunitas sekaligus, chatting online dengan fasilitas beberapa room yang tersedia memungkin seseorang dapat berkomunikasi secara bersama, atau beberapa website komuniti (social networking) seperti Friendster, MySpace, Facebook, atau Twitter memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk mengekspresikan dirinya ke depan publik.

Email, pesan berita pada message board pada halaman pribadi, upload photo pribadi, telah menyita sebagian besar waktu kita di depan internet. Aktivitas ini dianggap sebagai hal yang menyita waktu, menurunkan produktivitas kerja seperti yang diisukan beberapa waktu lalu di Indonesia; perusahaan-perusahaan yang memiliki koneksi internet akan menutup jaringan server ke website-website seperti Facebook.

Istilah kecanduan komputer dan internet (internet and computer addictive) adalah sebuah konsep kajian yang masih baru dan perlu didiskusikan. Konsep perilaku kompulsif ini bukanlah bentuk formal seperti halnya bentuk gangguan (disorder) psikologis lainnya, masih diperlukan penelitian secara lebih mendalam terhadap perilaku ini. Namun demikian, beberapa laporan menunjukkan adanya hubungan erat antara perilaku internet kompulsif dengan perilaku sehari-hari, pekerjaan dan hubungan dengan orang lain.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa beberapa individu yang “candu“ dengan komputer dan internet memiliki perubahan perilaku yang menonjol meskipun pada laporan tersebut tidak disebutkan sebagai bentuk gangguan;

1) Beberapa individu lebih merasa dirinya nyaman bila bertemu dengan teman di dunia maya dibandingkan teman dalam dunia nyata.
2) Beberapa diantaranya tidak mampu untuk melepaskan dirinya dari komputer, bermain games, judi atau ketagihan untuk terus surfing di internet
3) Frekuensi dan lamanya waktu menggunakan komputer dan internet secara berlebihan.

Beberapa Bentuk Kecanduan Internet

1. Ketagihan cybersex
Ketagihan atau kecanduan cybersex termasuk didalamnya melihat atau menonton, melakukan download atau melakukan transaksi via internet untuk mendapatkan pornografi, termasuk di dalamnya juga fantasi seksual dalam chatting

2. Kecanduan dalam menjalin hubungan di dunia maya
Individu yang ketagihan untuk terus chatting dalam menjalin hubungan dengan orang lain secara online. Kecanduan ini secara bertahap akan membuat individu tersebut lebih mementingkan orang yang ia kenal melalui online dibandingkan dalam kehidupan nyata.

3. Net Compulsive
Net kompulsif merupakan kecanduan dalam bermain game online, judi online dan eBay. Beberapa individu yang ketagihan bermain game online, virtual kasino dan eBay kehilangan uang begitu besar, diantara mereka juga kehilangan pekerjaan, gagal dalam menyelesaikan tugasnya dan memburuknya hubungan dengan pasangannya.

4. Kecanduan surfing atau mengumpulkan data-data di internet
Banyaknya informasi yang tersedia di jaringan internet World Wide Web, membuat sebagian individu kecanduan dalam mengumpulkan data-data yang ia peroleh dari internet, ia menyusun atau mengumpulkan data-data tersebut secara teratur. Mereka menghabiskan waktu lama di internet dengan menggunakan search engine untuk mengumpulkan data. Perilaku ini cenderung mengarah pada perilaku Obsessive compulsive

5. Kecanduan komputer
Di tahun 1980an, sejak kemunculan game seperti Solitaire dan Minesweeper dilaporkan banyak individu obsesif dengan program tersebut, diantara mereka mengalami pelbagai permasalahan dalam pekerjaannya, hubungan interpersonal dan membuang-buang waktu secara sia-sia. Saat ini, ada ribuan program dan game yang muncul dan lebih menarik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dinner Dash merupakan salah satu game yang pernah menghebohkan.

Adakah Ketergantungan pada Internet itu?

Penggunaan istilah “kecanduan“ dalam penggunaan komputer dan internet masih dalam kontroversi, bagi beberapa orang penggunaan komputer melebihi jumlah waktu rata-rata dari normalnya tidak memberi mempengaruhi karakter perilaku apa-apa baginya. Pada awal-awalnya, Sara Kiesler. PhD, seorang peneliti dari Universitas Carnegie Mellon yang telah meneliti penggunaan internet secara berlebihan yang pernah dipublikasikan pada september 1988, APA, mengatakan bahwa tidak ada riset sejauh ini yang menunjukkan adanya penyimpangan perilaku seperti perasaan sendiri, hidup menyendiri atau masalah judi yang nyata karena disebabkan oleh penggunaan waktu yang berlebihan di internet

Terminologi Internet Addiction Disorder (IAD) pertama sekali diajukan oleh Dr. Ivan Goldberg sebagai bentuk patologis dari penggunaan internet secara kompulsif.

Kriteria gangguan IAD disebutkan dalam tambahan 1 bersama dengan kriteria subtansi penyimpangan dalam DSM-IV, namun Dr. Ivan Goldberg, sesekali merevisi dan menyebut istilah IAD dengan Pathological Computer Use (PCU) dalam beberapa tulisan di lainnya, disamping itu Goldberg juga mengganti beberapa kriteria yang pernah disebutkannya terdahulu.

Goldberg (1996), menyebutkan PCU merupakan bentuk penyimpangan dimana penggunaan komputer secara berlebihan yang menyebabkan oleh beberapa kondisi seperti distres dan pelbagai efek terhadap fisik, psikologis, hubungan interpersonal, perkawinan, ekonomi dan fungsi sosial.

Seiringnya perkembangan waktu, beberapa permasalahan seperti memburuknya perkawinan atau perceraian, kehilangan pekerjaan, tinggal kelas, makan menjadi tidak teratur, gangguan dalam berkomunikasi (hubungan) interpersonal mulai ditelaah oleh beberapa ahli seperti yang dilakukan oleh Jabs (1996).

Dalam aspek kehidupan sosial dunia maya (cyberspace) individu yang terlibat komunikasi, hubungan timbal balik dan hubungan interpersonal dengan beberapa orang merupakan stimulasi yang begitu menarik, sehingga sulit untuk berhenti, individu akan terikat dan bergantung pada internet (Suler, 1996)

Menariknya, dari beberapa penelitian menyebutkan bahwa sebagian besar individu yang terlibat dalam komunikasi cyberspace (seperti; mailing list, diskusi group, forum, chat rooms, bulletin boards, dsb) memperoleh pengalaman-pengalaman yang menguntungkan dalam hubungan sosial, akan tetapi tidak berlanjut pada kontak sosial yang nyata.

Minimnya komunikasi verbal, dimana individu mencoba memahami teks-teks kalimat yang muncul membuat kondisi tersebut menjadi sebuah tantangan yang menarik bagi pengguna internet (Huang, 1996). Sebuah hubungan interpersonal didasarkan pada tingkat pemahaman teks-teks (kalimat) menjadi daya tarik sendiri bagi beberapa orang, tidak perlu takut dalam mengungkapkan argumentasi, malu dan merasa bebas dalam mengekspresi dirinya ―dimana pada kenyataan sehari-hari dalam dunia nyata adalah hal yang sulit mengungkapkan perilaku tersebut pada orang asing yang baru kita kenal.

Dalam beberapa hal, beberapa individu juga cenderung untuk menutup dirinya dan bersikap bohong, dimana kata-kata teks yang diungkapkan tidak sesuai dengan perilakunya dalam keseharian, tedensi ini akan terus berlanjut selama komunikasi di internet terus dilakukannya. Teks juga hanya memberikan pemahaman yang tidak memadai dalam memahami sebuah kondisi emosional, kesalahan dalam interpretasi kerab terjadi dibandingkan dengan kondisi nyata (real life). Kondisi-kondisi ini akan menjadi tantangan bagi pengguna internet untuk terus melibatkan dirinya secara online lebih mendalam.

Menghakimi orang lain (dengan cara memberikan komentar negatif pada bulletin boards, forum dsb), membuat atau menciptakan isu-isu sensual dan kontradiktif, melawan hukum atau norma-norma dalam masyarakat untuk menarik perhatian orang lain melihat atau membaca dimana perilaku tersebut dilakukan secara konsisten akan membuat individu semakin terikat secara emosional terhadap internet (King, 1995). Hal-hal diatas merupakan faktor-faktor yang memberikan kontribusi kemunculan kecanduan komputer dan internet (IAD; Internet Addiction Disorder)

Diperkirakan sekitar 10% populasi pengguna internet mengalami kecanduan internet. Meskipun Asosiasi Psikologi Amerika (APA) tidak menggolongkan dalam bentuk penyimpangan (disorder) serius, namun demikian beberapa penelitian menemukan beberapa bentuk penyimpangan perilaku kecanduan internet dan komputer sebagai bentuk gangguan atau masalah dalam mengontrol impuls yang dapat berdampak pada memburuknya perkawinan atau perceraian, kehilangan pekerjaan, tidak mampu menyelesaikan tugas-tugas, tinggal kelas, makan menjadi tidak teratur, gangguan dalam berkomunikasi (hubungan) interpersonal (Jabs, 96; DeLoughry, 96; Suryaraman, 96)

Menurut David Greenfield. PhD, pendiri Center for Internet Studies, pengaruh komputer dan internet sekarang ini tidaklah sama dengan kondisi masa-masa sebelumnya. Greenfield melakukan survei dalam skala lebih luas pada tahun 1998 pada 18.000 user yang melakukan registrasi di website ABC News, ia menemukan 5,7% pengguna internet itu memiliki kecenderungan kriteria pengguna internet secara kompulsif. Perilaku kompulsif itu berupa; chatting, pornografi, belanja online, dan email.

Banyak penelitian, termasuk penelitian Greenfield sendiri menyebutkan bahwa pria cenderung lebih teradiktif dibandingkan wanita. Penelitian Keith Anderson. PHD, dari Rensselaer Polytechnic Institute menyebutkan bahwa dari 1.300 mahasiswa yang ditelitinya, 103 mahasiswa memiliki ketergantungan dengan internet, 91 diantaranya adalah pria. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Kimberly Young. PhD, salah satu direksi dari Center for On-line Addiction yang didirikan pada tahun 1995, ia menemukan bahwa wanita lebih teradiktif dibandingkan pria.

Dalam Sexual Addiction and Compulsion: The Journal of Treatment and Prevention (2000), penelitian yang dilakukan oleh Alvin Cooper. PhD, terfokus pada perilaku seksual, menemukan bahwa wanita cenderung untuk menghabiskan waktu dalam cybersex, menggoda orang lain, atau melibatkan diri dalam chatting room yang menjurus pada seksualitas, sementara pada pria lebih pada pornografi.

Cooper menambahkan bahwa pria lebih cenderung menyukai stimuli visual pada pengalaman seksual, sementara wanita lebih tertarik penciptaan hubungan dan interaksi personal.

[ew_style_box stype=”black”]

Faktor Kondisi yang Beresiko

  • Individu yang mengalami kecemasan dan menggunakan komputer dan internet sebagai satu-satunya cara pengalihan kecemasan
  • Individu yang mengalami depresi. Intrnet mungkin dapat mengurangi tingkat depresi seseorang akan tetapi penggunaan secara berlebihan akan memperburuk depresi yang dialaminya
  • Bila individu memiliki beberapa ketergantungan adiktif lainnya seperti alkohol, drugs, berjudi dan seks
  • Anak-anak dan remaja. Bagi anak-anak dan remaja menggunakan komputer dan internet hal yang menyenangkan dan memberikan rasa nyaman
  • Individu yang kurang memiliki teman dalam kehidupan sosial nyata akan mencari teman-teman sosialnya melalui internet
  • Individu yang kurang memiliki aktivitas yang rutin akan mencari kesibukan melalui internet.

[/ew_style_box]

Pada penelitian sebelumnya, Professional Psychology: Research and Practice (1998), Cooper menemukan bahwa sekitar 91% pengguna internet dari 9.265 responden menghabiskan waktu sedikitnya 11 jam dalam seminggu untuk pornografi. Dari 82% pengguna internet yang menghabiskan waktu 1 jam setidaknya juga pernah membuka pornografi meskipun tidak sebegitu lama.

Faktor Resiko

Diagnosa kecanduan komputer dan internet ditentukan bila perilaku penggunaan komputer dan internet dilakukan secara intens selama 6 bulan berdasarkan kriteria-kriteria yang ada. Faktor utama penyebab kemunculan adiktif ini tidak diketahui dengan pasti, namun beberapa ahli menyimpulkan bahwa fasilitas-fasilitas yang interaktif, grafis yang indah, dapat menjadi daya tarik tersendiri. Kemudahan dalam mengakses internet juga dapat menjadi pemicu perilaku adiktif, beberapa kampus menyediakan fasilitas yang mudah bagi mahasiswa untuk mengakses internet secara gratis, biaya atau iuran yang sangat murah, dan tersedianya cafe-cafe internet. Siapa saja yang berpotensi mengalami adiktif?

1. Individu yang aktif mempunyai blog atau website
Mempunyai blog atau website merupakan hal yang menyenangkan bagi pengguna internet, mereka menghabiskan beberapa jam di depan komputer untuk mengisi berita, atau hal-hal yang ingin disampaikan kepada orang lain. Biasanya mereka akan mengecheck komentar, jumlah pengunjung website, shoutbox, pesan, feedback, email dan sebagainya secara rutin.

2. Individu yang melakukan registrasi pada website social networking
Individu yang melakukan registrasi pada website seperti Friendster, Twitter, Myspace, atau Facebook. Biasanya individu akan mengumpulkan teman-teman dalam wadah di halaman yang tersedia, bahkan diantara mereka akan senang bila memiliki banyak teman, atau menambah teman baru, menerima pesan di message board, testimony, email, ataupun komentar terhadap dirinya, mengupload photo, dan sebagainya.

3. Individu yang terikat dengan forum
Individu yang sering mengisi proaktif forum atau terikat dengan forum akan menyukai bila pesan-pesan yang ia isi ditanggapi oleh orang lain, adanya gambar avatar juga menarik pengguna internet untuk terlibat dalam forum-forum

4. Gamer
Individu yang menyukai games atau games online akan membutuhkan banyak waktu untuk menyelesaikan episode-episode dalam games tersebut sama halnya individu yang menyukai judi, internet mempunyai banyak pilihan secara virtual tanpa harus mendatangi tempat khusus yang telah ada.

5. Chatter
Melakukan chatting merupakan tantangan bagi pengguna internet, adanya fitur-fitur yang menarik seperti ekspresi wajah, font yang unik dan warna, akan menambah menarik bagi mereka yang melakukan aktivitas chatting. Adanya kamera juga menambah daya tarik tersendiri untuk melakukan aktivitas tersebut.

Ketergantungan Komputer dan Internet
Simtom dan Dampak dari Internet Adiktif

Bagi beberapa orang tidak mungkin melepaskan kebiasaan menggunakan komputer, misalnya menyangkut pekerjaan yang ditekuninya. Designer, penulis buku atau pekerjaan lainnya yang mengharuskan dirinya berada di depan monitor dan menghabiskan 8 jam setiap harinya.

 

Ketergantungan Komputer dan Internet
Tips dan Treatment

Masih terjadi perdebatan mengenai jumlah waktu yang ideal untuk menggunakan komputer dan internet sampai sekarang ini. Para ahli menyimpulkan bahwa tidak ada waktu yang disebut normal atau abnormal dalam penggunaan internet, hal ini sangat tergantung pada setiap individu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Putus atau Mempertahankan Cintanya?

09 Sep 2013 pikirdong

Punya pacar berarti kamu harus siap-siap untuk memikirkan hal-hal kedepan menyangkut hubungan kalian berdua. Banyak…

Halusinasi

07 Sep 2013 pikirdong

Halusinasi merupakan persepsi yang abnormal pada individu dimana ia sadar dan terjaga akan tetapi tanpa…

Meredakan Amarah

10 Sep 2013 Ardiman Adami

Alkisah, dalam sebuah peperangan, Ali bin Abi Thalib berhasil mengalahkan lawannya. Ali berhasil memukul pedang…

Tanpa Pacar Bikin Bete?

09 Sep 2013 pikirdong

Banyak orang merasa tidak nyaman dengan kondisi hidup sendiri tanpa pacar disamping. Mereka menciptakan momok…

Mengkritik dengan Tepat

05 Oct 2013 Sayed Muhammad

Kritik dapat dilakukan oleh siapapun, namun tidak semua kritikan yang dilontarkan dapat diterima dengan sikap…

10 Cara Mengetahui Calon Suami Pembenci Wanita

09 Sep 2013 Sayed Muhammad

Berbagai tindakan kekerasan terhadap wanita terutama dalam rumah tangga ditemukan setelah pasangan melakukan pernikahan. Selama…

Reformasi Sistem Pendidikan Finlandia Menjadikan Mereka yang Terbaik…

16 Oct 2015 Sayed Muhammad

Reformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan di Finlandia telah dimulai 40 tahun lalu, kini, sekolah-sekolah di…

Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Paraphilia adalah istilah klinis yang digunakan untuk menggambarkan penyimpang seksual. Paraphilia merupakan permasalahan menyangkut kontrol…

Katakan Saja Tidak!

29 Oct 2015 Sayed Muhammad

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar untuk mengatakan "tidak" yang memang kita…

Masturbasi dan Pengaruh Psikologisnya

09 Sep 2013 pikirdong

Masturbasi adalah rangsangan disengaja yang dilakukan pada organ genital untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual…

Masalah lagi… Masalah lagi…

08 Sep 2013 pikirdong

Aduh…! Pusing banget nich. Lagi banyak masalah”, atau “Kenapa sich masalah selalu dateng hampirin aku!”,…

Lupakan Mantan Pacar!

10 Sep 2013 Sayed Muhammad

Putus cinta? Seebbeell!! Malam minggu jadi sepi, gak ada yang ngapelin lagi, gak ada yang…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders yang ke V terjadi perubahan…

30 Aug 2017 Artikel Psikologi Psikologi Klinis pikirdong No comments

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan juga, diambil langkah untuk rawat…

24 Aug 2017 Kolom Sayed Muhammad Sayed Muhammad No comments

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014