DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic…

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan jutaan manusia berinteraksi dengan menggunakan icon-icon sebagai super magnetik dalam menjalin hubungan dengan individu lainnya. Simbol-simbol yang awalnya kurang menjadi perhatian, kini menjadi icon tersendiri sebagai gaya hidup yang mesti diketahui banyak orang, untuk menjadi manusia “smart” memasuki babak baru dalam pergaulan modern ini.

Pengguanaan media untuk berkomunikasi merupakan salah satu cara untuk mendapat lebelisasi mobil dan trendy, saat ini, internet telah menjadi suatu bentuk kebutuhan baru dalam bersosialisasi. Handphone adalah satu media yang menjadi pilihan populer yang mudah dibawa kemanapun, praktis, dan simple.

Seiring perkembangan jaman, handphone pun berubah fungsi, penemuan pelbagai macam fitur telah menciptakan wabah baru ketergantungan pada teknologi akut, handphone pun berubah menjadi alih fungsi dari sekedar untuk berkomunikasi semata, kini smartphone diciptakan untuk individu agar dapat bermain lebih lama dengan alat tersebut.
Namun, kecanggihan ini ternyata memberikan suatu sinyal penting bahwa penggunaan smartphone memberikan banyak dampak buruk, dengan kata lain smartphone tidak memberikan “kecerdasaan” bagi pemakainya. Brain drain adalah suatu kata yang mencuat akhir-akhir ini setelah Adrian F. Ward dari Universitas Texas di Austin mempublikasi risetnya yang menyebutkan bahwa smartphone mengurangi kemampuan kognitif bagi pemakainya.

Brain drain erat kaitannya perilaku impulsif individu yang bergantungan pada smartphone sehingga individu berperilaku tidak efektif, dibawah sadar, tidak dapat fokus, serta kegelisahan tanpa sebab spesifik bila tidak menyentuh smartphone dalam relatif singkat. Dr. Ward menyebutkan bahwa penggunaan smartphone telah membatasi kapasitas kognitif yang dapat menghambat kerja memori, mengurangi perhatian dan kecerdasan.
Penderita brain drain kesulitan dalam mengingat apa yang harus dilakukan dalam perilaku kehidupan sehari-harinya bahkan dalam hal-hal kecil sekalipun, ia sering lupa dengan apa yang semestinya hendak dilakukan, sehingga sering terlihat bingung dengan apa yang dikerjakannya. Ini adalah salah satu ciri sebagai efek dari brain drain.

Pengguna smartphone memiliki dampak brain drain yang lebih parah, pesan-pesan aktif notify dari smartphone telah menggerakan impuls dari invidu untuk melihat isi pesan tersebut sebelum otak menimbang manfaat dalam keputusan yang diambil. Akibatnya, individu menjadi tidak fokus, kehilangan konsentrasi, serta menghambat kecerdasaan dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Akhir-akhir ini banyak sekali tulisan yang kita temui mengungkapkan dampak buruk dari smartphone, baik bagi anak ataupun kepada individu secara umum. Serta, semakin banyak penelitian juga yang terus dilakukan untuk mengetahui dampak buruk dari wabah smartphone yang melanda hampir seluruh dunia. Hasil penelitian tersebut menjadi perbincangan seluruh dunia, terkenal dan menjadi rujukan dalam setiap obrolan dalam media sosial.

Bijak menggunakan smartphone;

1. Matikan smartphone saat bertemu teman, duduk bersama mereka, terlibat pembicaraan dibandingkan sibuk dengan smartphone masing-masing.
2. Matikan smartphone saat berada dalam pertemuan penting dengan seseorang, rapat, seminar, atau saat sedang berada di kantor.
3. Matikan smartphone Anda saat berada dalam kawasan tertentu yang melarang penggunaan jenis handphone, misalnya kawasan pengisian bahan bakar yang memberikan tanda larangan penggunaan alat tersebut, dalam pesawat tertentu, ruangan dalam rumah sakit, laboratorium, dan sebagainya.
4. Tidak menggunakan smartphone saat mengendarai kendaraan tanpa alat bantu.
5. Matikan smartphone saat berada dalam acara keagamaan, dalam rumah ibadah dan sebagainya.
6. Tidak memberikan smartphone kepada anak-anak, meskipun dengan dalih untuk kepentingan perkembangan.

Sebuah penelitian yang sempat dipublish oleh The Daily Telegraph (4 Juli 2017) misalnya, Smartphone telah menumbuhkan kutu kepala diantara anak-anak sekolah. Serius, saya tidak mengada-ada, penelitian ini dilakukan oleh British Association of Dermatologists menyebutkan bahwa 45% anak-anak sekolah mengalami permasalahan kutu rambut, angka ini melesat tinggi dalam 5 tahun terakhir. Penyebabnya adalah Selfie culture. Perilaku selfie bersama teman-teman ini mendorong anak-anak untuk berkumpul dalam kelompok, membiarkan serangga itu melompat di antara kepala mereka.

Lupakan tentang kutu rambut, smartphone adalah bisnis, individu disibukan dengan pelbagai fitur, cukup efektif sebagai pembunuh rasa kesepian, menjelajah dunia maya atau berinteraksi dengan media sosial. Bagi beberapa orang, smartphone sangat bermanfaat, namun memiliki smartphone bukan berarti bahwa kita dapat melupakan sebagai makhluk sosial yang perlu berinteraksi langsung dengan orang sekitar. Apalagi kecanggihan smartphone tersebut telah membuat kita tidak dapat bersikap manis di depan orang lain, menyapanya dengan sebuah senyuman dibandingkan mengetik sebuah kata “halo?” dari smartphone.

Simpan smartphone Anda untuk sementara, sapalah orang-orang disekitar, berbicaralah langsung dengan mereka dibandingkan Anda berinteraksi dengan dunia maya, ini lebih bermanfaat dan memperkaya kepribadian diri dibandingkan tenggelam dengan kehidupan dunia maya. Bila demikian, impuls yang terkontrol akan tetap menjaga diri Anda sebagai Mr. Nice Guy.

Rujukan:
Adrian F. Ward et al. Brain Drain: The Mere Presence of One’s Own Smartphone Reduces Available Cognitive Capacity, Journal of the Association for Consumer Research (2017). DOI: 10.1086/691462

Sarah Knapton, Smartphones blamed for dramatic rise in head lice as schoolchildren gather together to view screens. Link.

Penulis :ayed

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Menyikapi Hasil UN

19 Jul 2010 Fuad Nashori

Hari-hari menjelang pengumuman hasil ujian nasional (UN) menjadi hari-hari yang penuh tekanan dan kecemasan bagi…

Developmental Milestones: Usia 3 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 3 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Menangis ketika mengompol Mendekut bila merasa nyaman Tingkah laku Tersenyum bila ada orang…

Fatal-Flaws

09 Sep 2013 pikirdong

Selama masa pacaran atau pendekatan dilakukan, banyak pasangan sebenarnya telah menangkap tanda-tanda “ketidakberesan” perilaku pada…

Euthanasia

04 Sep 2015 Sayed Muhammad

Eutanasia (euthanasia) merupakan suatu cara atau tindakan mengakhiri hidup yang dilakukan pada orang sakit atau…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

26 Jul 2016 pikirdong

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus untuk pejalan kaki (pedestrian), jalur ini…

Peran Keluarga terhadap Keselamatan Anak Saat Terjadi Bencana

08 Sep 2013 Fuad Nashori

Anak-anak adalah bagian dari masyarakat yang paling rentan terhadap bencana (tsunami, gempa, banjir, longsor, penculikan,…

Edisi Ibukota : Tas Tas Integritas!!

15 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Salam Tarzan Kota! Sudah sampai manakah Tarzan-Tarzan kota menjelajah?? Harapan saya, kita tetap akan bertemu di…

Dyslexia

03 Sep 2013 pikirdong

Membaca dengan lancar bagi seseorang mungkin sangat mudah setelah melalui proses belajar dari sejak kecil,…

Mencapai Pribadi Yang Sukses

18 Oct 2013 pikirdong

Siapa kita ? Kita adalah makhluk ciptaan Allah (baca:manusia) yang terlahir ke dunia ini dalam keadaan…

Pedofillia – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Hal yang paling meresahkan dunia saat ini adalah meningkatnya kasus pedofillia secara merata di seluruh…

Social Phobia

08 Sep 2013 pikirdong

Sosial fobia (social phobia) atau dikenal juga dengan istilah social anxiety disorder (SAD) merupakan gangguan…

Masalah lagi… Masalah lagi…

08 Sep 2013 pikirdong

Aduh…! Pusing banget nich. Lagi banyak masalah”, atau “Kenapa sich masalah selalu dateng hampirin aku!”,…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders yang ke V terjadi perubahan…

30 Aug 2017 Artikel Psikologi Psikologi Klinis pikirdong No comments

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan juga, diambil langkah untuk rawat…

24 Aug 2017 Kolom Sayed Muhammad Sayed Muhammad No comments

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014