Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

Reformasi Sistem Pendidikan Finlandia Menjadikan Mereka yang Terbaik di Dunia

Reformasi besar-besaran dalam dunia pendidikan di Finlandia telah dimulai…

Perlu Tidak Ulang Tahun Anak Dirayakan?

Anak mulai mengerti kebiasaan perayaan ulang tahun pada usia…

Dispareunia

Pada pria, dispareunia hampir pasti disebabkan oleh penyakit atau…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Tips Menghadapi Gempa Bumi

Indonesia yang terletak di jalur gempa (ring of fire) semestinya pendidikan mengenai antisipasi dan menghadapi bencana sudah menjadi bagian kurikulum bagi siswa, namun beberapa pelajaran mengenai alam ini, seperti ilmu pengetahuan alam, geografi dan sebagainya hanya menjadi bagian ilmu yang sekedar untuk diketahui saja.

Konon, Jepang saja yang selalu dilanda gempa pun tidak sertamerta siap dalam menghadapi bencana. Gempa Kobe (1995) yang menghancurkan setengah kota tersebut, diikuti dengan kebocoran gas dan kebakaran yang melanda di setiap sudut kota. Melihat kerusakan kota mungkin puluhan ribu orang dapat tewas dalam bencana itu, namun korban tewas dapat diminimalisir dengan latihan rutin yang diberlakukan pada setiap warganya, Kobe hanya kehilangan 5.000 lebih warganya.

Kebanyakan korban bencana gempa minim mengetahui cara-cara penyelamatan ketika bencana terjadi, hal ini dapat diketahui dimana korban tewas ditemukan, misalnya saja terjadi penumpukan mayat di tangga-tangga, di pintu atau lift.

Hal lain yang dapat terjadi adalah munculnya rasa panik ketika gempa terjadi sehingga pikiran sulit berpikir jernih, misalnya saja ketika individu berada di gedung tinggi, melihat orang lain berlarian maka individu tersebut mengikuti rombongan tersebut. Mengetahui tatacara penyelematan dan pelatihan yang rutin akan membantu tubuh menjaga kewaspadaan (alert awareness) terhadap bencana.

Thousands Killed In Chengdu Earthquake
Ketika gempa terjadi di Padang beberapa waktu lalu, banyak sekolah, televisi, instansi mengambil inisiatif untuk memberikan tips-tips dalam menghadapi bencana gempa. Langkah ini cukup cerdas daripada menunggu sikap dan langkah-langkah ke depan yang diambil oleh pemerintah.

kobe

Dibawah ini ada beberapa tips yang dapat dilakukan ketika gempa terjadi;

1) Ketika Anda berada di lantai atau gedung bertingkat

a. Jangan menggunakan tangga meskipun itu tangga darurat! Hampir kebanyakan orang menggunakan atau lari melalui tangga ketika gempa terjadi. Bagi negara dengan gedung-gedung pencakar langit tidak memberikan rekomendasi untuk langkah penyelamatan menggunakan tangga. Gempa terjadi dalam hitungan detik, mampukah Anda keluar menggunakan tangga dalam beberapa detik saja? Secara struktur kekuatan bangunan pun tangga bukanlah bangunan kuat untuk menopang getaran gempa, beberapa peneliti menemukan sebelum gedung runtuh digoncang gempa dimulai runtuhnya tangga-tangga terlebih dahulu. Bayangkan bila Anda berada dilantai 10 masih mau coba turun lewat tangga?

b. Lift merupakan tempat berbahaya ketika gempa terjadi, jangan menggunakan lift sebagai cara untuk keluar dari gedung kecuali memang Anda berada di dalam lift ketika gempa sedang terjadi. Ketika gempa, tali gantungan lift dapat terputus, atau gempa dapat membuat lift macet dan membuat Anda terkurung di dalamnya.

c. Lalu apa yang Anda lakukan bila berada di gedung tinggi?

  •  Carilah ruang dengan pondasi yang lebih pendek, misalnya kamar kecil, gudang, kamar mandi
  •  Jauhi perabot yang mudah jatuh dan menimpa Anda seperti rak, atau lemari
  •  Tidurlah disamping perabot kuat yang bisa melindungi dari jatuhan pilar, usahakan perabot yang panjangnya sama dengan tinggi tubuh Anda. Cara ini bertujuan untuk menahan beton yang jatuh, perabot tersebut akan membentuk ruang segitiga yang dapat melindungi Anda dari timpaan lantai atas dan memberikan ruang untuk Anda bernafas.
  •  Bila gempa dirasakan cukup kuat, alternatif yang dapat dilakukan dengan masuk ke dalam bak mandi, atau bath up. Dalam beberapa kasus, tim regu penyelamat sering menemukan korban hidup dari reruntuhan bangunan yang berada dalam bak mandi

Kita tidak dapat meramal kapan datangnya gempa, akan tetapi kita mampu meminimalisir korban gempa bila masyarakat tahu cara-cara untuk penyelamatan diri dari bencana, dan terpenting dari itu bahwa kesigapan tim penyelamat juga menentukan jumlah korban. Bayangkan bila perlengkapan dan infrastruktur untuk menyelamat korban gempa minim, justru korban bertambah disebabkan oleh keterlambatan bantuan, kehabisan darah, atau penanganan yang tidak professional.

Dalam penanganan reruntuhan bangunan tidak dibutuhkan sukarelawan, akan tetapi haruslah ditangani tim atau regu penyelamat yang professional yang terlatih dengan pendidikan khusus dibidangnya. Mereka dilatih untuk mendeteksi keberadaan korban hidup, memindahkan puing-puing dan mengerti cara-cara penyelamatan korban yang terhimpit bangunan. Kesalahan dalam pengambilan keputusan justru akan membunuh korban-korban yang sebenarnya berpeluang dapat diselamatkan.

2) Ketika berada di luar ruangan atau gedung

a) Bila Anda sedang berkendaraan mobil segera hentikan kendaraan, keluar dari mobil, dan tiaraplah disamping mobil
b) Menjauhilah gedung-gedung pencakar langit, tujuannya adalah untuk menghindari pecahan kaca atau pecahan dinding gedung yang terlepas
c) Hindari papan reklame, tiang listrik atau saluran gas
d) Larilah ke halaman terbuka
e) Bila alarm berbunyi pertanda gempa berpotensi tsunami, segera cari tempat yang lebih tinggi

Bila kita berada di pesisir pantai, surutnya air laut secara tiba-tiba menandakan adanya tsunami, tsunami awarening system akan berbunyi bila pesisir itu ada dibangun sistem peringatan dini tsunami. Gempa yang menimbulkan tsunami biasanya berada dalam kisaran 6,3 skala Richter keatas, tergantung pada tingkat kedalaman gempa dan lokasi terjadinya gempa.

Tsunami Aceh di akhir penghujung tahun 2004 melanda hampir keseluruhan pantai di Aceh, kota Calang (Meulaboh) tsunami terjadi 15-30 menit setelah gempa terjadi, sementara kota Banda Aceh 60-90 menit kemudian. Kekuatan tsunami di Banda Aceh diperkirakan dua kali lebih kuat karena pusat gempa dan tsunami yang terjadi berada lebih jauh dari pusat kota. (berada di kepulauan Nicobar)

Jarak tempuh yang jauh telah menghimpun kekuatan ombak yang kuat dengan kekuatan 650 km/jam, jarak tempuh ini lebih singkat dibandingkan yang terjadi di kota Calang dan sekitarnya, namun demikian kehancuran luar biasa terjadi hampir merata dengan korban ratusan ribu orang. (tidak ada yang pasti mengenai jumlah korban tewas, beberapa data menyebutkan untuk korban di Aceh mencapai 230.000 orang dengan total kematian seluruh dunia mencapai 350.000 termasuk hilang)

Tsunami Aceh telah mengilhami beberapa negara di dunia akan pentingnya keselamatan jiwa dan harta penduduk, oleh karenanya beberapa bulan kemudian diadakan pertemuan beberapa negara di Jepang (Kyoto), hasil pertemuan itu menghasilkan sebuah perjanjian yang dikenal dengan Perjanjian Kyoto yang isinya dimana pemerintah setiap negara berkewajiban melindungi atau meminimalisir korban dan kerugian harta benda penduduk yang diakibatkan oleh bencana alam.

Photo:
1. Earthquake Kobe – Japan (1995)
2. BEICHUAN, CHINA – MAY 13: (CHINA OUT) Houses are destroyed or damaged yesterday’s earthquake on May 13, 2008 in Beichuan Count, Sichuan Province, soutwest China. A major earthquake measuring 7.8 on the Richter scale jolted Wenchuan County of southwest China’s Sichuan Province May 12, killing at least 10,000 people. The death toll is expected to rise as there is no definite estimate of the number of people trapped under mounds of concrete. (Photo by Yang Weihua/ChinaFotoPress/Getty Images)

Penulis

ayed
Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini. Beberapa pengalamannya pernah mengajar di STAIN Malikussaleh untuk bidang studi psikologi pendidikan,

1 comment

  1. ACT.ID Reply

    Ketika gempa memang sering terjadi meskipun skala kecil, diharapkan terutama untuk masyarakat di kawasan rawan gempa dan tsunami diadakan edukasi penanggulangan dan mitigasi http//:act.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Asperger Syndrome

05 Sep 2013 pikirdong

Gangguan Asperger atau dikenal dengan istilah Asperger syndrome (AS), juga disebut sebagai Asperger disorder merupakan…

Hukuman Mati untuk Koruptor

10 Sep 2011 Fuad Nashori

Di tengah maraknya kasus markus yang terjadi di negeri ini, rasanya patut bagi kita untuk…

Frotteurism – Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Frotteurism merupakan salah satu jenis paraphilia, istilah ini digunakan untuk menggambarkan dorongan seksual yang kuat…

Menyikapi Hasil UN

19 Jul 2010 Fuad Nashori

Hari-hari menjelang pengumuman hasil ujian nasional (UN) menjadi hari-hari yang penuh tekanan dan kecemasan bagi…

5 Kalimat yang Dapat Merusak Cinta Anda

07 Sep 2013 pikirdong

Di dalam menjalin hubungan interpersonal yang mendalam, kadang beberapa orang menggunakan kalimat-kalimat yang dapat membangkitkan…

Haruskah Menyontek Jadi Budaya?

08 Sep 2013 Fira Friantini

Budaya menyontek sangat identik dengan dunia pendidikan saat ini. Terlebih ketika ujian sedang berlangsung. Tak…

Sindrom Menstruasi (PMS)

10 Sep 2013 pikirdong

Menstruasi adalah peristiwa unik yang terjadi pada ovarium wanita, peristiwa ini terjadi karena tidak terjadinya…

Kleptomania

06 Sep 2013 pikirdong

Kleptomania merupakan gangguan kebiasaan dan impuls (impulse control disorder) yang mengakibatkan dampak-dampak negatif bagi perkembangan…

Pacaran, Adakah Pengaruh Buruknya?

08 Sep 2013 Fira Friantini

Pacaran adalah kata yang tidak asing lagi di pendengaran kita. Apalagi di kalangan remaja. Istilah…

Menjadi Survivor yang Baik

09 Dec 2008 Fuad Nashori

Survivor adalah orang yang terluput dari bencana, orang yang selamat. Dalam tulisan ini, digunakan istilah…

Insomnia

08 Sep 2013 pikirdong

Insomnia adalah gangguan tidur dimana individu tidak puas dengan jumlah atau kualitas tidur atau sering…

Gangguan Delusi

04 Sep 2013 pikirdong

Gangguan delusi merupakan suatu kondisi dimana pikiran terdiri dari satu atau lebih delusi. ―Delusi diartikan…

  • 1
  • 2
  • 3

Kategori Lainnya

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling kita yang kami adakan atas partisipasi teman-teman semua yang rela dan…

03 Sep 2013 Agenda Sosial pikirdong No comments

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak dan menyentuh hampir semua aspek kehidupan kita. Ada hak perempuan, hak…

05 Oct 2016 Artikel Psikologi GIB Psikologi Islami Psikologi Sosial Bagus Riyono Comments (1)

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus untuk pejalan kaki (pedestrian), jalur ini merupakan jalur yang seharusnya dibangun…

26 Jul 2016 GIB pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014