DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic…

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa…

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan…

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita…

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut…

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan…

Agenda Sosial Pikirdong

Agenda sosial merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap orang sekeliling…

Salah Kaprah tentang HAM

Dewasa ini isu Hak Asasi Manusia (HAM) semakin marak…

Hormati Jalur Pejalan Kaki

Trotoar, pavement, sidewalk, pathway, atau plaza  merupakan jalur khusus…

Katakan Saja Tidak!

Budaya kita yang menanamkan sikap asertif membuat kita sukar…

«
»
TwitterFacebookGoogle+

Wanita Lebih Mudah Stres?

Menurut Georgia Witkin dalam bukunya The Female Stress Syndrome (1991), wanita memiliki penyebab stres yang unik, Witkin telah meneliti dalam waktu yang panjang. Menurutnya stres pada wanita sifatnya berbeda dengan ungkapan stres pada pria. Stres pada wanita sifatnya lebih lama dibandingkan pria dan stres itu sendiri diluar kendali mereka. Kedua faktor inilah menyebabkan stres berbahaya untuk kesehatan fisik dan psikologis.

Stres berkepanjangan tidaklah baik, Goleman (1995) menjelaskan bahwa pada saat tubuh sedang stres, terjadi peningkatan hormon-hormon stres secara terus-menerus sehingga terjadi penumpukan, sementara hormon tersebut tidaklah hilang atau kembali normal begitu saja ketika kadar stres menurun. Ketika individu mengalami provokasi kembali, hormon tersebut kembali diproduksi oleh tubuh, kondisi overload inilah yang menyebabkan terjadinya letupan-letupan emosi yang tidak terkendali, serangan panik, kalap (gelap mata) atau bahkan serangan jantung.

Penyebab stres itu sendiri dalam beberapa segi sama hal yang terjadi pada pria umumnya, namun stress pada wanita lebih berkenaan pada sisi penghargaan yang mereka terima serta peran ganda yang mesti mereka lakukan; kebanyakan dialami oleh ibu rumahtangga yang bekerja.

Beberapa penyebab timbulnya stres pada wanita;

1) Stres yang berkaitan erat dengan perkembangan fisik  Pada wanita, stres berkenaan dengan hal ini pada fase pertumbuhan dan perkembangan awal remaja 

– Menstruasi pertama  (menarche)
Menstruasi pertama kalinya menimbulkan stres bagi beberapa remaja, namun tingkat stres ini berkurang bila remaja memiliki pengetahuan dini mengenai mestruasi sejak dari awal, kesiapan mental akan memberikan pengaruh positif terhadap penerimaan diri dan menghadapi siklus selanjutnya.

– siklus menstruasi
Bagi beberapa wanita kedatangan menstruasi menimbulkan rasa sakit, tidak nyaman, gelisah dan stres, kondisi ini disebut dengan premenstrual syndrom .

– kehamilan
Bagi beberapa wanita, kehamilan merupakan hal yang menakutkan, perubahan bentuk fisik sampai ketakutan-ketakutan terhadap kondisi janin yang dikandungnya. Meningkatnya kecemasan menjelang melahirkan sampai pada pasca persalinan juga dapat menjadi sumber munculnya stres.

Menopause 
Ketika memasuki usia lanjut, wanita akan mengalami stres yang disebabkan mulai terjadinya ketidakteraturan siklus menstruasi, pelbagai perubahan fisik dan psikologis menjelang perimenopause menimbulkan kecemasan dan stres.

2) Perubahan peran kehidupan   

– Perubahan status dari lajang ke menikah Perubahan drastis kehidupan pada wanita yang mandiri (lajang) menjadi seorang istri menimbulkan kecemasan. Perubahan mendadak dimana awalnya tidak terikat dengan orang lain kini menjadi terbatasi dan disertai dengan tugas peran baru. Status sebagai seorang istri menjadi beban psikologis bila tidak adanya proses adaptasi yang fleksibel diantara kedua pasangan menikah.

– Perubahan status dari istri menjadi seorang ibu Melahirkan anak, merawat dan membesarkan anak merupakan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh wanita. Tugas-tugas ini dilakukan tanpa adanya pelatihan-pelatihan khusus, namun wanita dapat melakukannya dengan terampil, proses belajar awal yang cepat secara terun temurun dan dilakukan sepanjang waktu.

– Pergeseran moral Stres yang disebabkan oleh pergeseran moral berupa;

(1) perselingkuhan, ketakutan akan pengabaian hubungan, kehadiran orang ketiga dan penolakan pasangan

(2) Meningkatnya angka perceraian

– pertambahan usia Perubahan bentuk tubuh seiring dengan pertambahan usia memberikan tekanan sendiri bagi beberapa wanita separuh baya, sementara semakin banyaknya remaja muda dan lebih cantik.

– Kecemasan akan resesi ekonomi Hidup dalam resesi ekonomi membuat hapir setiap orang mengalami stres, namun dampak terberat adalah pada wanita menikah. Desakan ekonomi dan kebutuhan keluarga yang terus meningkat membuat wanita harus pintar dalam mengatur strategi keuangan.

– Mempersiapkan diri menuju usia tua Berbenah diri setelah anak-anak dewasa, kehidupan masa tua yang tidak bahagia atau menjadi janda adalah alur kehidupan yang akan dihadapi, perubahan mental ini sedikitnya akan memberikan pengaruh munculnya stres pada wanita

3) Karakter dan gaya hidup    

– Gaya hidup modern Banyak wanita menghabiskan uang untuk mengejar sesuatu yang semu, sebuah kebutuhan gaya hidup agar dapat diterima oleh komunitasnya. Diantara mereka membeli sesuatu yang bukan kebutuhannya tanpa sadar ―terpengaruh gaya hidup seperti ini, tidak beli maka disebut ketinggalan jaman, kuno atau tidak modis dan sebagainya

– Wanita karir yang yang dipaksa tinggal di rumah Wanita karir merasa tidak betah untuk diam di rumah saja, banyak hal yang ingin dilakukannya untuk mengejar karirnya itu. Pemaksaan dan pengekangan secara berlebihan dapat membuatnya merasa tertekan

– Wanita yang terpaksa bekerja Resesi ekonomi menyebabkan beberapa wanita terpaksa bekerja untuk menambah pendapatan ekonomi keluarga, mau tidak mau diantara himpitan kebutuhan yang terus meningkat memaksa wanita lebih kreatif atau bekerja untuk menambah pendapatan keluarga. Sulit dan sempitnya peluang kerja, bahkan diantara wanita tersebut menjadi penopang keluarga.

4) Stres yang disebabkan oleh krisis hidup yang sebagian besar dibebankan pada wanita   

– Merawat orang sakit Hampir sebagian besar wanita melakukan pekerjaan-pekerjaan dalam merawat orang sakit, baik orangtua atau anggota keluarga

– Merawat dan mengasuh anak cacat Kehadiran anak cacat dalam keluarga menimbulkan stres dan depresi bagi keluarga. Anak cacat membutuhkan pertolongan hampir setiap hari dari orang lain, dan pekerjaan-perkerjaan itu dilakukan oleh wanita.

– Merawat bayi Stres dapat muncul bila pasangan (suami) tidak memberikan dorongan dan support moril, hampir semua pekerjaan dalam mengasuh dan merawat anak dilakukan oleh wanita, menggantikan popok, memandikan bayi, menyusui, bangun di malam hari dan pekerjaan itu berlangsung rutin selama hampir 2 tahun.

5) Pelbagai faktor dan kondisi sosial lainnya  

Tokenisme Yakni suatu perlakuan atau ketentuan yang mengatur batasan baik secara langsung atau tidak dalam meminimalisir pekerjaan-pekerjaan dengan tujuan untuk memberikan kesempatan kepada orang lain. Banyak wanita kadang harus melepaskan beberapa pekerjaan karena mempertimbangkan beberapa hal yang sebenarnya dapat dilakukannya atau diinginkannya (seperti tidak merasa nyaman karena ia seorang perempuan)

Chauvinism Merupakan suatu kecenderungan atau sifat membanggakan kelompok, ras, suku bangsa sendir secara berlebihan

– Diskriminasi seksual Baik dilakukan secara semar ataupun secara terang-terangan.

– Chaos dan peperangan Wanita dan anak-anak adalah korban yang paling banyak dari huru-hara atau dalam sebuah peperangan. Mereka adalah korban yang sesungguhnya dari peristiwa tersebut. Trauma berkepanjangan dirasakan paling banyak pada wanita dan anak-anak.

Penulis :ayed

Sayed Muhammad adalah lulusan psikologi Universitas Islam Indonesia, ia adalah perintis dan penulis tetap di website ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

General Anxiety Disorder (GAD)

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kecemasan umum (general anxiety disorder; GAD) merupakan bentuk gangguan kecemasan dimana individu secara terus-menerus…

Pemaafan: Penyembuhan Problem Psikologis Individu dan Bangsa

09 Sep 2013 Fuad Nashori

INTISARI Ada dua istilah yang mirip pengertiannya, yaitu pemaafan dan rekonsiliasi. Pemaaafan (forgiveness) adalah menghapus luka-luka…

Developmental Milestones: Usia 9 Bulan

14 Oct 2015 pikirdong

Perkembangan Mental Usia 9 Bulan PENGAMATAN PERILAKU Komunikasi Bahasa Menggunakan bunyi tertentu untuk tanda berlainan Tingkah laku Mulai mengerti dengan merespon…

Kompetensi Interpersonal Mahasiswa Ditinjau dari Jenis Kelamin

06 Sep 2013 Fuad Nashori

ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi interpersonal antara mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan. Hipotesis…

Idul Adha Barakah 2016

19 Sep 2016 pikirdong

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10…

Berbagi Berbuah Nikmat

10 Sep 2013 Ardiman Adami

Pernah mendengar kisah ‘Sepotong Roti’ dari Ustadz Yusuf Mansur? Jika belum, ceritanya begini: Alkisah, ada…

Spirit Kepemimpinan Profetik

08 Sep 2013 Ardiman Adami

Pernah suatu malam Khalifah Umar bin Khattab berjalan menyusuri lorong-lorong kota Madinah. Bersama seorang pembantunya,…

Puasa Bicara

10 Sep 2013 Fuad Nashori

Berbagai hadis Nabi Muhammad memberikan pelajaran pada kita tentang makna puasa. Puasa adalah media bagi…

Masturbasi dan Pengaruh Psikologisnya

09 Sep 2013 pikirdong

Masturbasi adalah rangsangan disengaja yang dilakukan pada organ genital untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual…

Histrionic Personality Disorder

06 Sep 2013 pikirdong

Gangguan kepribadian histrionik (histrionic personality disorder) adalah gangguan kepribadian dengan karakter emosi yang meluap-luap…

Intermittent Explosive Disorder

04 Sep 2013 pikirdong

Intermittent explosive disorder (IED; gangguan eksplosif intermiten) merupakan gangguan dalam mengontrol impuls seperti adiktif alkohol,…

Kleptomania

06 Sep 2013 pikirdong

Kleptomania merupakan gangguan kebiasaan dan impuls (impulse control disorder) yang mengakibatkan dampak-dampak negatif bagi perkembangan…

  • 1
  • 2
  • 3

Artikel Baru

DSM V: Pedophilia dan Pedophilic Disorder serta Paraphillia yang…

Dalam buku pegangan The American Psychiatric Association (APA); Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders yang ke V terjadi perubahan…

30 Aug 2017 Artikel Psikologi Psikologi Klinis pikirdong No comments

Terapi Gratis

Ketika tubuh kita merasakan sakit, kita langsung bereaksi bahwa tubuh membutuhkan dokter dan bila diperlukan juga, diambil langkah untuk rawat…

24 Aug 2017 Kolom Sayed Muhammad Sayed Muhammad No comments

Smartphone: Brain Drain, Kutu Rambut dan Mr. Nice Guy

Pada hari ini, hampir semua orang memiliki keterkaitan dengan internet sebagai salah satu kebutuhan penting manusia modern, internet telah menghubungkan…

13 Jul 2017 Artikel Psikologi Psikologi Umum Sayed Muhammad No comments

Agenda Sosial : Bantuan untuk Korban Gempa Pidie Jaya II

Alhamdulillah, setelah kita melakukan aksi kemanusiaan yang pertama, kita akan mengadakan aksi bantuan kemanusiaan yang kedua yang rencananya akan disalurkan…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Aksi Kemanusiaan untuk Gempa Aceh - Pidie Jaya

Aksi kemanusiaan ini merupakan aksi spontan, yang kami sebut sebagai solidaritas warga dunia maya dalam menggalang dana kemanusiaan untuk gempa…

19 Dec 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

Idul Adha Barakah 2016

Idul Adha Barakah : Pembagian paket sembako untuk kawasan Lhokseumawe dan sekitarnya pada tanggal 9-10 September 2016 Dana terkumpul sebesar Rp.…

19 Sep 2016 Agenda Sosial pikirdong No comments

«
»
supportbawah
logobawah

Terbaru

Psikologi Islami

Pikirdong is a website that contains articles psychology, sociology, and some public opinion. Pikirdong also contains several articles related to health, research, technology and science related to psychology. We are open to the public, if you want to contribute articles relating to the above. Thanks
Copyright © 2007 - 2014