TwitterFacebookGoogle+

Ungkap Sayang kepada Anak

Anak merupakan dambaan setiap pasangan yang telah menikah. Kebanyakan orangtua sangat menyayangi anak-anaknya. Anak tumbuh seiring waktu yang dilaluinya. Orangtua tidak pernah melewati hingga ia tumbuh menjadi seorang anak dewasa di depan orang tuanya. Hingga suatu saat ia bertanya, “Apakah Ayah dan Ibu menyayangiku?”

Sebuah pertanyaan yang menyentuh ketika anak mulai berbicara dan menanyakan tentang kasih sayang orangtuanya. Orangtua yang sayang atau tidak sayang kepadanya akan mengatakan rasa sayang kepadanya besar sekali. Anak kadang tidak dapat memahami hal ini. Anak akan merasa kebingungan dengan apa yang dikatakan oleh orangtuanya bila tidak sesuai dengan perbuatan.

Orangtua, terutama ayah akan kesulitan mengungkapkan rasa sayang mereka, waktu untuk bertemu dan bermain bersama dengan anaknya hampir tidak ada, ini disebabkan oleh kesibukannya dalam bekerja. Bila pertanyaan tersebut diajukan kepadanya, ia akan menjawab hal yang sama pula. Keluarga yang dilanda masalah perceraian, kadang ibu akan mengatakan kepada anak-anaknya bahwa ayah sangat menyayangi mereka meskipun ia tahu bahwa sesungguhnya tidak demikian.

Psikiater anak, Richard A Gardner menulis peringatan bagi anak-anak, The Boys and Girls Book About Divorce , yang mengalami masalah perceraian dalam keluarganya, kebanyakan orangtua berbohong mengenai perceraian mereka dan berusaha menutupi permasalahan di depan anak-anaknya. Mereka berusaha menunjukkan didepan anak-anaknya bahwa tidak ada masalah hubungan ayah dan ibu dan mereka sangat menyayangi anak-anaknya. Kenyataanya, orangtua tersebut telah membebani pikiran anak secara berlebihan (over-burdened child syndrome).

Dibawah ini adalah sejumlah pertanyaan yang diajukan kepada orangtua untuk mengukur rasa sayang mereka kepada anak-anaknya.

1. Apakah Anda selalu menghabiskan waktu bersamanya?  Artinya; Anda menjalin kebersamaan bersamanya. Hal yang dapat Anda lakukan adalah bermain bersama anak Anda, bercerita atau mendengar penuh empati dengan apa yang dibicarakan oleh anak Anda.

2. Apakah Anda selalu menyediakan waktu untuknya?  Artinya; Anda dapat mengorbankan kepentingan Anda deminya, mengetahui dan membantunya menghadapi masalah. Hal yang dapat Anda lakukan adalah memberikan rasa simpati bila ia menderita sakit, membantu memecahkan masalahnya bersama-sama.

3. Apakah Anda mengetahui persis hal-hal yang dapat dikerjakan olehnya?  Artinya; Anda merasa senang dengan apa yang dapat dilakukan oleh anak Anda. Hal yang dapat Anda lakukan adalah memberikan penghargaan dan simpati terhadap prestasi, bangga dengan apa yang telah dilakukannya dan bercerita keberhasilannya kepada orang lain.

4. Apakah Anda dapat menikmati kebersamaan bersamanya tanpa rasa terbebani oleh permasalahan yang sedang Anda hadapi?  Artinya; Anda dapat melupakan hal-hal lain, menikmati dan merasa bahagia bila bersamanya. Hal yang dapat Anda lakukan adalah menikmati kebersamaan, dapat tertawa bersama, menghayati peran.

5. Apakah Anda sering memeluknya?  Artinya; Semakin usia anak bertambah, orangtua tidak begitu sering bersentuhan fisik dengan anak-anak, tetapi setiap orang kadang ingin dipeluk. Kebanyakan orangtua semakin jarang memeluk anak-anaknya seiring bertambah usia.

6. Apakah Anda sering memarahinya dengan alasan tidak jelas?  Artinya; marah dibutuhkan oleh anak sebagai pelatihan tanggungjawab dirinya, tetapi selalu memarahinya tanpa alasan jelas menunjukkan Anda tidak sayang kepadanya. Hal yang dapat Anda lakukan adalah memisahkan permasalahan Anda dengan dirinya sehingga tidak terjadi pelampiasan emosi akibat dipicu oleh kesalahan anak.

Jawaban yang diperlukan untuk ke enam pertanyaan diatas adalah YA perkecualian nomor enam. Anda tidak dapat menilai sikap Anda dengan jarang, tidak selalu atau kadang-kadang untuk pertanyaan diatas. Gardner menyakini bahwa anak-anak lebih dapat mengevaluasi situasi mereka sendiri dan belajar menerima kasih sayang dari orangtuanya bila orangtuanya tidak pernah menyembunyikan perasaannya, menyembunyikan kesalahan atau takut menceritakan kebenaran kepada anak maka dengan itu ia akan berkembang dan tumbuh dengan rasa bahagia dan mencintai Anda sebaliknya.

Penulis :ayed

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini.

 

Leave a Reply

Be the First to Comment!

avatar

Artikel Lainnya

Menjadi Manusia Kreatif Sudut Pandang Psikologi Islami

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Psikologi Islami ( Islamic psychology ) dapat diartikan suatu studi tentang jiwa dan perilaku manusia…

Pemaafan: Penyembuhan Problem Psikologis Individu dan Bangsa

09 Sep 2013 Fuad Nashori

INTISARI Ada dua istilah yang mirip pengertiannya, yaitu pemaafan dan rekonsiliasi. Pemaaafan (forgiveness) adalah menghapus luka-luka…

Teman Berselingkuh

27 Feb 2018 pikirdong

Suatu hari ketika Anda sedang berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, Anda melihat teman sekantor Anda sedang…

Menanamkan Disiplin pada Anak

04 Sep 2013 Sayed Muhammad

Menerapkan disiplin pada anak merupakan keinginan dari semua orangtua, namun beberapa aturan keluarga dan punishment…

Pacaran, Adakah Pengaruh Buruknya?

08 Sep 2013 Fira Friantini

Pacaran adalah kata yang tidak asing lagi di pendengaran kita. Apalagi di kalangan remaja. Istilah…

Morphine

10 Sep 2013 pikirdong

Morphine (morphia), telah diteliti pertama sekali oleh F. W. A. Setürner berkisar tahun 1805-1817. Morfin…

Paraphilia

06 Sep 2013 pikirdong

Paraphilia adalah istilah klinis yang digunakan untuk menggambarkan penyimpang seksual. Paraphilia merupakan permasalahan menyangkut kontrol…

Ciri-ciri Keluarga Bahagia

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Keluarga yang diidealkan setiap manusia adalah keluarga yang memiliki ciri-ciri mental sehat demikian: sakinah (perasaan…

Hukuman Mati untuk Koruptor

10 Sep 2011 Fuad Nashori

Di tengah maraknya kasus markus yang terjadi di negeri ini, rasanya patut bagi kita untuk…

Schizotypal Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian skizotipal (schizotypal personality disorder) adalah suatu kondisi gangguan serius dimana individu hampir tidak…

Mengembangkan Empati pada Anak

08 Sep 2013 Sayed Muhammad

Sekelompok anak kecil sedang meneriaki, bahkan melempar batu-batu kecil kepada orang gila yang kebetulan lewat…

Gangguan Makan

04 Sep 2013 pikirdong

Gangguan makan (Eating Disorder) terjadi dari beberapa perilaku makan berupa perilaku mengurangi makan hingga pada…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

Muslim yang Ketakutan

Ada rasa takut, khawatir saat mau nge-share tulisan ulama yang dicap radikal. Takut dianggap pro HTI, pro FPI, ekstrim, radikal,…

30 May 2018 Khairrubi Kolom Ruby Kay No comments

Mendidik Anak dengan Sepenuh Hati

Mendidik atau mengasuh anak dengan sepenuh hati itu artinya mendidik anak dengan pendidikan Islam. Hanya dengan pendidikan Islam saja orangtua…

23 May 2018 Artikel Keluarga Psikologi Islami Irwan Nuryana Kurniawan Comments (1)

Biar Anak Rajin Ke Masjid

Saya dan istri saya ingin semua anak rajin ke masjid. Yang kami tahu adalah nanti yang mendapat naungan dari terik…

29 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Ketika Si Anak Memilih Jalannya Sendiri

Orangtua berupaya agar anaknya memilih jalan yang terbaik yang menjamin masa depannya. Tugas orangtua yang pertama tentu adalah mengarahkan. Dulu…

28 Apr 2018 Artikel Keluarga Artikel Umum Fuad Nashori No comments

Mendidik Anak Mandiri

Salah satu tugas orangtua adalah melatih anaknya menjadi pribadi yang mandiri. Pribadi yang mandiri adalah pribadi yang memiliki inisiatif untuk…

27 Apr 2018 Artikel Keluarga Fuad Nashori No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014