TwitterFacebookGoogle+

Terjebak Penyalahgunaan Narkoba

Beberapa faktor kondisional yang mempengaruhi individu untuk menggunakan narkoba dan terjebak di dalam lingkaran setan tersebut

1 Faktor Kepribadian.   

Self control yang buruk  Individu yang yang mecoba-coba menggunakan narkoba biasanya memiliki sedikitnya pengetahuan akan narkoba baik minim atau secara menyeluruh akan efek-efek bahaya yang ditimbulkan oleh narkoba, atau setidaknya norma-norma dan hukum melarang akan penggunaan narkoba. Individu tersebut tidak dapat mengontrol keinginannya untuk mencobanya, sikap impulsive dengan didorong oleh rasa tahu yang kuat akan mempengaruhi self knowledge sehingga ia menjadi terjebak dalam ketergantungan obat-obatan tersebut

Adjustment yang tidak tepat  Individu yang mengalami benturan-benturan konflik yang menimbulkan frustrasi membuat individu melakukan kompensasi dengan terlibat dalam penyalahangunaan narkoba sebagai bentuk tension reduction. Biasanya individu yang tidak biasa dalam menghadapi penyelesaian masalah cenderung untuk menggunakan narkoba, hal ini disebabkan individu melakukan maladjustment akibat pengalaman-pengalaman dalam making decision (mengambil keputusan) untuk menyelesaikan permasalahan dirinya. Kecemasan yang ditimbulkan oleh konflik individu tersebut dapat menguranginya dengan mengkonsumsi narkoba.

Pleasure principle  Individu yang terbiasa pada kesenangan semata justru menghindari permasalahan yang lebih ruwet, biasanya mereka lebih menyukai penyelesaian masalah secara instan, praktis atau membutuhkan waktu yang singkat. Mereka tidak terbiasa bersikap sabar, telaten, ulet atau berpikir konstruktif akan memilih cara-cara yang simple yang dapat memberikan kesenangan, narkoba memberikan rasa euphoria secara berlebihan.

2. Faktor Lingkungan

Masyarakat yang permisif dan indvidualis  Lingkungan yang individualistik seperti yang terdapat dalam kehidupan kota besar cenderung kurang peduli dengan orang lain, dalam artian setiap individu hanya memikirkan permasalahan dirinya tanpa peduli dengan orang sekitarnya, biasanya orang-orang seperti ini selalu beranggapan bahwa yang penting bukan dirinya, saudara atau familinya tidak terlibat narkoba maka ia tidak mau ambil pusing karenanya. Akibatnya banyak individu dalam masyarakat kurang peduli dengan penyalahangunaan narkoba ini yang semakin meluas pada remaja dan pada anak-anak.

Pengaruh teman  Pengaruh teman atau kelompok juga berperan penting terhadap penggunaan narkoba, hal ini disebabkan sebagai syarat kemudahan untuk dapat diterima oleh anggota kelompok. Kelompok atau genk mempunyai kebiasaan perilaku yang sama antar sesama anggota. Jadi tidak aneh bila kebiasaan berkumpul ini juga mengarahkan perilaku yang sama untuk mengkonsumsi narkoba bersama pula.

Hukum yang terlalu ringan  Hukuman sanksi yang diberikan kepada pengguna dan pengedar narkoba yang terlalu ringan juga mempengaruhi penggunaan narkoba secara meluas, apalagi bila terjadinya penegakan hukum yang kurang adil, misalnya individu yang kedapatan menggunakan narkoba dihukum ringan dengan cara membayar tidak akan efektif untuk memerangi penyebaran pengguna narkoba. Hukuman yang berat akan memberi efek jera pada pemakai atau pengedar dan juga mempengaruhi secara psikologis bagi masyarakat untuk menggunakan narkoba.

3. Faktor Keluarga

 
Kontrol keluarga  Orang tua yang terlalu sibuk jarang mempunyai waktu mengontrol anggota keluarga (anak-anaknya). Anak yang kurang perhatian dari orang tuanya cenderung mencari perhatian dari luar, biasanya mereka juga mencari “kesibukan” bersama teman-temannya. Anak-anak abusive juga kurang mendapat perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya, termasuk mengenal norma-norma yang seperlunya diperkenalkan sejak dini dari dalam keluarga.

Disiplin dan tanggung jawab  Tidak semua penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh remaja dimulai dari keluarga yang broken home, hal seperti ini tidaklah tepat, semua anak mempunyai potensi yang sama untuk terlibat dalam penyalahangunaan narkoba. Pengenalan anak terhadap disiplin dan tanggung jawab akan mengurang resiko anak terjebak didalamnya. Anak mempunyai tanggungjawab terhadap dirinya dan orangtua dan juga masyarakat akan mempertimbangkan beberapa hal untuk mencoba-coba menggunakan narkoba.

4. Faktor Pendidkan

  
Kampanye kurang  Kampanye sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi akan bahayanya menggunakan narkoba. Pemerintah dan instansi terkait seharusnya berperan proaktif terhadap pencegahan penggunaan narkoba dikalangan generasi muda sebagai penerus bangsa karena dampaknya kesehatan akan mempengaruhi generasi muda di masa mendatang. Poster-poster anti narkoba seharusnya juga tidak menggambarkan dampak kematian, melainkan juga harus bersifat informatif yang berkenaan dampak dalam waktu singkat terhadap penggunaan narkoba.

Pendidikan di sekolah.  Pendidkan akan bahayanya narkoba di sekolah-sekolah juga merupakan salah satu bentuk kampanye, kurangnyaa pengetahuan yang dimiliki oleh siswa akan bahayanya narkoba juga dapat memberikan andil terhadap meluasnya pengguna narkoba dikalangan pelajar.

Pengaruh teman  sangat besar dalam terjebaknya penyalahgunaan narkoba, rasa ingin tahu individu dan pengaruh teman menjadikan sebagai dorongan yang kuat untuk mencoba terus narkoba hingga pada tingkat adiktif. Narkoba yang telah menjadi habituasi dalam tubuh akan semakin kuat dan membutuhkan dosis yang semakin tinggi pula untuk “mengejar kenikmatan” dimana yang sebenarnya terjadi organ-organ tubuh yang lain sudah terintoksikasi atau pada tahap kerusakan. Inilah yang disebut sebagai overdosis yang dapat mengakibatkan kematian.

Penulis

ayed
Sayed Muhammad
adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini. Beberapa pengalamannya pernah mengajar di STAIN Malikussaleh untuk bidang studi psikologi pendidikan.

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

ADHD Pada Anak-anak

05 Sep 2013 pikirdong

Tanda-tanda adanya gangguan ADHD sebenarnya sudah dapat dideteksi sejak anak masa pra sekolah. Kurangnya atensi,…

Heroin

12 Sep 2013 pikirdong

Heroin, yang secara farmakologis mirip dengan morfin dan kekuatannya dua kali lebih kuat dibandingkan morfin…

10 Cara Mengetahui Calon Suami Pembenci Wanita

09 Sep 2013 Sayed Muhammad

Berbagai tindakan kekerasan terhadap wanita terutama dalam rumah tangga ditemukan setelah pasangan melakukan pernikahan. Selama…

Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT)

09 Sep 2013 Sayed Muhammad

Perkawinan bukanlah suatu pengikat yang memberikan kebebasan untuk saling menyakiti pasangan hidupnya. Dengan adanya perkawinan…

Menopause

09 Sep 2013 pikirdong

Menopause merupakan proses biologis yang alami terjadi pada wanita pada usia 40-60 tahun (pada umumnya…

Episode Depresi

06 Sep 2013 pikirdong

Episode depresi digolongkan pada rentang waktu kemunculan depresi yang relatif singkat, pada umumnya penderita episode…

Paranoid Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian paranoid (paranoid personality disorder; PPD) adalah suatu kondisi karakteristik dimana individu tidak dapat…

Menanamkan Disiplin pada Anak

04 Sep 2013 Sayed Muhammad

Menerapkan disiplin pada anak merupakan keinginan dari semua orangtua, namun beberapa aturan keluarga dan punishment…

Masturbasi dan Pengaruh Psikologisnya

09 Sep 2013 pikirdong

Masturbasi adalah rangsangan disengaja yang dilakukan pada organ genital untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual…

Memberi Support pada Anak Gangguan Autis

04 Sep 2013 pikirdong

Saat ini diperkirakan sekitar 35 juta anak di dunia mengalami gangguan autisme, angka ini meningkat…

Penyakit Hati: Tanda, Sebab, Upaya Penyembuhan

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam Islam, suci dan kotornya hati memiliki arti yang sangat penting. Hati yang suci dan…

Narcissistic Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsisistik merupakan gangguan mental dimana individu merasa dirinya…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan Comments (1)

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014