TwitterFacebookGoogle+

Tersenyumlah!

Tertawa dan belajarlah, sebab kita semua membuat kesalahan
(Weston Dunlap [8 tahun])

Abe adalah seorang anak dalam masa pertumbuhan, seperti anak lainnya, ia ingin mempunyai teman dan bermain akrab bersama-sama, tetapi keinginan itu menjadikan dirinya bahan tertawaan teman-temannya. Ia sering mendapat ejekan dan perlakuan kasar. Di sekolah pun ia mendapat ejekan karena bentuk kepalanya dianggap aneh oleh teman-temannya. Kenapa temannya menertawakan wajahnya? Demikian pikir Abe. Apa yang mesti aku lakukan?

Abe mulai bercermin, ia memperhatikan dengan teliti bentuk raut wajahnya… Beberapa saat kemudian ia mulai tertawa terbahak-bahak. “Tidak ada yang salah dengan wajahku” Lalu ia menulis di atas cerminnya “Orang ini tidak boleh dipandang terlalu serius!!”

Cerita di atas adalah kisah nyata masa kecil Abraham Lincoln. Bagaimana ia dapat menerima kenyataan yang membuat teman-teman semakin senang memperolokan dirinya? Jawabannya adalah dengan menerima dirinya seperti apa adanya dan menghadapinya dengan senyum lebar-lebar. Ia berusaha menerima bentuk apa pun dirinya dengan cara menertawakan dirinya sendiri. Dengan cara seperti itu ia semakin percaya diri dan semakin membuat dirinya terbuka menerima orang lain. Ketika Abe mendapat ejekan dari teman-temannya, ia menerima semuanya itu dengan senyum lebar-lebar, “Inilah diri saya, Abe!!”

Senyum merupakan proses mental, pembentukan suasana psikologi yang memberikan perubahan suasana emosi. Tanpa itu bukanlah senyum, melainkan hanya suatu gerakan kerutan sisi ujung bibir yang memanjang, dikenal dengan nama senyum, tetapi tidak diketahui makna oleh pelakunya sendiri, dan orang lain menilainya sebuah senyuman tidak tulus dan memberikan kesan dipaksakan.

Tidak sekedar memasangkan sebuah bingkai senyuman yang manis, kita berusaha mengenali arti sebuah senyuman yang kita berikan untuk diri kita sendiri ataupun mentransferkan sebuah semangat kecil arti hidup untuk orang lain. Berlebihan? Tidak!

Kita hidup di sekeliling orang-orang yang yang hidup disibukan dengan pekerjaan. Orang-orang yang lalu lalang di sekeliling kita adalah adalah orang yang lelah dengan rutinitas pekerjaannya. Sikap acuh menjadi kebiasaanya, bisa saja disebabkan karena pikirannya terus tertuju pada suatu hal yang barangkali belum diselesaikannya. Apa salahnya jika memberikan sebuah senyuman yang manis kepada mereka? Pesan positif ini dapat mengingatkannya kembali posisi sebenarnya ia berada. Membalas senyuman Anda atau Mencoba mengingat siapa Anda yang telah memberikan senyuman kepadanya? Teman lamakah?

Saya tidak menyuruh Anda berbuat gila, tetapi Anda dapat mencoba dan Anda akan menemukan sendiri keajaiban dari sebuah senyuman yang Anda berikan pada orang lain. Coba Anda perhatikan orang-orang di sekeliling dan di sekitar Anda, kebanyakan mereka berjalan terburu-buru, acuh dengan sekelilingnya, atau disibukkan dengan percakapan dengan teman di sebelahnya. Atau Anda dapat melihat orang-orang yang sibuk di kantor, pegawai bank misalkan, kebanyakan mereka jarang mendapat penghargaan yang tulus dari customer-nya. Sehari-hari pekerjaan tidak lepas dari konsentrasi dan cukup melelahkan. Cobalah menyapa mereka, berikan senyum Anda yang termanis buat mereka. Jangan putus asa bila Anda tidak mendapat respon yang menyenangkan, setidaknya Anda telah memberikan sebuah warna bagi kehidupan mereka.

Coba dengarkan kisah di bawah ini;

Seorang anak kecil berusia 12 tahun berjalan-jalan bersama pamannya yang baru datang dari luar kota. Anak itu merasa heran melihat pamannya yang selalu menyapa orang-orang yang ditemuinya dan selalu tersenyum kepada orang-orang itu. Anak itu merasa kagum dengan pamannya yang dikenal banyak orang. Rasa kagumnya menjadi hilang dan berubah menjadi heran ketika mereka semakin jauh berjalan dan semakin banyak orang yang telah disapa oleh pamannya. Benarkan mereka itu semua kenalan pamannya? Akhirnya ia mengajukan pertanyaan itu kepada pamannya. Pamannya menjawab, “Tidak, samasekali paman tidak mengenal mereka”. Anak itu semakin heran, “Lalu kenapa Paman menyapa mereka?”. Pamannya menjawab, “Dengan menyapa dan memberi senyum kepada mereka, berarti paman telah memberikan sedikit kebahagian, setidaknya mereka akan menyisihkan sedikit waktunya untuk melupakan masalah yang ada dalam pikirannya, mereka akan mencoba mengingat siapa orang yang telah menyapanya. Dan akan mengingatkannya kembali ke masa-masa kenangan bersama orang-orang yang pernah ia kenal dulunya”

Bagaimana kita dapat selalu tersenyum?

1. Senyum adalah pesan positif, tidak terbentuk dari pembentukan emosi yang negatif. Anda tidak akan dapat tersenyum bila Anda sedang menangis atau bersedih. Stress dapat membuat senyuman Anda kehilangan arti, hambar dan dingin, tetapi bila Anda melawan emosi negatif Anda dengan senyum berarti Anda telah membuang seperempat muatan emosi negatif dalam pikiran Anda dan membuat Anda mempunyai tenaga baru sebagai semangat dalam diri Anda.

2. Anda dapat tersenyum saat kapan pun, tetapi Anda tidak tahu kenapa Anda tersenyum, berarti ada kesalahan dalam diri Anda. Belajarlah untuk tersenyum sebagai pembangkit gairah hidup Anda sehari-hari.

3. Nikmati hidup Anda walaupun berjalan secara rutinitas dan membosankan, cobalah berpikir dari sudut yang berbeda dari sebelumnya. Ingatlah seberapa banyak orang yang mempunyai nasib yang sama seperti Anda, dan mereka berusaha untuk terus melaluinya. Hiduplah dengan santai, bebaskan pikiran yang dapat mengganggu hidup Anda.

4. Berpikir positif. Bagaimana berpikir positif dapat membuat Anda tersenyum? Andalah yang menguasai pikiran Anda, bukan pikiran-pikiran negatif, konflik, atau pun masalah-masalah yang sedang Anda hadapi. Jangan biarkan pikiran-pikiran itu menguasai otak Anda, lalu menguasai perasaan Anda. Ketika Anda mulai menghadapi masalah, kontrol pikiran Anda sendiri, katakan pada diri Anda sendiri bahwa Anda dapat melaluinya, bahwa saya dapat menyelesaikan masalah saya sendiri, dan saya mampu untuk tugas seperti itu. Akhiri kata-kata itu dengan senyum lebar-lebar! Anda telah menanamkan rasa percaya diri Anda! Ingatlah pepatah berikut, “Pikiran dapat menciptakan surga menjadi neraka, atau neraka dapat menjadi surga”

5. Menerima diri sendiri dan orang lain seutuhnya. Minder dapat membuat Anda kehilangan rasa percaya diri dan membuat Anda kehilangan semangat berpikir positif Anda. Terima diri Anda terlebih dahulu, maka Anda dapat menerima orang lain. Jangan pikir apa kata orang terhadap Anda, lakukan apa yang menurut Anda terbaik buat diri Anda sendiri, bila kata-kata itu membuat Anda terganggu, tersenyumlah masih ada orang yang memberi perhatian kepada Anda. Mereka telah memberi warna bagi hidup Anda, indah bukan?

6. Jadilah diri Anda sendiri. Lakukan apa yang Anda senangi, kita tidak pernah tahu sampai kapan kita dapat hidup. Beri sedikit waktu untuk diri Anda sendiri, lakukanlah hal yang Anda senangi, dengan demikian Anda tidak akan pernah menyesal dan akan menjadi salah satu kenangan bagi Anda karena Anda telah melakukannya.

7. Jadikan prinsip kata-kata berikut ini; setiap orang selalu ingin diperhatikan, sebagai salah satu cara untuk menarik perhatian atau sekedar memberi sedikit perhatian Anda kepadanya; setiap orang mempunyai masalahnya sendiri, maka tersenyumlah, jangan terlalu serius dengan masalah yang sedang Anda hadapi, lihatlah seberapa banyak orang berjuang untuk tetap hidup.

8. Suasana hati yang bahagia, ketika sedang berlangsung, dapat memperkuat kemampuan untuk berpikir dengan fleksibel dan lebih kompleks, dengan demikian memudahkan Anda menemukan pemecahan masalah, baik persoalan intelektual ataupun antar pribadi. Jadi, bentuklah suasana hati Anda yang bahagia selalu, mulailah dengan senyuman!

Apa yang dapat membuat Anda tersenyum?

1. Mengingat hal-hal lucu yang pernah Anda alami. Pernah Anda melakukan hal-hal yang konyol dalam hidup Anda? Ingatlah kembali hal itu, akan membuat hidup Anda terasa lebih indah. Anda akan tersenyum dan berpikir, kenapa saya melakukan hal sebodoh itu? Ha… ha… ha… ha…

2. Mengenang masa lalu atau masa kecil. Memori seiring bertambah umur maka memori itu akan hilang, maka diperlukan retreiving kembali. Ingat masa lalu Anda jangan biarkan hilang begitu saja, karena masa kecil banyak hal dapat membuat tertawa bila kita mengingatnya.

3. Membaca cerita lucu atau anekdot. Banyak cerita lucu disekeliling kita bila kita ingin menikmatinya, semuanya akan membuat hidup lebih terasa santai dan nyaman.

4. Menonton film komedi. Akhir pekan yang melelahkan dapat Anda mengisinya dengan menonton film yang bertemakan komedi, setidaknya akan meregangkan urat-urat syaraf Anda yang sebelumnya telah Anda paksakan untuk konsentrasi penuh dengan pekerjaan dan tugas rutinitas Anda.

5. Membalas senyuman orang lain. Untuk mendapatkan senyuman dari orang lain maka Anda perlu tersenyum, berbagi kebahagian untuk orang lain maka Anda akan mendapat keajaiban kecil. Bila Anda mendapatkan senyum dari orang lain maka Anda beruntung seseorang memperhatikan Anda!

6. Melihat album photo. Kebanyakan orang berpose dengan serius disaat akan di photo. Anda perlu mencoba hal-hal ‘lain’ yang baru. Pasang wajah paling jelek Anda ketika akan di photo, lakukan hal itu ketika Anda berphoto bareng dengan teman-teman Anda, yakinlah Anda akan menjadi pusat perhatian orang yang melihat setiap lembar photo-photo Anda dan akan membuat Anda tersenyum setiap kalinya melihatnya.

7. Membaca surat, email, atau menerima sms lucu. Jangan pernah dibuang kalau dapat surat yang lucu dari teman, simpan dan baca kembali kalau Anda merasa merindukannya suatu saat. Jangan menunggu surat menyapa Anda, mulailah Anda mengirimnya maka Anda akan mendapat balasan, jangan kecewa bila tidak seperti Anda harapkan, setidaknya Anda masih mengingat teman-teman Anda. Begitu juga email dan sms. :)

8. Punya banyak teman! Aha, Anda dapat melihat begitu banyak karakter yang Anda temui, nikmati warna-warna itu, setidaknya Anda telah belajar untuk melucu dan menghibur orang lain.

9. Membantu orang lain tanpa pamrih dan spontan.

Hallo! Hallo!! WARNING!

Boleh saja Anda tersenyum tapi perhatikan dulu donk!

1. Banyak kejadian yang tak terduga dari sebuah senyuman Anda, dan kita tidak pernah menduganya samasekali apa yang bakal terjadi. Jangan tersenyum bila Anda belum gosok gigi!

2. Jangan tersenyum sendiri di tempat terbuka atau di tengah keramaian, jika Anda tidak tidak ingin dianggap gila, tapi bila Anda menikmati hidup Anda, jangan perduli orang lain, lebarkan senyum Anda!

3. Siapa orang yang hendak Anda berikan senyum? Jangan salah sasaran! Jika Anda tidak ingin dikatakan genit. Makna senyuman akan hilang bila Anda mempunyai niat awal hanya sekedar memberi senyum kepada orang yang Anda tuju malah mendatangi Anda. Padahal Anda sekedar memberi senyuman dan tidak ingin terganggu. Caranya, berikan senyum lalu berlalu dari hadapannya. Bila Anda sedang duduk, berikan senyuman Anda, lalu berpura-puralah kembali sibuk dengan pekerjaan Anda. Jangan terlalu lama tersenyum, tatap sebentar lalu berpalinglah. Perhatikan kondisi dan situasi yang tepat, jadi tidak sekedar membagi senyuman!

Penutup

Banyak sekali kejadian disekeliling kita yang muncul dari sebuah senyuman tanpa kita sadari dan kita duga, Anda dapat membaca pengalaman langsung dari Daniel Goleman berikut ini yang menggugah emosi kita;

Siang itu siang bulan Agustus yang benar-benar sangat panas di New York City, hari yang membuat orang mandi keringat dan bersungut-sungut karena merasa tidak nyaman. Saya sedang berjalan pulang ke hotel, dan sewaktu melangkah memasuki bis yang menuju Madison Avenue, saya dikejutkan oleh pengemudinya, seorang pria kulit hitam setengah baya tersenyum penuh semangat dan menyambut saya dengan sapaan ramah, “Hai! Apa kabar?”, sapaan yang diberikan kepada setiap orang yang memasuki bisnya sewaktu bis itu merayap menembus kepadatan lalu lintas di tengah kota. Setiap penumpang sama terkejutnya dengan saya, dan, karena terpengaruh dari suasana murung siang itu, sedikit saja yang membalas sapaannya.

Tetapi, sewaktu bis itu berjalan pelan-pelan di kemacetan lalu lintas menuju wilayah permukiman, terjadilah perubahan pelan yang agak mencengangkan. Pengemudi itu menciptakan monolog yang lincah untuk menyenangkan kami, komentar memikat tentang pemandangan yang berlalu di hadapan kami: ada obral menarik di toko itu, pameran hebat di museum ini, sudahkah Anda mendengar tentang bioskop yang baru saja dibuka di blok sini? Rasa senangnya pada banyaknya kemungkinan yang ditawarkan oleh kota itu menular. Pada saat turun dari bis, setiap penumpang secara bergiliran menangggalkan wajah yang murung, dan saat itu pengemudi bis berseru “Sampai jumpa, semoga sukses!” masing-masing membalas dengan senyuman (Diambil dari buku Emotional Intelligence, Daniel Goleman, 1995)

Penulis :ayed

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini.

 

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Post Partum Blues

07 Sep 2013 pikirdong

Post Partum Blues merupakan problem psikis sesudah melahirkan seperti kemunculan kecemasan, labilitas perasaan dan depresi…

Stress

08 Sep 2013 pikirdong

Seiring dengan perkembangan kota yang semakin pesat, laju pertumbuhan yang semakin padat memicu munculnya stres.…

Insomnia

08 Sep 2013 pikirdong

Insomnia adalah gangguan tidur dimana individu tidak puas dengan jumlah atau kualitas tidur atau sering…

Rett Disorder

03 Sep 2013 pikirdong

Gangguan Rett (rett disorder) atau dikenal dengan Rett syndrome (RS) merupakan gangguan genetika yang mengakibatkan…

Antisocial Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian antisosial (Antisocial Personal Disorder) secara klinis merupakan gangguan karakter kronis seperti sifat menipu,…

Euthanasia

04 Sep 2015 Sayed Muhammad

Eutanasia (euthanasia) merupakan suatu cara atau tindakan mengakhiri hidup yang dilakukan pada orang sakit atau…

Kelapangdadaan Survivor Bencana Tsunami dan Gempa Aceh

07 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT Penelitian bertujuan untuk mengungkap kelapangdadaan survivor bencana gempa dan tsunami Aceh. Untuk itu dilakukan wawancara…

Sinopsis: Internet Addiction Disorder

04 Sep 2013 pikirdong

Revolusi komputer dan internet pada saat ini memungkinkan setiap orang untuk melakukan beberapa aktivitas di…

Orientasi Nilai Budaya dan Pemaafan pada Mahasiswa

05 Sep 2015 Fuad Nashori

Abstract The aim of this research is to find out relationship between Javanese cultural value orientation…

Lupakan Mantan Pacar!

10 Sep 2013 Sayed Muhammad

Putus cinta? Seebbeell!! Malam minggu jadi sepi, gak ada yang ngapelin lagi, gak ada yang…

Mencapai Puncak Prestasi dengan Meningkatkan Kualitas Tidur dan…

09 Sep 2013 Fuad Nashori

Dalam sejarah peradaban Islam dan peradaban Barat ada orang yang sangat brilian. Mereka adalah Ibnu…

Mengkritik dengan Tepat

05 Oct 2013 Sayed Muhammad

Kritik dapat dilakukan oleh siapapun, namun tidak semua kritikan yang dilontarkan dapat diterima dengan sikap…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan Comments (1)

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014