DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic…

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Terjebak Penyalahgunaan Narkoba

Beberapa faktor kondisional yang mempengaruhi individu untuk menggunakan narkoba dan terjebak di dalam lingkaran setan tersebut

1 Faktor Kepribadian.   

Self control yang buruk  Individu yang yang mecoba-coba menggunakan narkoba biasanya memiliki sedikitnya pengetahuan akan narkoba baik minim atau secara menyeluruh akan efek-efek bahaya yang ditimbulkan oleh narkoba, atau setidaknya norma-norma dan hukum melarang akan penggunaan narkoba. Individu tersebut tidak dapat mengontrol keinginannya untuk mencobanya, sikap impulsive dengan didorong oleh rasa tahu yang kuat akan mempengaruhi self knowledge sehingga ia menjadi terjebak dalam ketergantungan obat-obatan tersebut

Adjustment yang tidak tepat  Individu yang mengalami benturan-benturan konflik yang menimbulkan frustrasi membuat individu melakukan kompensasi dengan terlibat dalam penyalahangunaan narkoba sebagai bentuk tension reduction. Biasanya individu yang tidak biasa dalam menghadapi penyelesaian masalah cenderung untuk menggunakan narkoba, hal ini disebabkan individu melakukan maladjustment akibat pengalaman-pengalaman dalam making decision (mengambil keputusan) untuk menyelesaikan permasalahan dirinya. Kecemasan yang ditimbulkan oleh konflik individu tersebut dapat menguranginya dengan mengkonsumsi narkoba.

Pleasure principle  Individu yang terbiasa pada kesenangan semata justru menghindari permasalahan yang lebih ruwet, biasanya mereka lebih menyukai penyelesaian masalah secara instan, praktis atau membutuhkan waktu yang singkat. Mereka tidak terbiasa bersikap sabar, telaten, ulet atau berpikir konstruktif akan memilih cara-cara yang simple yang dapat memberikan kesenangan, narkoba memberikan rasa euphoria secara berlebihan.

2. Faktor Lingkungan

Masyarakat yang permisif dan indvidualis  Lingkungan yang individualistik seperti yang terdapat dalam kehidupan kota besar cenderung kurang peduli dengan orang lain, dalam artian setiap individu hanya memikirkan permasalahan dirinya tanpa peduli dengan orang sekitarnya, biasanya orang-orang seperti ini selalu beranggapan bahwa yang penting bukan dirinya, saudara atau familinya tidak terlibat narkoba maka ia tidak mau ambil pusing karenanya. Akibatnya banyak individu dalam masyarakat kurang peduli dengan penyalahangunaan narkoba ini yang semakin meluas pada remaja dan pada anak-anak.

Pengaruh teman  Pengaruh teman atau kelompok juga berperan penting terhadap penggunaan narkoba, hal ini disebabkan sebagai syarat kemudahan untuk dapat diterima oleh anggota kelompok. Kelompok atau genk mempunyai kebiasaan perilaku yang sama antar sesama anggota. Jadi tidak aneh bila kebiasaan berkumpul ini juga mengarahkan perilaku yang sama untuk mengkonsumsi narkoba bersama pula.

Hukum yang terlalu ringan  Hukuman sanksi yang diberikan kepada pengguna dan pengedar narkoba yang terlalu ringan juga mempengaruhi penggunaan narkoba secara meluas, apalagi bila terjadinya penegakan hukum yang kurang adil, misalnya individu yang kedapatan menggunakan narkoba dihukum ringan dengan cara membayar tidak akan efektif untuk memerangi penyebaran pengguna narkoba. Hukuman yang berat akan memberi efek jera pada pemakai atau pengedar dan juga mempengaruhi secara psikologis bagi masyarakat untuk menggunakan narkoba.

3. Faktor Keluarga

 
Kontrol keluarga  Orang tua yang terlalu sibuk jarang mempunyai waktu mengontrol anggota keluarga (anak-anaknya). Anak yang kurang perhatian dari orang tuanya cenderung mencari perhatian dari luar, biasanya mereka juga mencari “kesibukan” bersama teman-temannya. Anak-anak abusive juga kurang mendapat perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya, termasuk mengenal norma-norma yang seperlunya diperkenalkan sejak dini dari dalam keluarga.

Disiplin dan tanggung jawab  Tidak semua penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh remaja dimulai dari keluarga yang broken home, hal seperti ini tidaklah tepat, semua anak mempunyai potensi yang sama untuk terlibat dalam penyalahangunaan narkoba. Pengenalan anak terhadap disiplin dan tanggung jawab akan mengurang resiko anak terjebak didalamnya. Anak mempunyai tanggungjawab terhadap dirinya dan orangtua dan juga masyarakat akan mempertimbangkan beberapa hal untuk mencoba-coba menggunakan narkoba.

4. Faktor Pendidkan

  
Kampanye kurang  Kampanye sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi akan bahayanya menggunakan narkoba. Pemerintah dan instansi terkait seharusnya berperan proaktif terhadap pencegahan penggunaan narkoba dikalangan generasi muda sebagai penerus bangsa karena dampaknya kesehatan akan mempengaruhi generasi muda di masa mendatang. Poster-poster anti narkoba seharusnya juga tidak menggambarkan dampak kematian, melainkan juga harus bersifat informatif yang berkenaan dampak dalam waktu singkat terhadap penggunaan narkoba.

Pendidikan di sekolah.  Pendidkan akan bahayanya narkoba di sekolah-sekolah juga merupakan salah satu bentuk kampanye, kurangnyaa pengetahuan yang dimiliki oleh siswa akan bahayanya narkoba juga dapat memberikan andil terhadap meluasnya pengguna narkoba dikalangan pelajar.

Pengaruh teman  sangat besar dalam terjebaknya penyalahgunaan narkoba, rasa ingin tahu individu dan pengaruh teman menjadikan sebagai dorongan yang kuat untuk mencoba terus narkoba hingga pada tingkat adiktif. Narkoba yang telah menjadi habituasi dalam tubuh akan semakin kuat dan membutuhkan dosis yang semakin tinggi pula untuk “mengejar kenikmatan” dimana yang sebenarnya terjadi organ-organ tubuh yang lain sudah terintoksikasi atau pada tahap kerusakan. Inilah yang disebut sebagai overdosis yang dapat mengakibatkan kematian.

Penulis

ayed
Sayed Muhammad
adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini. Beberapa pengalamannya pernah mengajar di STAIN Malikussaleh untuk bidang studi psikologi pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

General Anxiety Disorder (GAD)

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kecemasan umum (general anxiety disorder; GAD) merupakan bentuk gangguan kecemasan dimana individu secara terus-menerus…

Pemaafan: Penyembuhan Problem Psikologis Individu dan Bangsa

09 Sep 2013 Fuad Nashori

INTISARI Ada dua istilah yang mirip pengertiannya, yaitu pemaafan dan rekonsiliasi. Pemaaafan (forgiveness) adalah menghapus luka-luka…

Developmental Milestones: Usia 9 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 9 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Menggunakan bunyi tertentu untuk tanda berlainan Tingkah laku Mulai mengerti dengan merespon…

Kompetensi Interpersonal Mahasiswa Ditinjau dari Jenis Kelamin

06 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi interpersonal antara mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan. Hipotesis…

Idul Adha Barakah 2016

19 Sep 2016 pikirdong

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10…

Berbagi Berbuah Nikmat

10 Sep 2013 Ardiman Adami

Pernah mendengar kisah ‘Sepotong Roti’ dari Ustadz Yusuf Mansur? Jika belum, ceritanya begini: Alkisah, ada…

Spirit Kepemimpinan Profetik

08 Sep 2013 Ardiman Adami

Pernah suatu malam Khalifah Umar bin Khattab berjalan menyusuri lorong-lorong kota Madinah. Bersama seorang pembantunya,…

Puasa Bicara

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Berbagai hadis Nabi Muhammad memberikan pelajaran pada kita tentang makna puasa. Puasa adalah media bagi…

Masturbasi dan Pengaruh Psikologisnya

09 Sep 2013 pikirdong

Masturbasi adalah rangsangan disengaja yang dilakukan pada organ genital untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual…

Histrionic Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian histrionik (histrionic personality disorder) adalah gangguan kepribadian dengan karakter emosi yang meluap-luap…

Intermittent Explosive Disorder

04 Sep 2013 pikirdong

Intermittent explosive disorder (IED; gangguan eksplosif intermiten) merupakan gangguan dalam mengontrol impuls seperti adiktif alkohol,…

Kleptomania

06 Sep 2013 pikirdong

Kleptomania merupakan gangguan kebiasaan dan impuls (impulse control disorder) yang mengakibatkan dampak-dampak negatif bagi perkembangan…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders yang ke V terjadi perubahan…

30 Aug 2017 Artikel Psikologi Psikologi Klinis pikirdong No comments

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan juga, diambil langkah untuk rawat…

24 Aug 2017 Kolom Sayed Muhammad Sayed Muhammad No comments

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014