TwitterFacebookGoogle+

Stress

Seiring dengan perkembangan kota yang semakin pesat, laju pertumbuhan yang semakin padat memicu munculnya stres. Kita akan lebih sering berhadapan dengan gejolak emosi yang disebut dengan stres, kemacetan yang luar biasa, beban pekerjaan yang menumpuk dan membutuhkan penyelesaian yang cepat, tindakan kejahatan yang mengancam, kehilangan orang yang dicintai dan berbagai permasalahan lainnya yang menimbulkan kecemasan. Stres seakan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

stress

Stress – Photo contribute by Lukito Indarto © 2013

Istilah stres semakin populer seiring media menyebutnya sebgai perilaku yang tak lazim pada manusia sebagai akibat dari stres, nervous breakdown, menjadi istilah yang sering dipakai dalam berbagai liputan tentang kehidupan artis yang mengalami permasalahan dalam kehidupannya, bunuh diri, kekerasan dalam rumah tangga, penyalahan narkoba dan berbagai liputan lainnya. Akibatnya orang semakin akrab dengan istilah tersebut. Tak jarang kita mendengar ibu-ibu yang menyeletuk; “Aku stres kalau jalan selalu macet!”

Dalam pengertian umum, stres terjadi jika orang dihadapkan dengan peristiwa yang mereka rasakan yang dapat mengancam kesehatan fisik atau psikologisnya. Tak terhitung banyaknya peristiwa yang dapat menimbulkan stres. Peristiwa-peristiwa tersebut disebut dengan stressor. Sebagian besar darinya membawa pengaruh terhadap perubahan perilaku seperti perang, kematian orang-orang terdekat atau gempa. Hal lain sebagai bentuk karakteristik peristiwa yang dapat memicu munculnya adalah adanya bertentangan (konflik) dalam bentuk motif atau keinginan yang saling bertentangan.

Sumber stres yang paling jelas adalah peristiwa traumatik (lihat – Gangguan Stres Pasca Trauma), peritiwa tersebut antara lain; gempa bumi (bencana alam – disaster syndrome), peperangan, penyiksaan seksual dan sebagainya. Reaksi orang berbeda-beda terhadap stres, hal ini dipengaruhi oleh karakteristik peristiwa yaitu;

1) Controllability
Yaitu suatu kondisi pemicu stres yang dapat dikendalikan oleh individu. Artinya individu mempunyai kemampuan untuk segera keluar dari lingkungan stres tersebut. Keyakinan bahwa kita mampu untuk mengendalikan suatu peristiwa akan memperkecil tingkat kecemasan

2) Predictability
Suatu kondisi atau peristiwa pemicu stres yang dapat diperkirakan akan terjadi (walaupun individu tidak mampu untuk mengedalikannya) akan mengurangi tingkat keparahan stres.

3) Menantang tingkat batas-batas manusia
Beberapa situasi yang dapat dikendalikan dan diprediksi (peristiwa tersebut mengandung stressor) akan tetapi peristiwa tersebut memaksa kita pada batas-batas kemampuan dan menantang kemampuan kita, misalnya siswa yang belajar berjam-jam karena keesokan akan ada ujian dibandingkan hari-hari sebelumnya. Contoh lainnya pekerjaan yang harus diselesaikan karena telah sampai pada deadline pada hari itu juga.

Gejala stres

Beberapa gejala untuk mengetahui seseorang mengalami stres:

a) Gejala fisik
Ditandai dengan muncul rasa sakit kepala, sakit lambung, hypertensi (darah tinggi), sakit jantung atau jantung yang sering berdebar-debar tanpa sebab yang jelas, insomnia, mudah lelah, berkeringat, hilangnya selera makan, sring buang air kecil.

b) Gejala psikis
Ditandai dengan gelisah atau muncul kecemasan, sulit berkonsentrasi, sikap apatis, pesimis, hilangnya rasa humor, sering melamun, kehilangan gairah terhadap belajar atau pekerjaan, cenderung bersikap agresif baik secara verbal maupun non-verbal (physic aggression)

Stres berat

Gambaran klinis utama adalah pengalaman ulang peristiwa yang menyakitkan, merupakan suatu pola menghindar dan kekakuan emosi serta kesadaran secara berlebihan yang hampir menetap yang merupakan konsekuensi langsung dari stres yang akut atau trauma yang berkepanjangan. Karakteristik dari kategori ini tidak hanya didasarkan pada identifikasi secara simtom (gajala-gejala yang tampak) atau perjalanan penyakit, akan tetapi lebih pada pencetus terjadi stres berat yaitu:
suatu stres kehidupan yang luar biasa yang menyebabkan reaksi stres akut atau suatu perubahan penting dalam kehidupan yang menimbulkan ketidaknyamanan berkelanjutan yang kemudian hari dapat terjadi gangguan penyesuaian

Gangguan-gangguan ini dapat dianggap sebagai respon maladaptif terhadap stres berat atau stres berkelanjutan dimana mekanisme penyesuaian tidak berhasil mengatasi sehingga menimbulkan masalah dalam funsi sosialnya. Holmes dan Rahe (1967) menyebutkan peristiwa-peristiwa stres yang dapat mengakibatkan perubahan dalam hidup individu diantaranya adalah kematian orang yang dicintai, perceraian, hidup terpisah dalam perceraian, hukuman penjara, kematian orang-orang terdekat, luka atau rasa sakit yang berkepanjangan, dipecat dari pekerjaan dan sebagainya.

Individu yang rentan terhadap gejala stres berat:

1) Adanya pengalaman masa trauma di masa kanak-kanak
2) Gangguan kepribadian ambang, paranoid, dependen atau antisosial
3) Sistem pendukung yang tidak adekuat (adequate)
4) Kerentanan genetik
5) Perubahan hidup penuh stres yang baru terjadi
6) Persepsi lokus kontrol eksternal
7) Penggunaan alkohol

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Edisi Ibukota : Tas Tas Integritas!!

15 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Salam Tarzan Kota! Sudah sampai manakah Tarzan-Tarzan kota menjelajah?? Harapan saya, kita tetap akan bertemu di…

Narcissistic Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsisistik merupakan gangguan mental dimana individu merasa dirinya…

Obsessive Compulsive Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian obsesif-kompulsif (Obsessive Compulsive Personality Disorder; OCPD) adalah suatu kondisi karakter dengan gangguan kronis…

Fetishisme – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Fetishisme menggambarkan bentuk penyimpangan seksual dimana individu dalam melakukan aktivitas seksual melibatkan barang-barang tertentu. Bila…

Menghindar Burnout di Tempat Kerja

08 Sep 2013 pikirdong

Istilah burnout secara psikologis pada awalnya digunakan oleh Freudenberger meminjam istilah yang pada awalnya…

Menopause

09 Sep 2013 pikirdong

Menopause merupakan proses biologis yang alami terjadi pada wanita pada usia 40-60 tahun (pada umumnya…

Katakan Saja Tidak!

29 Oct 2015 Sayed Muhammad

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar untuk mengatakan "tidak" yang memang kita…

Agresivitas dalam Pendidikan: Masalah dan Solusinya

09 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam konteks ke-Indonesiaan saat ini, apa yang dilihat oleh warga negara Indonesia melalui media massa…

Memberi Nama yang Baik Untuk Anak Kita

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Salah satu hak anak adalah mempunyai nama yang baik. Hak ini merupakan tanggung jawab orangtua…

Edisi Ibukota : Sikap "Inilah Waktunya!"

04 Sep 2013 Candrawati Wijaya

Salam Tarzan Kota!  Seberapa sering hal ini terjadi pada diri kita : Anda duduk dalam pertemuan staf…

Kompetensi Interpersonal Mahasiswa Ditinjau dari Jenis Kelamin

06 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi interpersonal antara mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan. Hipotesis…

Pedofillia – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Hal yang paling meresahkan dunia saat ini adalah meningkatnya kasus pedofillia secara merata di seluruh…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan No comments

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

Teman Berselingkuh

Suatu hari ketika Anda sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, Anda melihat teman sekantor Anda sedang berjalan mesra dengan seseorang yang…

27 Feb 2018 Obrolan pikirdong Comments (3)

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014